My Step Brother

My Step Brother
Perpecahan


__ADS_3

Siang itu ergi pun sudah menunggu luna keluar dari sekolah di depan gerbang


" yuk pulang  " ucap luna saat menghampiri ergi


ergi pun segera membawa motor nya ke suatu tempat


" gie kita mau kemna ?  ko bukan ke arah pulang ? ? "  ucap luna binggung


" tenang aja aku punya kejutan buat kamu hari ini "


setelah menempuh perjalanan yang ckup jauh sampai lah mereka di sebuah bukit , lokasinya memang lumayan jauh dari kota


" gie kia mau ke mana sih ? ?  ko ke tempat kaya gini ? ? ? " ucap luna semakin bingung


" udah kamu tenang aja, yuk ikut aku " ergi pun menuntun luna ke atas bukit


" sebentar lg sampai , kamu tutup mata ya "


" apaan sih gie pake acara tutup mata segala"


" udah tutup aja " ergi pun menuntun luna berjalan dengan mata tertutup


" sekarang buka " ucap ergi


luna pun perlahan membuka mata nya dan dia pun tidak percaya dengan pemandangan di hadapan nya. . di sana terdapat danau kecil, dan terdapat banyak bunga bunga yang indah mengelilingi danau tersebut benar benar suasana yang menyejukan mata, susana yang jarang luna temui di kota.


" kamu suka ? ?  " tanya ergi


" suka. . indah. ." ucap luna


mereka pun duduk dan menikmati pemandangan di sana


" kamu tau dari mana gie tempat ini ? ? "


ergi pun terdiam beberapa saat saat mendengar pertanyaan luna

__ADS_1


" dari papa. . papah kandung ku "  ucap eegi lirih


luna pun tersentak mendengar jawaban nya , selama ergi menjadi saudara nya luna tak pernah tau  soal papah kandung ergi  , luna juga dulu merasa tidak ingin tau tentang itu.


" dulu aku hampir setiap akhir pekan ke sini aku, mama, dan papa. Dulu tempat ini sebenarnya bisa di bilang seperti tempat wisata banyak orang yang datang juga ke sini, tapi sekarang sudah sepi  , dan  tempat ini juga tak seindah dulu " ucap ergi mencoba mengingat masa lalu nya


" lalu di mana papah kandung kamu sekarang gie ?  apa dia masih hidup ?  " akhirnya pertanyaan itu terlontar dari bibir luna karena tidak bisa nenahan rasa penasaran nya


" aku engga tau dia dimana, semoga saja dia masih hidup  " ucap ergi lirih


" kenapa begitu gie?  biar bagaimana pun dia tetap papa kandung mu , apa kamu engga ingin mencari nya ? ? "


" untuk apa aku mencari nya, dia yang memutuskan meninggalkan aku dan mama  ,  dia selingkuh dengan wanita lain dan meninggalkan aku dan mama begitu saja "


Luna pun tersentak mendengar ucapan nya, dia merasa bersalah karena telah membuat ergi meingat kenangan pahit nya . .


" maaf. .  " ucap luna lirih


" semenjak kejadian itu aku benar benar merasa kecewa pada papa dan wanita itu, sampai tertanam di otak ku wanita yang pantas aku cinta hanya mama ku, karena aku berfikir mungkin semua wanita sama saja, tidak lebih dari makhluk penggoda, itu sebabnya aku menutup diri untuk wanita "


"  jujur awalnya aku benci karena aku enggak berharap mama ku menikah lg,. tapi makin lama engga tau kenapa aku selalu memperhatikan mu lun, aku menilai kamu berbeda dengan wanita lainnya . . ,  semakin lama aku semakin sadar kalau aku suka kamu , tapi aku engga tau bagaimana cara menunjukkan nya, dan aku engga punya keberanian untuk itu, karena kamu saudara aku. . sampai aku putuskan aku akan terima semua resiko untuk dapatkan kamu lun "  ucap ergi sambil menatap luna.


Luna pun benar benar tersentuh dengan ucapan ergi, dia benar benar tidak tau kalau selama ni ergi diam diam menyukai nya . Ergi pun memegang lembut pipi luna dan mencium bibir luna dengan lembut  ,  luna pun menikmati ciuman itu untuk beberapa saat sampai ergi melepas nya dan luna memelih bersandar di bahu ergi. Pria yang benar benar dia cintai .Sampai hari sudah mulai sore mereka pun memutuskan untuk pulang  ,   karena perjalanan yang cukup jauh mereka sampai di rumah cukup malam .


" kita kemalanan gie gimana kalau papa sama papa marah ?  apa lagi kita pergi barengan ?  " ucap luna resah


" tenang aja tadi pagi mama bilang kalau mama sama papa bakal ke luar kota untuk beberapa hari " ergi berusaha menenangkan


mereka pun mulai memasuki rumah ,  terlihat rumah yang gelap , karena di tinggal pemiliknya dari pagi


" kamu langsung tidur ya..aku sayang kamu "  ucap ergi sambil mencium kening luna


tapi tiba-tiba saja lampu di ruangan itu menyalah , dan terihat papa dan mama yang sedang memperhatikan kami. . mereka pun langsung menghampiri aku dan ergi.


" PLAAK ! ! !  papa pun dengan keras menampar wajah ergi

__ADS_1


aku pun benar-benar terkejut dengan apa yang di lakukan papa


" apa maksud semua ni ? ? apa yang kalian lakukan ? ?  kamu mencintai luna !? ? ! !   " ucap papa dengan wajah yang sangat marah


" JAWAB ERGI ! ! ! ! "


" iya pah aku mencintai luna "


papa yang mendengar itu pun langsung mengerakan tangan nya untuk kembali menampar ergi, tapi mama mrnahanya.


" jangan pah, jangan tampar ergi lg " ucap mama sambil menangis


" ergi dari pertama kamu tinggal di sini sudah saya jelaskan anggap luna seperti adik mu, bukan malah memacari nya ! ! !  keluar kamu dari rumah ini ! ! "


" mas apa maksud kamu mengusir anak aku mas ?  harusnya kamu salahkan juga anak mu, kalau luna tidak menggoda ergi pasti ergi engga akan seperti ini ! ! !  " ucap mama dengan nada tinggi


" tutup mulut kamu !  luna anak aku tidak mungkin seperti itu ! !  anak kamu saja yang tidak tau di untung dia sudah tinggal di sini dengan segala fasilitas yang ssya berikan tapi ini balasan nya ? ? ! ! !  " ucap papa dengan wajah yang semakin marah. .


" oh gitu jadi ternyata seperti ini kamu mas, baik kalau begitu akudan anak ku akan pergi dari rumah ini, aku menyesal sudah menikah sama kamu mas ! ! ! "


" PERGI ! !  PERGI SAJA KALIAN DARI SINI ! !  " ucap papa dengan nada yang sangat keras


" pah. ."   luna pun berusaha menenangkan


" Diam kamu luna ! ! "  sentak papa


luna yang melihat pemandangan ni pun hanya bisa menangis , dia benar benar tidak menyangka hubungan nya dengan ergi benar benar menjadi malapetaka untuk keluarga nya ! !


bagaimana dia menyelesaikan semua ini ? ?


apa dia harus berpisah dengan ergi pria yang benar benar dia cintai saat ini ? ?


 


 

__ADS_1


__ADS_2