
" Lun tadi loe sama ergi ngobrolin apa sih ? ko kaya nya serius banget" ucap lisa saat kami hendak pulang ke hotel,
Aku pun bingung harus menjawab apa , engga mungkin aku ceritakan yang sebenarnya ke lisa. .
" engga ko ngobrol biasa aja lis "
" kalian tuh saudara deket banget ya lun ? ko gue ngerasa ergi perhatian banget ya sama loe? ?
Aku pun agak kaget mendengar pertanyaan lisa seperti nya dia sudah mulai mencurigai prilaku ergi kepada
ku, aku pun memilih hanya tersenyum menaanggapi pertanyaan lisa. Kami pun sangat menikmati liburan kami di pantai, malam terakhir kami di isi untuk menikmati api unggun di tepi pantai sambil berkumpul bersama sama.
" eh lihat itu kan ergi sama teman teman nya, kita suruh kumpul bareng aja ya di sini ? "ucap velic terlihat sangat
bahagia , velic pun memanggil ergi dan temanya untuk berkumpul bersama kami.
__ADS_1
" Gie suara loe kan bagus, ada gitar juanga nyanyi donk. . " ucap lisa manja di ikuti suara riuh yang lain yang juga setuju menyuruh ergi bernyanyi .
" ok, ok" ucap ergi.
Ergi pun mulai memainkan gitar nya , di irigi suara merdu nya , kami semua sangat menikmati nya, aku pun terus memandangi nya, ergi terlihat sangat mempesona, wajah nya yang tampan, suara yang bagus seperti daya tarik tersendiri untuk nya , aku pun memandangi nya dan ergi pun memandang ku sambil terus bernyanyi tanpa sadar aku pun terus tersenyum memandang nya .
"Lun. . engga ussh pandang pandang gitu kali, aneh banget sih kalian berdua " ucap lisa.
Seketika pipi ku pun langsung memerah seperti tomat , aku benar-benar malu ternyata lisa mengamati ku saat aku terus memandang ergi.
Aku pun memilih duduk di tepi pantai yang agak jauh dari lisa dsn teman teman karena aku benar benar malu saat lisa memergoki aku memandangi ergi.
" kenapa di sini? " terdengar suara pria di belakang ku
Ergi? ! ! aku pun segera bangun dan berusaha pergi, tapi ergi menahan tangan ku
__ADS_1
" Ada apa gie? lepasin ! ! " ucap aku sedikit gugup
" kenapa sih selalu berusaha menghindar dari gue? gue engga akan mencelakan loe, dan seribu kali loe menghindar juga itu engga akan merubah perasaan gue ke loe" ucap ergi sambil terus menatap ku dengan sorot mata yang tajam
"Dan seribu kali kamu ucapin hal ini pun itu engga akan merubah keadaan , kita akan tetep jadi saudara tiri " ucap aku sedikit bergertar
" terus apa benar loe engga suka sama gue, ? ?
Entah kenapa aku pun tidak bisa menjawab pertanyaan nya , aku pun berusaha melepaskan tangan ku dan pergi tapi ergi semakin menarik tangan ku ke tubuh nya, jarak wajah kami sangat dekat , sebelah tangan nya memegang pinggang ku dari belakang , tangan ku menjadi sangat dingin , hati ku berkata harus segera pergi tapi tubuh ku seakan memberi isyarat untuk tetap di sini , ya tuhan perasaan apa ini ?
"Lun gue selalu sadar kalau loe saudara tiri gue, tapi gue juga sadar kalau engga bisa menhindari perasaan gue, apa gue salah ? gue benar-benar sayang sama loe safaluna, gue engga pernah punya perasaan seperti ini sama wanita lain , tolong mengerti gue"
kata kata nya benar benar membuat aku terdiam aku tak tau harus berkata apa, tangan nya pun memegang lembut pipi ku, dan ergi mencium bibir ku dengan lembut, sejenak aku seperti menikmati itu, tapi sesaat kemudian aku sadar aku tak seharusnya berbuat seperti ini dengan nya
"STOP GIE! ! ! "aku pun mendorong ergi dengan keras, aku pun langsung berlari meninggalkan ergi
__ADS_1
Aku pun terus berjalan meninggalkan ergi, tak terasa air mata ku mulai menetes , ya tuhan kenapa aku bisa melakukan itu? ? kami tidak berpacaran bahkan kami saudara tapi kenapa melakukan hal seperti itu? ? sudah 2x ergi mencium ku, padahal aku belum pernah berciuman sebelum nya tapi kenapa ciuman pertama ku harus bersama saudara ku sendiri ? ? aku benar benar merasa kecewa kepada ergi dan diri ku sendiri .