
Siang itu luna mencoba menghasilkan raffa di kamarnya yang baru saja pulang sekolah.
"sayang, mama boleh masuk? " sambil melihat raffa yang sedang duduk di ranjang dan fokus dengan handphone nya
" oh, masuk aja mah " sahutnya
Luna pun mulai duduk di samping raffa dan sejenak menatap lekat wajah putranya yang memang telah tumbuh dewasa
" sayang, ada yang mau mama tanyakan "
" apa? " tanya raffa sambil terus fokus pada layar handphone nya
" emm.. soal ucapan mu kemarin malam, kenapa kamu ingin cepat cepat menikah? "
" kalau tidak di ijinkan tidak usah di bahas lagi lah " jawab raffa ketus
" bukannya tidak mengijinkan, tapi alasan kamu saja mama dan papa tidak tau? "
Raffa pun hanya terdiam dan seolah enggan untuk menjawab nya
" sayang, cerita donk sama mama, papa mu itu sangat khawatir, bahkan mengira kamu telah menghamili wanita sampai kamu bicara seperti itu " ucap luna
Raffa menoleh ke arah luna
" aku tidak seburuk itu " ucap raffa sambil tersenyum kecut mendengar ucapan mama nya
" mama tau kamu enggak seperti itu, tapi bisa kamu kasih penjelasan kenapa kamu bicara seperti itu? " desak luna
" karena safira, aku mencintainya " ucap raffa
__ADS_1
" mama tau kamu cinta safira, mama juga enggak keberatan kalau kamu berpacaran dengan nya tapi tidak untuk cepat cepat menikah sayang " luna mencoba memberi penjelasan
" fira tidak menerima aku, karena setelah lulus sekolah dia akan menikah untuk memperbaiki ekonomi keluarganya " ucap raffa
luna pun cukup terkejut dengan apa yang di ucapkan raffa dan seketika luna mengerti kenapa raffa ingin cepat menikah dengan fira.
" bisa mama tolong aku? " tanya raffa sambil menatap tajam luna
" minta tolong apa? "
" jelaskan pada Papa tentang ini, berlilah pengertian kalau aku sungguh sungguh dengan ucapan ku dan aku tidak akan main main dengan pernikahan ku, aku tau fira juga menyukai aku "
Entah kenapa luna merasa tersentuh dengan ucapan putranya walaupun luna pesimis dengan respon ergi jika mendengar ini, karena luna tau watak ergi sangat lah keras.
" iya nanti mama coba bicarakan pada papa " ucap luna sambil tersenyum. senyum pun merekah di wajah raffa mendengar ucapan mama nya.
***
" sayang " panggil luna
" iya sayang.. pasti lagi ingin itu ya? tunggu ya sebentar lagi " sahut ergi sambil tersenyum
" kamu tuh.. bukan itu, aku mau bicara soal raffa"
Ergi pun memicingkan matanya yang sedang menatap layar layar laptopnya dan langsung menunda pekerjaan nya
" apa kamu sudah bicara dengan nya? " sambil menatap luna dengan tajam
" iya "
__ADS_1
" lalu bagaimana? apa dia menghamili wanita? "
" tidak "
" syukurlah " ucap ergi yang merasa lega karena putranya tidak berbuat seperti yang dia fikirkan
" tapi dia tetap ingin cepat menikah dengan safira"
" berilah pengertian boleh saja berpacaran tapi tidak usah buru buru menikah " sahut ergi dengan santai sambil kembali menatap layar laptop nya
" dia ingin menikah karena safira akan segera menikah dengan pria lain setelah lulus sekolah "
" ya sudah cari saja wanita lain, anak itu apa tidak bisa dia menyukai wanita lain "
" apa kamu bisa menyukai wanita lain selain aku gie? " tanya luna yang sontak saja membuat ergi menoleh ke arahnya
" kenapa jadi bertanya seperti itu ke aku? " ucap ergi yang tidak mengerti dengan perkataan luna
" sewaktu sekolah juga kamu hanya menyukai aku kan? apa kamu tidak sadar kalau raffa mempunyai watak yang sama persis seperti kamu? cobalah mengerti gie " sahut luna yang mulai menyadari kalau putranya benar-benar mempunyai watak yang keras seperti ergi jika menginginkan sesuatu
" lalu aku harus seperti apa? " tanya ergi sambil menatap luna semakin tajam
" biarkan saja raffa menikah gie , dia tetap bisa berkuliah dan kita bisa membantu nya sampai dia lulus kuliah dan berkerja di perusahaan kamu kan? " luna mencoba mengutarakan pemikirannya
" dia tidak akan bisa bertanggung jawab kalau seperti itu, tidak aku tidak ingin dia seperti itu, kamu tau kenapa aku berkerja keras? aku ingin anak anak ku menjadi orang yang sukses aku tidak ingin mereka menikah muda dan mengalami lika liku rumah tangga seperti kita dulu " tegas ergi
" gie, asalkan mereka saling mencintai pasti mereka bisa melewati itu " luna tetao berusaha membujuk
" tidak luna, aku rasa gadis yang bernama safira itu membawa pengaruh yang tidak baik untuk raffa"
__ADS_1
" tidak gie, aku yakin safira itu gadis yang baik.. percaya padaku, biarkan mereka menikah "
" jangan menilai orang terlalu cepat luna! dan aku tegaskan lagi kalau aku tidak mengijinkan raffa menikah ! mengerti kamu! " sentak ergi sambil berlalu pergi meninggalkan kamarnya dan luna yang masih diam mematung.