
" oh, ini safira, kamu cantik safira" puji luna sambil tersenyum yang sontak saja membuat wajah gadis itu memerah mendengar ucapan luna
" tante bisa aja, tante juga cantik " fira mencoba memuji balik luna
" oia kamu bawa kue kamu? " tanya luna
" oia, aku bawa tente, ini kue nya " sambil memberikan beberapa kotak plastik berisi kue
" tante coba dulu ya "
" iya tante "
luna pun mencicipi beberapa kue yang fira bawa
" enak.. ini kamu yang buat? "
" bukan tante, ibu yang buat fira cuma bantu aja "
" yaudah, tante jual di sini ya, nanti minggu depan kamu bawa lagi lebih banyak, nanti tente kasih uang hasil penjualan nya " ucap luna sambil tersenyum
" iya, makasih banget tente " jawab fira sambil tersenyum gembira, luna, raffa dan fira pun mengobrol cukup lama di dalam toko.
Sampai fira pulang dan mengantar nya
" makasih ya raf, mama kamu ramah, baik, cantik lagi " ucap fira saat turun dari motor raffa di depan gang dan masih memuji luna
" iya sama sama.. fir, aku boleh minta sesuatu enggak sama kamu? " tanya raffa dengan wajah cukup serius
" minta, minta apa? " dengan ekspresi bingung
" nanti malam kan malam minggu, aku pengen ajak ksmu jalan ke luar "ucap raffa mengutarakan maksudnya
Dira terdiam beberapa saat, membuat raffa merasa pasrah untuk penolakan fira yang kesekian kalinya.
" yaudah, aku tunggu di rumah ya nanti malam " jawab fira sambil tersenyum
__ADS_1
" seruis? " raffa bertanya kembali dengan antusias
" iya " sahut fira sambil kembali memberikan senyum manis nya
" oke, makasih ya " ucap raffa yang sangat senang deng jawaban fira dan langsung melajukan motor nya kembali ke rumah.
***
teeeett.. teeettt.. terdengar suara bel sore itu, luna pun bergegas membuka pintu
" Rania??!!" pekik luna yang tampak terkejut melihat wajah cantik putrinya di balik pintu
" mama.. rania kangen " ucap rania manja yang langsung memeluk luna
" mama juga kangen banget, kok kamu enggak kabarin mau pulang hari ini? mama sama papa kan bisa jemput kamu di bandara " protes luna
" enggak apa apa mah, rania enggak mau ngerepotin " sahut rania yang selalu tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya, luna pun hanya tersenyum yang melihat sikap putrinya, dan membawa rania masuk ke rumah.
" rania? " ucap ergi saat melihat putrinya masuk ke rumah menuju ruang keluarga
" kamu kok enggak kabarin? kan papa bisa jemput ke bandara " tanya ergi yang masih tampak terkejut
" enggak apa apa rania bisa pulang sendiri kok "
" udah pulang kak? " tanya raffa yang juga sedang duduk di ruang keluarga
" udalah dek, pakai nanya lagi " sahut rania
" bawa oleh oleh enggak kak? " tanya raffa yang langsung menghampiri rania dengan antusias
" kamu ini dek, kakak baru pulang bukan nya di tanya kabar malah langsung nagih oleh oleh " protes rania dengan wajah cemberut
" iya nanti nanya kabarnya ya kalau kita lagi santai, sekarang mana oleh oleh nya, pesanan aku di bawain enggak? " tanya raffa sambil tersenyum
" kamu tuh ya nyebelin banget, nih " sambil memberikan beberapa paper bag berisi barang pesanan raffa dari Australia
__ADS_1
" makasih ya kakak ku yang cantik " puji raffa sambil tersenyum gembira, luna dan ergi pun hanya tersenyum melihat tingkah ke dua anaknya
***
Malam itu raffa terus memandangi tubuhnya di cermin yang sudah rapih dengan kemeja panel warna navy dan celana chinos warna cream
udah ganteng belum ya? tanya raffa pada dirinya sendiri sambil terus memandangi tubuhnya di cermin, karena ini pertama kalinya raffa akan mengajak fira jalan setelah beberapa kali fira selalu punya alasan untuk menolak nya.
Setelah cukup puas dengan penampilan nya, raffa pun keluar kamar, menuju ruang keluarga dan melihat orang tuanya dan kakaknya sedang bersantai di sana.
" pah, mah.. raffa keluar dulu ya" ucap raffa yang langsung membuat orang tua dan kakak nya menoleh ke arah raffa
" mau ke mana? " tanya ergi
" ya jalan jalan aja " jawab raffa
rania pun menghampiri raffa sambil menghendus henduskan hidung nya ke tubuh raffa.
" astaga dek, kamu pakai parfum sebotol kali ya? wangi banget sih? " protes rania yang mencium wangi parfum yang sangat menyengat di tubuh raffa
" berisik akh " sahut raffa dengan ekspresi jengkel
" pah, raffa pasti mau ngelancong nih.. pakai parfum sampai sebotol gini " ucap rania sambil menengok ke arah ergi yang tampak tertawa
" rania, kamu tuh usil banget sih.. biarin aja raffa kan lagi puber " ucap luna yang membela raffa
" tuh, dengerin mama, nama nya juga lagi puber ya wajar lah, emangnya kakak kerja nya belajar terus " ledek raffa
" ih nyebelin banget sih, emang ada apa cewek yang mau sama kamu? " sahut rania
" banyak lah, enggak sadar apa punya adik ganteng gini " puji raffa pada dirinya sendiri
" PD banget sih " sahut rania
" yaudah raffa, tapi jangan pulang malam malam, jangan macam macam juga di luar " ucap ergi seraya memberikan peringatan kepada putranya tersebut
__ADS_1
" yaudah raffa pergi dulu " raffa segera mencium kedua tangan orang tua nya dan bergegas keluar rumah. Raffa secepat mungkin melajukan motor nya karena sudah tidak sabar akan bertemu dengan fira malam itu.