My Step Brother

My Step Brother
Kejutan terburuk!


__ADS_3

Luna pun membaringkan diri nya di kasur sambil terus meneteskan air mata,  setelah berusaha membuat ergi keluar dari apartemen nya . . luna benar benar sedih dengan sikap ergi yang semakin kasar dan posesif terhadap nya, luna .meresa tertekan dengan hubungan ini, dia ingin sekali lepas dari ergi tapi itu terasa sulit untuk nya. .


"teeeeeettt. . teeeeeettt . . terdengar suara bel apartemen berbunyi , luna pun segera bangun dan menghapus air matanya untuk membuka pintu , terlihat sosok pria yang tersenyum pada nya di balik pintu . .


" Papa ! ! ! "  ucap luna hiseteris sambil memeluk papa nya


" bagaimana kabar mu sayang ?  " ucap papa


" baik pah. . aku rindu papa. . " ucap luna sambil meneteskan air mata


" lho kamu ko nangis. . sudah jangan nangis . . " ucap papa sambil memasuki apartemen dan mulai duduk di sofa dengan luna.


" papa ko engga bilang mau ke sini ? ? "  ucap luna


" iya papa mau buat kejutan untuk mu. . sudah jangan nangis lagi , lihat tuh baru beberapa hari saja tinggal di sini kamu sudah keliatan kurus . ."  ledek papa yang mencoba menghibur putri nya yang terlihat sangat muram tak seperti biasanya . . luna pun hanya tersenyum mendengar ucapan papa nya


." oia bagaimana kalau kita makan malam , sudah lama kita tidak makan malam ber 2.. " ucap papa


" beneran pah ?  yaudah aku ganti baju dulu ya. . " ucap luna sambil tersenyum


 


Papa pun mengajak luna ke sebuah restoran malam itu, luna merasa sangat senang , karena jarang sekali papa meluangkan waktu untuk nya terlebih sekarang luna tidak tinggal satu rumah dengan papa nya.


mereka pun mulai memesan makanan di sana .


" bagaimana kuliah mu sayang ?  lancar ? "  ucap papa memulai percakapan


luna pun terdiam sejenak mendengar pertanyaan papa nya sebenarnya dia ingin pindah dari kampus itu karena ada ergi di sana tapi luna mengirungkan niat nya untuk menceritakan itu karena tak mau papa nya semakin pusing terlebih ergi sudah mengancam nya.


" iya pah kuliah aku lancar kok. ."  ucap luna sambil berusaha tersenyum


" baguslah. . lalu apa kamu sudah punya pacar ? ?  " luna pun merasa aneh mendengar pertanyaan papa nya itu

__ADS_1


" belum pah luna belum punya pacar . ."


" lalu bagaimana dengan ergi apa kamu masih bertemu atau berkomunikasi dengan nya ? ? "


jantung luna pun terasa berdebar mendengar pertanyaan itu. .


" tidak pah luna tidak pernah bertemu atau pun berkomunikasi dengan ergi. . " ucap luna berusaha menutupi yang sebenarnya


" baguslah . . papa harap dia tidak ada lagi di dunia ini " ucap papa


luna pun  terkejut mendengar ucapan papa seperti nya papa masih sangat membenci ergi


 " luna papa bermaksud akan menjodohkan mu dengan anak teman papa. . dia anak yang baik dia juga mapan , papa yakin dia bisa menjadi suami yang baik untuk mu "  ucap papa mengutarakan maksudnya


" uhuk. . uhuk. . luna yang sedang minum pun tersendak mendengar ucapan papa nya


Luna menjadi takut untuk menikah setelah ergi menodai nya dia takut suami nya kelak akan menilai nya wanita liar jika tau luna sudah tidak perawan lagi .


" tidak pah. . luna belum siap menikah " tolak luna


" tidak usah pah. . " luna tetap menolak


" tapi sayang . ."


" tolong mengerti aku pah. . aku ingin fokus kuliah dulu . ."  ucap luna


papa hanya bisa menghela nafas mendengar ucapan putrinya . . sampai makanan pun akhirnya datang dan mereka mulai menyantap nya. . baru satu suapan luna menyantap makanan itu tapi perut nya tiba-tiba terasa sangat mual. .


" pah luna ke toilet dulu. . " ucap luna.


di toilet perut luna pun semakin terasa mual dia pun memuntahkan sedikit makanan yang tadi di santap nya


" kenapa aku ?  apa aku masuk angin ? ? "  gumam luna sambil merasakan tubuhnya yang semakin tidak enak . . luna pun segera kembali ke meja makan nya.

__ADS_1


" kamu kenapa sayang ?  kamu sakit ?  " ucap papa heran yang melihat wajah luna mulai memucat


" iya pah luna engga enak badan . ."


" yaudah kalau gt kita berobat saja ya sekarang ?  " ucap papa panik


" engga usah pah. . paling cuma masuk angin biasa aja. . luna mau pulang aja"  luna berusaha menenangkan


papa pun segera mengantar nya pulang . .


" kamu istirahat ya. . papa pulang dulu. . " ucap papa


" iya pah. . " ucap luna yang langsung menunutup pintu apartemen nya


 


Luna pun duduk ternenung di ujung ranjang , kenapa badan nya sangat terasa tidak enak . . luna pun melihat kalender di meja dekat ranjang nya. . luna jadi teringat tanggal dia datang bulan , seperti nya harus nya dia sudah datang bulan sekarang . . jatung luna pun langsung berdegup kencang. .


" apa jangan jangan aku hamil ?  " gumam luna panik


aku harus memastikan nya , luna pun segera keluar dari apartemen nya untuk ke apotek untuk memebeli tespek. .


" besok pagi aku harus memastikan nya. . " gumam luna


 


Pagi pagi sekali luna pun sudah bangun . . dia pun segera membuka tespek nya untuk di celupkan ke urine nya pagi itu jantung nya pun berdegup sangat cepat dia pun menutup mata nya sejenak sambil berdoa semoga saja itu hanya pemikiran buruk nya. . luna pun mulai membuka matanya untuk melihat hasil tespek nya. .


tangan luna pun bergetar melihat garis dua di tespek nya . . tubuh nya menjadi sangat lemas. . air mata pun mulai membasahi pipi nya . .


" tidak . . ini tidak mungkin . . aku tidak mungkin hamil. . ini pasti salah " ucap luna dengan nada bergetar


luna pun terduduk lemas di toilet sambil terus menitihkan air mata . .

__ADS_1


" aku tidak mungkin hamil ! !  bagaimana ini. . aku harus berbuat apa ? ?  aku tidak mungkin menggugurkan kandungan ini. . bagaimana ini. . ."  guma luna sambil terus menangis


__ADS_2