My Step Brother

My Step Brother
Kehancuran


__ADS_3

Luna pun memasuki kelas baru nya dengan perasaan kesal karena pertemuan nya dengan ergi barusan . .


" Lun loe dari mana aja ?  gue tunggu di kantin engga muncul muncul  " ucap rara yang sudah duduk di kelas


" iya ra tadi gue lama di toilet. . heeemmm. . gue boleh tanya sesuatu engga ra ? ?"


" tanya apa ? ? ? "


" Ra . . ergi dari kapan kuliah di sini ? ? "


" Heeemmm. . dari semester awal kayaknya . . tp dengar dengar sih dia sebelum nya bukan tinggal di kota ini. . emang nya kenapa lun ? ?  gue tau, gue tau loe pasti terpesona kan sama ergi? ?  lupain aja lah lun , mending cari cowok lain aja. . dia tuh dingin banget kalo sama cewek . . udah kaya es batu "


Luna pun hanya tersenyum mendengar perkataan rara. .


mungkin ergi sudah lebih dulu pindah ke kota ini. . gumam luna


 


Sore itu luna pun tiba di apartemen nya. . iya papa memang sengaja menyewakan apartemen untuk luna karena jarak kampus dan rumah papa cukup jauh. . jadi papa menyewakan apartemen yang cukup dekat dengan kampus luna.


" aduh panas banget sih di sini. . kayanya aku harus mandi dec , gumam luna setelah merebahkahkan dirinya di kasur untuk beberapa saat.  Luna pun selesai mandi dan sedang mengerikan rambut panjang nya tiba-tiba saja seperti ada yang membuka pintu apartemen nya , padahal luna sudah mengunci nya . .


" siapa di sana ? ? "  teriak luna dengan penuh ketakutan

__ADS_1


seorang pria pun berjalan menghampiri dirinya . .


" ERGI ! ! !  kenapa dia bisa masuk ke sini ! !  gumam luna


" ergi ngapain kamu di sini ? ? ?  keluar kamu atau aku akan memanggil satpam ke sini ! ! "


" panggil saja aku tidak takut. . " ucap ergi sambil tersenyum licik


" kamu tuh bener bener ya. . aku serius ergi aku akan panggil satpam untuk menyeret kamu keluar ! ! ! "


" tidak akan ada yang bisa mengeluarkan ku lun. . mereka semua kerja di bawah tangan ku. . apartemen ini milik ku "


Luna pun mengerutkan kening nya tanda tidak percaya dengan ucapan ergi . . .


" jangan bercanda kamu , aku tidak percaya dengan ucapan mu "


luna pun mulai merubah pikiran nya , mungkin benar ergi pemilik apartemen ini . . kalau dia bukan orang penting di sini kenapa dia bisa masuk ke sini padahal aku sudah mengunci pintu nya. .


" kenapa diam ? ?  mulai berfikir ? ?  baiklah aku akan bercerita sedikit tentang kehidupan ku lun. . semenjak orang tua kita bercerai bisnis mama ku semakin maju, dia mempunyai perusahaan besar di sini, itu sebabnya aku lebih dahulu pindah ke kota ini. . sudah banyak apartemen yang kami miliki . . termasuk yang kau tempati ini lun ini milik ku..sepertinya papa mu terlalu teledor ya dia menyewakan apartemen tanpa mengecek terlebih dahulu siapa pemilik nya , Lucu sekali ya dia yang berusaha memisahkan kita ber 2 tapi dia juga yang mempertemukan kita kembali . . luna, luna . . papa mu memang selalu teledor dalam mengambil keputusan  " ucap ergi sambil tersenyum kecut


Luna hanya diam mematung mendengar perkataan ergi. . dua merasa dirinya sudah terjebak  dalam situasi ini. .


" lalu untuk apa kamu ke sini ? ? "  ucap luna dengan nada bergetar

__ADS_1


ergi hanya tersenyum sambil memandangi tubuh luna yang saat itu hanya memakai tangtop tipis dan celana yang sangat pendek . . luna yang merasa ergi memandangi tubuhnya pun mulai merasa risih. .


" kenapa kamu memandang ku seperti itu ?  jangan macam macam kamu ! ! "  ucap luna sambil memundurkan langkah kaki nya menjauhi ergi . . tapi ergi semakin mendekat dan menarik tangan luna lalu memeluk nya . .


" lepaskan gie ! ! !  atau aku akan teriak ! ! ! "


" teriak saja tak akan ada yang mengiraukan mu, mereka semua adalah bawahan ku lun  " ucap ergi sambil memegang pipi luna


" lalu. . apa yg kamu mau ? ? "  ucap luna dengan nada yang semakin bergetar karena semakin takut dengan tingkah laku ergi. . .


" lun. . kamu ingat sudah berapa kali kamu menamparku ? ? aku hanya ingin memberi pelajaran saja atas perbuatan mu itu "


" iya . . aku akui aku salah . . kamu boleh menamparku gie. . tapi tolong lepaskan aku " ucap luna


" aku bukan cowok seperti itu lun, aku tidak akan membalas mu dengan kekerasan justru aku akan memberi mu kenikmatan "


" apa. . apa maksud mu ? "


ergi pun mendorong tubuh luna ke ranjang yang tepat di belakang mereka . . luna pun berusaha bangun dan melarikan diri tapi ergi menahan nya dan mengambil posisi di atas tubuh luna ergi mencium bibir luna dengan kasar dan terus melampiaskan hasrat nya tanpa memperdulikan luna yang terus menangis


" jangan gie. . aku mohon jangan . . lepaskan aku gie ! ! "  luna mencoba terus mendorong tubuh ergi . . tapi usaha nya sia sia karena tubuh ergi yang lebih besar darinya . . ergi terus melampiaskan hasrat nya tamla memperdulikan luna yang merintih kesakitan dan terus menangis . . sampai ergi mencapai puncak nya .


Ergi pun langsung tertidur di samping luna karena kelelahan. . tapi luna masih belum berhenti dengan tangisan nya. . di lihat tubuh nya yg sudah tak berbusana. . dan kecupan ergi yg membebekas di beberapa bagian tubuhnya . . luna mersa sangat jijik dengan tubuhnya sendiri . . dia juga melihat sprai san bercak darah. . yang mungkin itu adalah darah dari **** nya yang menandakan dia sudah tidak perawan lagi . . luna pun semakin terisak melihat itu. .

__ADS_1


harga diri yang dia jaga yang harusnya dia berikan pada suami nya tapi telah di renggut paksa oleh ergi. .


" kenapa kamu tega melakukan ini pada ku gie. . apa salah ku sampai kau melakukan ini padaku gie. . bukan kah dulu kau bilang kau mencintai ku. . apa kah ini yang dinamakan cinta ? ?  gumam luna sambil terus menangis sampai akhirnya dia tertidur karena sudah lelah menangis .


__ADS_2