
" BUUUUKKHH" pagi itu afif pun mendaratkan bogem mentah ke wajah ergi saat ergi baru memasuki ruangan nya afif beberapa kali memukul wajah ergi hingga ergi tersungkur ke lantai dan hidung nya mulai mengeluarkan darah
" gue bener bener engga ngerti cowok macam apa loe ini???!!! " ucap afif sambil menarik kerah kemeja ergi dengan penuh emosi
Ergi pun hanya tersenyum kecut merespon perkataan afif..
" harus nya dari awal luna engga pernah menikah sama loe!!!! loe tau dari awal masuk SMA gue sudah sangat menyukai luna, tapi loe dateng dan merebut luna dari gue.. loe sadar waktu itu loe masih jadi saudara nya tapi loe tetap memaksakan ego loe.. dan sekarang loe buat luna menderita, loe bener bener cowok enggak punya otak !!!! " umpt afif
ergi pun melepaskan paksa tangan afif dari kerah kemeja nya.
" kenapa loe marah sama gue harusnya loe bersyukur karena gue melepas luna dan loe bisa mengambil nya kembali " ucap ergi sambil tersenyum
" BUUUKKHHH" afif kembali memukul wajah ergi..
" loe fikir luna sampah???!! yang setelah loe pakai bisa loe buang sesuka hati loe???!! denger, jangan sekali kali menyakiti luna lagi, atau gue akan berbuat lebih jauh dari ini!!! " ucap afif yang langsung meninggalkan ergi yang masih tersungkur di lantai
ergi pun hanya terdiam sambil mencoba mengusap darah yang keluar dari hidung nya..
ergi mulai memikirkan apa yang barusan di ucapkan afif..
" mungkin benar yang dia katakan.. andai saja dulu aku tidak memaksakan ego ku untuk memiliki mu mungkin ini tidak akan terjadi.. harusnya sejak awal aku tidak boleh mencintai mu luna.. karena kamu saudara ku.. sejak awal aku memang salah.. maafkan aku luns.. maafkan aku selalu membuat kamu menderita karena ego ku" gumam ergi lirih..
**********
Sudah 2 minggu luna meninggalkan rumah, ergi juga tidak pernah menghubungi nya..
" tok, tok, tok" terdengar suara ketukan pintu siang itu luna pun bergegas membuka nya
" afif?? " ucap luna yang melihat afif sudah tersenyum di hadapan nya.. luna pun mempersilahkan afif masuk dan duduk..
" ada apa kesini?? " ucap luna
" luna, aku ingin mengajak mu jalan jalan " jawab afif sambil tersenyum
" jalan jalan?? " jawab luna sambil mengerutkan kening nya
" mama.. " ucap rania dari balik pintu kamar yang melihat afif dan luna
" sayang, sini.. ada om afif cepat beri salam " jawab luna sambil tersenyum dan rania pun menghampiri afif dan mencium tangan nya
" Rania kamu pasti jenuh di rumah, bagaimana kalau kita jalan jalan keluar??" ucap afif sambil tersenyum
" jalan jalan ke mana om?? "
" heeemm.. bagaimana kalau kita ke mall ke arena permainan.. kamu mau kan?? " bujuk afif
" bener?? mau.. aku mau.. " jawab rania dengan suara manja nya
" iya, yaudah kamu siap siap, kita berangkat sekarang ya"
" asik.. ayo mah rania mau pakai baju yang bagus" ucap rania sambil mrnarik luna ke kamar nya
Mereka pun menghabiskan waktu hari itu di wahana permainan anak.. luna terus tersenyum melihat rania yang sedang bermain dan tampak gembira..
__ADS_1
" luna.. aku mau bicara " ucap afif sambil menatap luna di samping nya
" bicara apa?? " jawab luna dengan ekspresi binggung
" kita bicara di sana saja ya " ucap afif sambil menunjuk bangku kosong tak jauh dari wahana permainan tersebut
afif pun menuntun luna ke bangku tersebut
" mau bicara apa fif?? ko serius banget kayaknya?? " ucap luna dengan ekspresi semakin binggung
" luna, aku punya sesuatu untuk mu " ucap afif sambil menunjukkan sebuah kotak kecil dan membuka kotak tersebut di hadapan luna
" cincin?? " ujar luna yang tampak terkejut
" iya, aku mencintaimu luna " ucap afif sambil menatap luna
" apa maksudnya?? aku belum bercerai dengan ergi?? "
" luna aku tau itu.. tapi kamu tau kan sudah sejak lama aku menyukai mu luna.. sampai saat ini aku tetap menyukai mu " ucap afif
" maaf, aku tidak bisa menerima ini " tolak luna dengan ekspresi sedih
" luna aku tau mungkin ini terlalu cepat.. aku hanya ingin kamu tau aku akan selalu di samping mu.. lupakan ergi luna.. aku akan selalu berusaha membahagiakan mu.. aku akan menunggu sampai kamu benar-benar berpisah dengan nya dan mau menerima ku " ucap afif sambil terus menatap luna
Luna pun hanya terdiam mendengar ucapan afif, luna tidak menyangka kalau afif akan melakukan ini..
" aku ingin melihat rania dulu " ucap luna yang berusaha menghidar dan meninggalkan afif yang masih duduk di kursi dengan wajah yang sedih
Pagi itu ergi melakukan aktivitas nya seperti biasa di kantor..
" pak ada yang ingin bertemu dengan bapak " ucap nadia setelah mengetuk pintu
" siapa?? " ergi memutar bola mata nya dan melihat mama nya sudah berdiri di belakang nadia
" silakan masuk " ucap nya
" apa ada yang perlu di bicara kan lagi?? " ucap ergi begitu mama nya sudah duduk di hadapan nya
" tenang lah, aku ke sini membawa kejutan untuk mu" jawab mama ergi sambil tersenyum
"kejutan?? " ergi mengerutkan kening nya
" lihatlah ini " ucap nya seraya mengeluhkan beberapa foto dari tas tas nya
ergi pun membuatkan mata nya melihat dengan seksama foto tersebut tampak afif yang tengah memberikan cincin dan memegang tangan luna di foto itu.. ergi pun mengalihkan pandangan nya sejenak seraya menahan sesak di dada nya..
" bagaimana, foto yang bagus bukan?? dia sudah bermesraan dengan pria lain padahal kalian belum bercerai" ucap mama ergi sambil tersenyum kembali
" baguslah " jawab ergi dengan nada dingin
" kamu ingin tau apa percakapan mereka?? afif mengajak nya untuk menikah dan luna meng iya kan ajakan nya.. mereka akan segera menikah setelah luna mengurus perceraian nya dengan mu " ucap mama ergi
mata ergi pun mulai memerah mendengar ucapan mama nya tersebut.. perkataan itu benar-benar menusuk hati nya
__ADS_1
" sebaiknya kamu cepat urus surat perceraian mu dengan nya.. agar dia bisa lebih cepat bahagia " ucap mama ergi yang langsung meninggalkan ruangan ergi
**********
Sore hari ergi pun kembali ke rumahnya dengan perasaan gusar...
ergi merebahkan tubuhnya di ranjang sambil terus memandangi foto tersebut..
" secepat ini luna?? secepat ini rupanya kamu melupakan ku?? aku baik-baik saja luna.. aku senang mendengar nya.. aku senang melihat mu bahagia.. karena aku mencintaimu Safaluna " gumam ergi sambil meneteskan air mata
ergi pun mencoba bangkit dari ranjang nya untuk mandi.. tiba-tiba saja kepala nya terasa sakit kembali
" sakit sekali kepala ku.. ini sakit sekali.. Aaaaarrrgghh.. " desis ergi sambil memegangi kepala nya dan mencoba mengambil obat yang ada di laci meja nya.. tangan ergi terus meraba laci itu dengan gemetar sampai pandangan nya menjadi kabur dan gelap...
"tok, tok, tok" bi inah mencoba mengetuk pintu kamar ergi beberapa kali tapi tak ada jawaban
" pak, sudah waktunya makan malam " ucap bi inah tapi tak juga mendapat jawaban.. bi inah pun mencoba membuka pintu kamar ergi yang tidak terkunci
"Astagfirulloh.. pak!!! bapak kenapa??!!!" pekik bi inah yang melihat ergi di lantai tak sadar kan diri
Bi inah pun segera berlari menemui pak anto dan bergegas membawa ergi ke rumah sakit.. pak anto segera menemui revan dan memberitahu keadaan ergi.. revan pun bergegas melakukan tindakan medis pada ergi..
tak lama revan pun keluar dari ruang IGD dan menemui pak anto yang tampak cemas..
" kondisi nya semakin lemah.. kalau dia tidak mengizinkan kita memberitahu istrinya kita harus tetap memberi tau keluarga nya.. bapak tau di mana ibunya ergi?? segera bawa dia ke sini " ucap revan
" baik pak " pak anto pun bergegas keluar rumah sakit untuk menemui mama ergi
tak lama mama ergi pun tiba di rumah sakit dan langsung menemui revan yang sudah menunggu di ruang IGD..
" APA?? APA YANG TERJADI DENGAN PUTRA KU?? " pekik mama ergi sambil menangis dan melihat ergi sudah terbaring lemah dengan alat medis di tubuhnya
" maafkan saya, saya baru memberi tau ini karena ergi melarang saya untuk memberi tau pada siapa pun, ergi selama ini menderita kanker otak " ucap revan
" APA??? KANKER OTAK?? " ucap mama ergi yang nampak terkejut
" iya.. penyakit ini sudah cukup lama di derita nya tapi ergi baru memeriksanya saat penyakit ini sudah sangat parah.. ergi juga melarang saya untuk memberi tau siapa pun termasuk istrinya " jawab revan
" ergi tidak memberi tau istrinya?? " mama ergi semakin terkejut dengan ucapan revan
" tidak "
" ergi kamu kenapa melakukan ini sayang.. kenapa kamu pendam ini semua sendiri.. tolong.. tolong selamat kan putra
saya.. dia putra saya satu satu nya.. tolong selamat kan dia " ucap mama ergi sambil terus menangis
" saya berniat akan segera membawa ergi ke singapore, untuk melakukan tindakan medis di sana.. aoa ibu setuju?? " tanya revan
" LAKUKAN, LAKUKAN APA SAJA UNTUK MENYELAMATKAN PUTRA SAYA "pekik mama ergi sambil terus menangis
haiii guys..enggak terasa nih mungkin tinggal 2 atau 3 episode lagi novel ini akan end... yang masih setia membaca mana nih suaranya?? 🤗🤗
tetap stay tuned ya.. ❤️❤️❤️
__ADS_1