My Step Brother

My Step Brother
hilang arah


__ADS_3

Luna pun hanya bisa menangis sepanjang pagi itu setelah melihat hasil tespek nya, dia tak tau apa yang harus di lakukan nya, dia tidak bisa membayangkan jika papa nya tau tentang ini , pasti itu akan membuat papa nya marah sekaligus kecewa terlebih jika papa tau ergi lah yang telah menghamili nya papa nya juga pasti akan semakin membeci ergi. .  luna juga tidak mungkin menggugurkan bayi yang tidak berdosa itu. .


 " kenapa kamu selalu membuat hidup ku berantakan gie. . kenapa kamu tidak pernah lepas dari hidup ku gie" gumam luna sambil terus meneteskan air mata.


 


Pagi itu ergi melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 08.30 , dia pun beranjak dari tempat tidur nya dan bergegas ke kampus dengan cepat karena kesiangan , dia pun memilih tidak menjemput luna pagi itu karena berfikir luna pasti sudah berangkat karena memang sudah siang. .


begitu selesai mata kuliah ergi pun langsung bergegas ke kelas luna , bola mata nya terus berputar mencari luna yang tak kunjung di lihat nya. .


" ra loe lihat luna engga ?  " tanya ergi pada rara yang sedang merapihkan bukunya


" luna engga masuk kuliah hari ini gie, gue udah coba telepon tadi tapi handphone nya engga bisa di hubungi " jawab rara


ergi pun langsung bergegas meninggalkan rara. .


tumben ergi nanyain cewek . . aneh. . gumam rara binggung


 


Ergi pun segera mengeluarkan handphone untuk menghubungi luna, , tapi no nya tidak bisa di hubungi . .


" kemna kamu ? ?  kenapa tidak masuk kuliah dan tidak bisa di hubungi "  gumam ergi panik


ergi pun bergegas keluar kampus dan menuju apartemen luna. . .


sampai di apartemen di lihat nya luna yang sedang duduk di sofa dengan tatapan yang kosong . .


" kemana saja kamu ? ?  kenapa tidak masuk kuliah hari ini ? "  tanya ergi yang langsung menhampiri luna di sofa


" pegilah. . aku tidak ingin bertemu dengan siapa pun hari ini "  ucap luna sambil melangkah menjauhi ergi. . tapi ergi menahan lengan luna. .

__ADS_1


" jangan bersikap aneh pada ku ! !  apa kamu habis bertemu dengan pria  lain barusan ? ? ! ! !  " ucap ergi dengan penuh emosi


" pergi dari sini dari gie ! !  aku benar benar ingin sendiri ! ! "  teriak luna


" jangan menamancing emosi ku luna ! ! !  kenapa sikap mu semakin aneh , ?  ada pria lain di hati mu kan ? ?! ! "  ucap ergi yang semakin emosi.


" berhentilah menuduh ku ! !  aku tidak mungkin berhubungan dengan pria lain karena aku sedang mengandung anak mu ! ! ! ! "  ucap luna sambil menangis


" apa maksud mu ? ?  " tanya ergi dengan ekspresi wajah yang binggung


luna pun berjalan menuju toilet dan mengambil tespek yang tadi dia gunakan


" lihat ! !  lihat lah ini ! ! ! "   ucap luna sambil memberikan tespek itu pada ergi


" kamu. . .  " ucap ergi dengan wajah yang sangat terkejut sekaligus tidak percaya


" iya. .  aku hamil ! ! ! !  aku hamil karena perbuatan mu gie. . puas kamu ? ?  puas kamu sudah menghancurkan hidup ku ? ? ?  ! ! !"   ucap luna sambil terus menangis


" sekarang apa lagi yang kau mau dari ku gie ? ?  kamu sudah mendapatkan semua nya ? ?  kamu juga sudah berhasil menghancurkan hidup ku . . apa lagi gie ? ?  apa lagi ? ? "  ucap luna dengan nada terbata bata


ergi pun langsung memeluk luna dan berusaha menenangkan nya . .


" aku minta maaf . . aku tak mengira kalau semua aka seperti ini. . tenanglah. . aku pasti akan bertanggung jawab. ."


luna yang mendengar perkataan ergi pun langsung melepaskan pelukan nya .


" tanggung jawab ? ?  bagaimana caranya kamu bertanggung jawab ? ?  kamu tau papa ku sangat membenci mu ? ?  mama juga sangat membenci ku? ?  mereka tidak akan menerima ini semua  gie , kenapa kamu selalu membuat hidup ku rumit gie ! ! ! "


" percaya lah padaku . . aku akan menyelesaikan ini. . aku akan cari waktu yang tepat untuk bicara pada papa mu dulu. . " ucap ergi sambil mengusap air mata luna dan memeluk nya kembali . .


Ergi pun terus berusaha menenangkan luna , yang terus menangis . . sampai luna sudah terlihat lebih tenang . .

__ADS_1


" kamu sudah makan ? ? "  tanya ergi sambil memegang lembut pipinya


luna hanya mengelengkan kepalanya


" tunggu lah di sini , aku akan memebelikan makanan untuk mu. . " ucap ergi yang langsung beranjak pergi dari luna


saat ergi handak keluar dari apartemen nya dia mendengar seperti ada yang memanggil namanya


" ergi ! !  "  ucap suara wanita di belakang nya


" mama ? ?  " ucap ergi sedikit terkejut melihat mama nya di apartemen itu


" sedang apa kamu di sini ? "


" aku sedang mengecek situasi di sini, bukan kah mama yang menyuruh ku agar lebih sering mengecek apartemen .. "ucap ergi yang berusaha terlihat tenang


" baguslah kalau begitu . ."  jawab mama yang sebenarnya sedikit curiga , karena memang dia telah mengatasnamakan ergi untuk beberapa apartemen miliknya tapi ergi terlihat tidak begitu perduli dan hanya beberapa kali saja mengecek nya itu pun jika sudah di suruh oleh nya .


Ergi pun langsung bergegas keluar meninggalkan mama nya. ..


" mbak apa benar ergi sering ke sini ? ?  untuk mengecek? "  tanya mama nya pada resepsionis di ssna karena merasa aneh dengan tingkah anak nya .


" iya bu. . pak ergi akhir akhir ini memang sering datang untuk mengecek. . tapi pak ergi juga beberapa kali sering meminta kunci cadangan untuk sebuah kamar. ."  jawab resepsionis tersebut


" kunci cadangan ? ?  apa kamar tersebut ada yang menempati ? ? "  ucap mama binggung


" ada bu. . kamar tersebut ada yang menempati . . . ."


" beritahu saya berapa nomer kamarnya . . " ucap mama ergi semakin penasaran


sesaat kemudian terdengar suara handphone nya berbunyi . . ." oh. . oke . . saya akan segera kesana . ." ucap mama ergi menjawab teleponya dia pun bergegas meninggalkan apartemen tersebut dan menunda obrolan nya dengan resepsionis di sana.

__ADS_1


__ADS_2