
Ergi pun duduk terdiam di temenani suara ombak , matanya memperlihatkan kerisauan.
"Sampai kapan seperti ini. . Aaaaarrrgghh perasaan ini benar-benar menyiksa , tak bisakah loe mengerti sedikit saja kalau gue benar-benar mencintai loe lun "gumam ergi
"Lun , gue mau bicara sama loe" ucap velic sambil menghentikan langkah luna yang hendak kembali ke hotel , velic pun mengajak luna untuk minum sebentar, entah apa yang ingin di bicarakan nya tapi raut wajah nya seperti tidak bersahabat .
" mau bicara apa ? ?" ucap luna memulai percakapan
" loe sama ergi saudara kandung bukn ? ? "
" bukan, memang nya kenapa ? "
"owh.. Lun loe pasti tau kalau gue udah suka ergi sejak pertama melihatnya , tadinya gue mau minta bantuan loe untuk mendekatkan gue sama ergi, tapi sepertinya itu engga mungkin " ucap velic sambil tersenyum kecut
" kenapa engga mungkin? ? " tanya luna heran
" karena gue tadi lihat loe ciuman sama ergi lun ! ! "
seketika jantung luna berdegup kencang sambil meremas tangan nya berusaha agar tetap tenang mendengar ucapan velic,tak pernah terfikirkan kenapa velic bisa melihat aku dan ergi tadi .
" yang loe lihat itu engga seperti yang loe fikiran , gue bisa jelasin " ucap luna dengan nada bergetar
" apa yang mesti di jelasin lun ? engga mungkin seorang lelaki mencium wanita tanpa sebab ? ? gue fikir kisah cinta sama saudara itu cuma ada di sinetron sinetron tapi gue barusan melihat dengan mata gue sendiri " ucap velic dengan mata yang berkaca kaca, karena dia mersa sudah sangat menyukai ergi tapi luna memupuskan harapanya.
" Luna velic loe lagi pada ngapain di sini? ?" terdengar suara lisa yang menghampiri mereka ber dua
" gue mau balik ke hotel aja " ucap velic sambil beranjak pergi
" lho baru juga jam segini , sini aja dulu " tapi tak menghiraukan ucapan lisa dan terus berjalan pergi
" dia kenapa ? " tanya lisa kepada luna yang sedari tadi hanya mematung, tapi luna hanya tersenyum menanggapi pertanyaan lisa, luna benar benar tidak dapat berbicara apa pun , perasaan nya tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata , dia merasa sangat bersalah pada velic karena dia tau kalau velic benar benar menyukai ergi meski baru bertemu tapi dia tak tahu harus bagaimana menjelaskan nya pada velic .
__ADS_1
Liburan kami pun berakhir , dalam perjalanan pulang velic sama sekali tidak berbicara pada luna, kelihatannya dia benar benar marah pada luna meskipun beberapa kali luna mencoba mencairkan suasana .
di rumah ergi pun bersikap sangat dingin pada luna , ergi tidak bicara sama sekali dengan nya, entah marah atau apa luna tidak mengerti , padahal seharusnya luna yang marah pada nya karena ergi sudah berlaku tidak seharusnya padanya,tapi luna berusaha tidak memperdulikan nya.
Hari ini papa dan mama sedang di luar kota aku hanya berdua dengan ergi , malam hari nya ergi pun pergi entah kemana karena ergi tidak bilang apapun pada luna dsn luna juga tidak ingin bertanya pada nya.
" teeeeet. . teeeeet . . " terdengar suara bel dari luar
luna yang baru mandi pun langsung mengenakan kimono handuk dia hendak memakai baku tapi suara bel itu pun terdengar semakin kencang akhirnya dia pun memutuskan untuk segera keluar
" siapa sih malam malam gini " gumam luna kesal sambil membuka pintu
" malam, ada ergi nya? ? " ucap seorang pria yang tidak asing wajahnya untuk luna tapi dia lupa dimna dia pernah bertemu dengan pria itu
" ergi nya engga ada, saya juga engga tau kemna"
" oia tadi gue udah hubungin ergi katanya bentar lagi dia pulang , gue di suruh tunggu aja katanya "
" masa tamu di suruh di luar , engga enak lah di lihat tetangga , gue di dalam aja ya " ucap pria itu
" gimana ya " ucap luna dia agak takut memasukkan orang asing ke rumah nya terlebih lagi tidak ada orang di rumah .
" loe engga usah khawatir , gue bukan orang jahat lagian bentar lagi juga ergi pulang td gue udah sms dia" pria itu berusaha meyakinkan , akhirnya luna pun mempersilahkannya masuk
" mau minum apa? " tanya luna pada pria itu
" apa aja" luna pun membuatkan minum untuk nya
" Loe pasti bukan pembantu nya ergi kan? " ucap pria itu sambil terus memandanginya yang hanya mengenakan kimono handuk.
" saya permisi dulu ya , mas tunggu aja di sini " ucap luna beranjak pergi karena risih pria itu terus memandangi nya .
__ADS_1
tapi saat sedang berjalan tiba tiba saja seperti ada yang memeluk nya dari belakang .
" LEPASIN ! ! jangan kurang ajar ! ! ! "teriak luna
" kenapa sih engga usah sok jual mahal gitu , engga ada siapa siapa kan di sini " ucap pria itu sambil tetus meraba tubuh luna, luna pun menginjak kaki pria itu dan segera berlari . .
" Aduh !! " ucap luna saat kakinya membentur bangku dan terjatuh
" sakit ya, makan nya engga usah sol jual mahal " ucap pria itu
luna berusaha berdiri dan lari tapi tidak bisa karena kaki nya terbentur sangat keras dan terasa sangat nyeri. Pria itu pun langsung memeluk luna dan berusaha mencium nya.
LEPASIN!! teriak luna yang terus berusaha berontak dan melepas tubuhnya dari pria itu. .
" BUUUUUUKKKK" terdengar suara bogem mentah dan pria itu pun di seret dari atas tubuh luna oleh seorang pria. . pria itu pun terus menghujami pria brengsek itu dengan pukulan . luna mencoba melihat lebih jelas siapa yang menolong nya . . ERGI ? ? Ergi datang di saat yang tepat di saat luna sudah mulai ketakutan pria itu akan menodainya , ergi yang terus memukul pria itu tiba tiba menghentikan pukulan nya .
" jadi loe za ? ? " apa maksud loe berbuat begini ? ! ucap ergi sangat terkejut saat mengetahui ternyata yang melakukan itu temannya sendiri .
Eza pun tak menjawab dan malah berbalik memukul ergi sangat keras hingga ergi tersuungkur ke lantai dan eza pun segera berlari pergi, aku yang melihat pemandangan itu pun hanya menangis ingin aku membantu ergi tapi aku tak bisa berdiri, kaki ku terasa sangat sakit . Ergi pun segera bangun dan menghampiri ku, dia pun segera mengendongku ke kamar dan merebahkan ku di kasur
" bentar gue ambil obat dulu "ergi pun segera mengobati kaki yang agak bengkak dan berdarah
aku pun hanya tertunduk sambil terus menangis
" maafin gue engga seharusnya gue tinggalin loe sendirian " ucap ergi
aku pun tak bisa berkata apa apa , aku refleks memeluk ergi sambil terus menangis membayangkan yang terjadi barusan " aku takut " hanya itu kata kata yang keluar dari mulut ku sambil terus menangis , tak terbayang kan kalau ergi tak ada mungkin pria itu sudah menodaiku.
__ADS_1