My Step Brother

My Step Brother
Cemas


__ADS_3

Luna pun duduk terdiam setelah mama ergi pergi meninggalkan  rumah nya, luna terus menatap wajah bayi mungil nya sambil meneteskan air mata..


" harus serumit ini kah hidup kita nak?? kasihan kamu jangankan di peluk dan di sayang sama nenek mu, melihat mu saja dia tidak mau.. gumam luna sambil mengusap lembut wajah bayi nya


" bagaimana kalau mama benar-benar mengambil mu dari ku?? dia bisa melakukan apa pun.. aku tak mau kehilangan mu rania.. aku juga masih sangat mencintai mu ergi.. aku tak ingin berpisah dari mu.. apa yang harus aku lakukan.. " gumam luna sambil terus menangis


Malam hari ergi pun pulang dan luna segera membukakan pintu..


ergi memandang wajah luna yang tampak sembab dan murung..


" kamu kenapa? habis menangis?? " tanya ergi saat melihat luna membuka kan pintu


luna hanya mebgelengkan pelan kepalanya


" apa kamu sakit? " ergi kembali bertanya


" tidak, aku tidak apa apa, aku hanya kelelahan.. makanlah aku sudah menyiapkan makanan untuk mu " ucap luna sambil pergi meninggalkan ergi ke kamar


Pagi hari luna pun bergegas bangun dan menyiapkan sarapan untuk ergi.. setelah selesai luna pun kembali ke kamar, tapi luna tak melihat bayi nya di kamar..


" kemna rania?? kenapa tidak ada di kamar?? " gumam luna dengan jantung yang berdegup kencang, entah mengapa dia merasa takut.. takut kalau mama ergi sampai mengambil bayi nya


luna pun bergegas mencari ke semua ruangan tapi tak juga melihat bayi nya.. luna segera membuka pintu dan melihat ergi yang tengah berdiri di halaman rumah nya.


luna segera menghampiri ergi


" gie di mana rania? rania tidak ada di kamar!! " ucap luna dengan panik


ergi pun membalikkan badan nya seraya mengerutkan kening nya mendengar ucapan luna yang begitu panik


" rania sedang bersama ku, tadi dia menangis jadi aku mengendongnya keluar " ucap ergi sambil memperlihatkan rania yang sedang di gendong nya

__ADS_1


" syukur lah.. kamu tidak apa apa, aku mencemaskan mu rania " jawab luna sambil menagambil bayi nya dari ergi dan langsung memeluk nya


" kenapa kamu begitu panik? " tanya ergi yang merasa aneh dengan sikap luna


" tidak, aku takut ada yang mengambil rania dari ku " ucap luna dengan terbata bata


" siapa yang mau mengambil rania? rania anak mu tidak ada yang bisa mengambil nya dari mu.. " jawab ergi sambil tersenyum pada luna


luna pun hanya terdiam mendengar ucapan ergi dia tidak ingin menceritakan apa yang telah di katakan mama ergi pada nya, karena itu hanya memperkeruh keadaan dia juga tidak ingin berpisah dengan ergi, tapi luna semakin takut kalau mama ergi benar-benar akan mengambil bayi nya.


" kenapa belum siap siap kuliah?? ini sudah siang?! " luna mencoba mengalihkan pembicaraan


" aku akan berangkat agak siang hanya ada sedikit mata kuliah, lagi pula aku libur kerja hari ini" jawab ergi


"ohh.. ayo sarapan, aku sudah menyiapkan nya.. "


luna dan ergi pun masuk kerumah dan sarapan bersama, tak lama ergi pun bergegas untuk berangkat kuliah.


" rania sayang.. kamu cantik sekali, cepat besar ya.. mama menyayangi mu " ucap luna sambil terus mengusap lembut wajah bayi nya, sampai mereka pun tertidur


Sore hari luna pun mulai membuka matanya, dia mengerakan jari nya tapi luna tak merasakan rania di samping nya, luna pun segera bangun dan ternyata benar rania sudah tidak ada di samping nya, tangan luna mulai terasa bergetar luna segera keluar kamar di lihat nya ergi yang tengah duduk di sofa..


" kamu sudah pulang?? kamu lihat rania?? " tanya luna dengan wajah cemas


" bukan nya dia tidur bersama mu?? " jawab ergi


" iya tadi dia tidur di samping aku, tapi setelah aku bangun dia sudah tidak ada " jawab luna dengan nada yang terbata bata dan air mata yang mulai jatuh di pipi nya.


" tenanglah, rania pasti ketemu " ucap ergi berusaha menenangkan


" bagaimana aku bisa tenang ?? rania masih bayi.. siapa yang sudah mengambil nya!! " luna semakin tidak bisa menahan air matanya

__ADS_1


" luna kenapa kamu separno ini? rania.. " belum sempat ergi melanjutkan perkataannya luna memotong ucapnya


" pasti mama kamu yang sudah mengambil rania dari aku.. kenapa dia benar benar melakukan nya!!! aku tidak bisa kehilangan rania!! sebaiknya kamu cepat kembali ke mama kamu, aku tidak bisa kehilangan anak aku!! ucap luna sambil terus menangis


sontak saja ucapan luna membuat ergi kaget bukan kepalang.


" rania sedang ada di rumah sebelah, tadi aku mengajak nya ke rumah tetangga, sekarang dia ada di sana " ucap ergi yang mengurungkan niat nya untuk sekedar mengerjai luna tapi luna malah mengucapkan hal yang membuat nya terkejut...


" apa?? kamu sedang mengerjai ku?? " tanya luna dengan ekspresi binggung


" iya, aku tadi nya hanya ingin mengerjai mu "


ucap ergi dengan nada dingin


" kenapa kamu melakukan itu, itu tidak lucu gie!! " jawab luna


" apa benar yang kamu ucapkan tadi?? apa yang sudah mama ku katakan padamu luna?? kenapa kamu menyembunyikan nya dari ku?? "


luna pun hanya terdiam mendengar pertanyaan ergi, dia tidak menyangka kepanikan nya malah membuka sesuatu yang ingin dia rahasiakan dari ergi.


" JAWAB LUNA!! apa benar mama ku mengatakan hal seperti itu padamu?? dia ingin mengambil rania dari mu??? benar begitu??!! " sentak ergi


" iya.. dia ingin kamu kembali " jawab luna pelan


" kenapa kamu menyembunyikan kan nya dari ku?? " ucap ergi sambil tersenyum kecut


" maaf, aku tidak ingin memperkeruh maslah "


" dia sudah benar-benar keterlaluan, aku harus menemui nya " ucap ergi seraya mengambil jaket nya dan bergegas pergi, tapi luna menahan nya.


" sudah gie, sudah.. tidak usah di perpanjang.. aku mengerti perasaan mama mu" bujuk luna

__ADS_1


" luna kamu tidak mengerti mama ku, dia akan terus berbuat lebih jauh dari ini " jawab ergi sambil melepaskan tangan luna yang menahan nya dan berjalan meninggalkan rumah.


__ADS_2