
Pagi hari luna pun mulai membuka matanya.. luna hendak bangkit untuk duduk di ranjang tapi tiba-tiba tangan ergi memegang erat pinggang nya...
" mau ke mana?? " bisik ergi sambil memeluk tubuh luna
" mau mandi " jawab luna
" heemmm.. mandi bareng saja ya.. " ucap ergi
" tidak gie.. aku ingin mandi sendiri " tolak luna
" hati ku sakit sekali selalu di tolak dengan istri ku.. " goda ergi
" tidak gie, aku hanya takut kalau kita mandi bareng nanti kamu ingin lagi " ucap luna
" lho.. memang nya kenapa kalau aku ingin lagi?? "
" pinggang ku terasa mau patah.. lagi pula semalam kita sudah melakukan nya beberapa kali " keluh luna
ergi pun langsung tertawa mendengar ucapan luna..
" kenapa tertawa?? tanya luna dengan sedikit cemberut
" tidak apa apa, aku hanya merasa sedikit lucu dan bersalah karena seperti nya sudah menyiksa istri ku di ranjang " ucap ergi dengan sedikit tertawa
" sudah menyiksa ku tapi kenapa begitu bahagia.. " ucap luna
" sungguh merasa tersiksa?? bukan nikmat?? " tanya ergi sambil mendekatkan wajah nya ke luna
" heemm.. aku juga menikmati nya " ucap luna dengan sedikit malu malu
" aku menginginkan nya lagi jika kamu menikmati nya " ucap ergi yang langsung mencium bibir luna.. dan kembali menikmati tubuh luna pagi itu.
Setelah 3 hari di bali ergi dan luna pun kembali ke Jakarta.. ergi pun kembali melakukan aktivitas nya seperti biasa...
" *luna siang ini datang ke kantor ku ya " ucap ergi via telepon
" ada apa?? " tanya luna
" pokoknya datang saja " ucap ergi yang langsung menutup telepon nya*.
Tak lama luna pun datang ke kantor ergi, ergi pun langsung mengajak nya keluar kantor dan menuju suatu tempat
" kita mau ke mana gie?? " tanya luna penasaran
" sebentar lagi sampai, kamu tutup mata ya " ucap ergi
ergi pun menuntun luna keluar mobil begitu sampai di tempat tujuan..
" sekarang buka " ucap ergi
luna pun membuka matanya, luna merasa seperti ada di sebuah toko kosong.. toko yang lumayan besar dengan desain yang cantik..
" seperti toko.. toko siapa ini?? " tanya luna
" ini toko mu Safaluna.. ini toko kue untuk mu" jawab ergi sambil tersenyum
__ADS_1
" sungguh??? " ucap luna dengan wajah tak percaya
" iya.. "
Luna pun langsung memeluk ergi.. luna sangat senang ergi benar benar membuatkan toko kue untuk nya.. karena luna memang senang membuat kue.. sudah lama dia ingin mempunyai sebuah toko dan bisa langsung menjual kreasi nya..
" ini belum selesai nanti pak anto akan membantu mu sampai toko ini rapih .. kamu juga bisa mencari karyawan agar kamu tidak terlalu repot.. " ucap ergi
" terima kasih ya.. aku benar benar senang " ucap luna sambil terus tersenyum
" aku juga senang jika kamu senang " jawab ergi
luna pun terus berjalan melihat lihat toko nya yang lumayan besar..
ergi hanya duduk tersenyum melihat luna yang sangat gembira..
Entah kenapa tiba-tiba saja ergi merasa kepala nya sangat sakit.. sakit sekali.. ergi pun terus memegangi kepala nya..
" ergi kamu kenapa?? tanya luna saat menghampiri ergi yang terus memegangi kepala nya
" entahlah, kepala ku sakit sekali.. seperti nya aku kelelahan " jawab ergi
" ergi wajah kamu pucat banget.. kita ke dokter ya sekarang " ucap luna yang mulai panik begitu melihat wajah ergi yang mulai memucat
" tidak, tidak usah.. ini sudah biasa nanti juga hilang sendiri " tolak ergi
" sudah biasa?? kamu sering seperti ini?? sejak kapan?? sudah pokoknya sekarang kita ke dokter " tegas luna
luna pun segera membawa ergi ke mobil.. untung lah saat ini ergi membawa supir nya jadi ergi tak perlu menyeti..
sebenarnya sudah lama ergi kerap merasa sakit kepala, dia juga sudah lama ingin bertemu teman nya di rumah sakit tersebut tapi ergi belum mempunyai waktu untuk bertemu dengan nya..
tak lama luna dan ergi pun sampai di rumah sakit tersebut dan bertemu dengan teman nya tersebut yang memang sedang ada di sana..
" gie.. kita tunggu hasilnya sebentar ya.. " ucap revan teman ergi setelah melakukan serangkaian pemeriksaan pada ergi
" iya.. gue tunggu di luar aja " ucap ergi yang langsung menunggu di luar ruangan..
saat sedang menunggu terdengar suara handphone luna berbunyi.. luna pun segera mengangkat nya..
" ada apa?? " tanya ergi saat luna sudah selesai menelepon
" itu.. kata bi inah rania nangis terus.. dia ingin aku cepat pulang.. " ucap luna dengan
wajah binggung
" yasudah kamu pulang duluan saja " ucap ergi
" tapi gie.. "
tidak apa apa luna.. tidak usah mengkhawatirkan ku.."
" yasudah aku pulang dulu ya.. aku pulang naik taxy saja nanti kamu pulang sama supir.. langsung pulang ya gie.. tidak usah ke kantor lagi.. " ucap luna
" iya sayang.. " jawab ergi sambil tersenyum
__ADS_1
luna pun bergegas meninggalkan rumah sakit..
setelah cukup lama menunggu revan pun memanggil ergi untuk masuk ke ruangan nya.. dan mempersilahkan nya duduk..
" sudah lama engga ketemu loe udah sukses aja gie " ucap revan basa basi
" loe juga lebih sukses " jawab ergi sambil tersenyum
" istri loe mana gie?? "
" dia udah pulang duluan.. ada urusan " jawab ergi
" oohhh... " ucap revan yang kemudian terdiam sejenak
" gimana hasilnya?? " tanya ergi yang mulai merasa aneh dengan sikap revan
Revan pun menarik nafas nya sambil menatap tajam ergi
" gue mau tanya, sejak kapan loe sakit kepala seperti ini?? " tanya revan dengan wajah yang mulai terlihat serius
" sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu lah.. "
" sering mual atau muntah juga?? " revan kembali bertanya
" kadang kadang seperti itu, emang nya kenapa?? " tanya ergi penasaran
" kenapa engga langsung periksa sejak dulu dulu gie?? "
" gue merasa baik baik aja.. sakit nya juga terkadang hilang " jawab ergi
" sebenarnya gue berat memberitahu ini.. tapi gue tetap harus memberitahu nya ke loe " ucap revan lirih
" maksud loe apa sih?? " ucap ergi sambil mengerutkan kening nya semakin tidak mengerti dengan ucapan revan
" gie.. dari hasil pemeriksaan barusan loe di diagnosa sakit kanker otak.. stadium akhir " ucap revan
" APA??? KANKER OTAK???!!!! " ucap ergi yang merasa sangat terkejut dengan ucapan revan
" iya gie.. maaf gue harus bilang yang sejujur jujur nya " jawab revan
" van.. loe tuh kalau masih amatir jangan praktek di sini lah!!! gue engga percaya sama ucapan loe!!! " ucap ergi dengan emosi
" gie.. gue tau loe engga mudah percaya sama semua ini.. loe bisa periksa ke rumah sakit lain kalau loe engga percaya " ucap revan
Ergi pun hanya terdiam mendengar ucapan revan.. ergi merasa ucapan revan seperti petir untuk nya..
" gue yakin.. gue cuma sakit migran biasa " ucap ergi dengan nada yang mulai bergetar
" gue ngerti perasaan loe.. karena ini penyakit serius gue juga engga mau terburu buru memvonis loe.. besok loe ke sini lagi.. besok kita akan melakukan serangkaian pemeriksaan lagi.. supaya loe benar-benar yakin dengan hasilnya.. gimana?? ucap revan
Ergi pun hanya mengangguk pelan mendengar ucapan revan..
ergi pun segera keluar dari ruangan revan.. dia kembali duduk di luar ruangan dengan wajah yang gusar sekaligus tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan..
" Ya tuhan.. kenapa di saat semua nya lebih baik.. tapi malah kesehatan ku yang memburuk.. bagaimana jika aku sampai meninggal karena penyakit ini.. siapa yang akan menjaga luna dan rania.. " ucap ergi sambil mengusap kasar wajah nya dengan perasaan yang sangat sedih
__ADS_1