My Step Brother

My Step Brother
Drama ergi part II


__ADS_3

Pagi itu luna pun bangun dengan mata yang sembab karena perkataan ergi yang menyakitkan..


luna tetap menyiapkan sarapan untuk ergi pagi itu.. walaupun ergi tidak pernah lagi menyantap sarapan nya..


" makanlah aku sudah memasak untuk mu "


ucap luna yang memandang ergi baru bangun tidur


" tidak usah lagi memasak untuk ku.. fokus lah saja dengan toko kue mu, bi inah saja yang memasak " ucap ergi


" kamu sudah tidak ingin makan masakan ku?? tanya luna dengan mata yang kembali berkaca keca mendengar ucapan ergi


" tidak " tegas ergi dan hendak meninggalkan luna keluar kamar


" tunggu " ucap luna sambil menahan lengan ergi


" ada apa lagi?? "


" hari ini hari libur.. aku ingin kita pergi bersama rania keluar "


" tidak bisa, aku akan pergi dengan teman ku "


" aku mohon, sekali ini saja.. aku rindu pergi keluar dengan mu "


" luna, apa perlu aku berkata kasar kembali padamu?? " ucap ergi sambil melepaskan tangan luna yang menahan nya dan berlalu pergi


Luna pun kembali menahan sesak di dada nya.. dengan air mata yang sudah tak dapat di bandung nya


" apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi?? benar benar tidak mencintai ku?? kenapa harus sesakit ini memperlakukan ku " gumam luna sambil terus menangis


************


Siang itu luna pun pergi ke toko kue untuk nya luna memang lebih sering menghabiskan waktu di toko bersama karyawan nya karena ergi sudah tak meluangkan waktu untuk bersama ma.


" Luna.. " ucap seorang pria saat luna sedang merapihkan toko nya


luna pun menoleh ke arah pria tersebut dan memperhatikan dengan seksama wajah pria tersebut


" afif??? " ucap luna yang terkejut dengan kedatangan afif


" iya aku afif.. luna aku senang sekali bisa bertemu kamu kembali " ucap afif sambil tersenyum dan memandangi wajah luna


" kamu kok bisa ada di sini?? sudah tidak di bandung?? " tanya luna dengan ekspresi binggung

__ADS_1


" aku sekarang berkerja di sini.. kebetulan aku lewat sini ingin membeli kue.. ternyata ketemu kamu " ucap afif


" ohh.. iya sudah lama sekali rasanya kita tidak bertemu " jawab luna sambil tersenyum


" iya sudah lama sekali.. tapi tak ada yang berubah kamu tetap cantik dan semakin cantik luna " ucap afif sambil terus memandang luna


luna pun hanya tersenyum mendengar ucapan afif


" mama.. ini siapa?? " ucap rania menargetkan mereka yang kebetulan sedang ada di toko.


" oh.. ini teman mama sayang.. cepat beri salam " jawab luna dan rania pun langsung mencium tangan afif


" ini anak mu luna?? " tanya afif sambil memandang wajah rania


" iya ini anak ku.. aku sudah menikah dengan ergi " jawab luna sambil tersenyum


" anak mu sangat mirip dengan mu.. sangat cantik " ucap afif sambil tersenyum


Untung saja anak ini wajah nya mirip dengan luna.. kalau mirip dengan si brengsek itu mungkin aku sudah muak melihat nya.. gumam afif


Siang itu ergi pun terus memfokuskan mata nya pada toko luna dari dalam mobil  tampak jelas luna yang tengah mengbrol dengan afif dari luar toko yang ber desain full kaca tersebut..


" sudah aku kira afif pasti akan langsung menemui luna hari ini.. dia ternyata benar benar masih mencintai luna.. baguslah luna.. semoga kamu bisa cepat menyukai afif dan melupakan aku..afif akan lebih baik dari ku.. dia akan selalu bisa menjaga mu " gumam ergi lirih..


***********


" tok, tok, tok "


" masuk " ucap ergi


" pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak?? " ucap nadia


" siapa?? "


" hay broo" ucap seorang pria dari balik pintu sambil tersenyum ke arah ergi


" Rico??? " ucap ergi yang merasa terkejut dengan kedatangan rico siang itu


" masih kenal gue?? gue kira udah lupa "


Ergi pun tersenyum dan memberi isyarat sekretaris nya untuk meninggalkan mereka dan mempersilahkan riko duduk di ruangan nya


" Gimna keadaan loe?? enak jadi orang kaya?? " ucap rico sambil tersenyum

__ADS_1


" Ya beginilah.. loe sendiri gimana jadi nikah lagi?? " jawab ergi sambil sedikit tertawa


" Ya kalau gue jadi loe sih udah pasti gue nikah lagi.. kerjaan gue masih gini gini aja mah punya istri satu aja pusing "


ergi pun hanya tertawa mendengar ucapan rico.. sambil terdengar kembali ketukan pintu


" masuk " ucap ergi


" pak, ada client yang menunggu bapak di lobby" ucap nadia


"kenapa menunggu di lobby?? kenapa tidak di suruh masuk saja?? "


" kata nya dia hanya ingin bertemu bapak sebentar, hanya ingin menyakan beberapa hal pada bapak " jawab nadia


" oh begitu, oke, aku akan segera ke sana " jawab ergi


" tunggu bentar ya.. gue ke bawah dulu " ucap ergi pada rico


" ok boss.. beda dah orang sibuk mah " jawab rico sambil sedikit tertawa


ergi pun meninggalkan rico di ruangan nya untuk menemui client nya..


Rico hanya duduk terdiam sambil terus memutar bola mata nya melihat ruangan ergi yang tampak besar dan bagus


" udah jadi sultan sekarang dia " gumam rico sambil tersenyum


rico pun melihat meja kerja ergi dan memicingkan mata nya begitu melihat selembar keetas yang berisi tulisan tangan ergi


" kertas apaan nih.. kok kaya di tulis pake tulisan tangan.. mau lihat ah.. kerjaan boss kaya gimana sih "


rico pun mengambil kertas tersebut dan mulai melihat nya..


" kaya nya ini bukan tentang kerjaan deh.. apa si ergi lagi nulis diary ya?? alay banget sih tuh anak " gumam rico


rico mulai membaca dengan seksama isi kertas tersebut dia mulai mengerutkan alis nya seolah semakin serius dan terkejut dengan apa yang di baca nya..


" ko sory ya lama.. " ucap ergi begitu kembali ke ruangan nya


rico pun merasa terkejut dengan kedatangan ergi dan segera memasukkan kertas tersebut ke saku celana nya..


" udah selesai gie?? " jawab rico sedikit gugup


" udah, oia udah jam istirahat nih.. kita ngobrol di cafe aja ya "

__ADS_1


" ok.. asal di traktir aja.. " jawab rico yang kemudian meninggalkan ruangan ergi.


__ADS_2