My Step Brother

My Step Brother
Terlambat


__ADS_3

Author crazy up ya.. soalnya besok Author sibuk jadi engga akan up.. ❤️❤️❤️


baca pelan pelan ya..biar awet..😘😘😘😘


Hari demi hari pun berlalu, luna akhirnya tidak memberitahukan keadaan papa ergi pada ergi karena respon ergi yang selalu marah saat luna mencoba membahas nya.


luna juga kerap menyempatkan menjenguk papa ergi diam diam yang memang masih berada di rumah sakit.


" tok, tok, tok"


luna pun bergegas membuka pintu


pak anto?? ada apa?? " ucap luna saat pria bertubuh besar dan tegap itu mendatangi nya, luna sudah mengenal pria itu pria itu adalah bawahan papa ergi


" saya ingin memberi tau kalau bapak ingin bertemu anda " ucap pria itu


" baik, tunggu sebentar " jawab luna yang langsung meiyakan nya


luna pun bergegas ke rumah sakit tanpa di dampingi bayi nya karena akhir akhir ini kondisi papa ergi sedang kritis dan bayi luna pun tidak di perbolehkan masuk, luna terpaksa kerap menitipkan bayi nya pada tetangga nya.


" di mana papa? kenapa kita tidak ke ruangan biasa?? " ucap luna yang binggung ketika pak anto mengantar nya ke ruangan lain


pak anto hanya terdiam sambil terus berjalan dan luna mengikuti nya.


" bapak sekarang di sini" ucap pria itu saat sampai di depan ruang jenazah


" APA?? APA MAKSUD MU??!!! " teriak luna.


" bapak hanya berpesan jika bapak sudah meninggal, saya harus memberitahukan anda semalam kondisi nya kritis, dan tadi pagi bapak sudah meninggal " ucap pria itu


" tidak, ini tidak mungkin!! " ucap luna yang langsung masuk ke ruangan itu dan langsung memeluk jenazah papa ergi sambil menangis


" aku harus memberi tau ergi, aku harus memberitahukan nya " ucap luna dengan nada terbata bata dan mulai menekan nomer telpon ergi


" hallo luna, ada appa?? " ucap ergi di balik telepon


" gie, kamu harus ke rumah sakit sekarang " jawab luna sambil terus menangis


" siapa yang sakit?? lalu kenapa kamu menangis?? " ergi mulai panik

__ADS_1


" sudah, pokoknya kamu ke sini sekarang, aku akan memberitahukan alamat nya " ucap luna yang langsung menutup telepon nya


tak lama ergi pun sampai ke rumah sakit tersebut di lihat nya luna yang sudah menunggu di luar dengan mata yang sembab.


" jelaskan pada ku, ada apa ini? " tanya ergi saat menghampiri luna


" cepat ikut aku " jawab luna sambil menarik tangan ergi, sampai mereka di luar ruang jenazah


" luna mengapa mengantar ku kesini?? apa maksudnya?? " ergi semakin panik


" masuk lah, papa mu ada di dalam "


" APA????!!! "


ergi pun bergegas masuk dan dilihat tubuh papa nya yang sudah terbujur kaku, tubuh ergi terasa lemas, tangan nya pun mulai gemetar melihat pemandangan du hadapan nya.


" apa maksudnya luna? kenapa seperti ini?? " ucap ergi dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya


" papa mu selama ini sakit, maaf aku tidak memberitahukan mu, karena papa mu melarang nya " jawab luna


" apa maksudnya?? dia memberitahukan mu tapi tidak memberitahukan aku anak nya "


" karena kamu tidak perduli pada nya gie!!! sudah berapa kali aku membahas tentang papa mu, tapi kamu selalu marah!! kamu tau kalau dia sangat menyayangi mu gie!!! "


" maafkan ergi pah.. ergi lebih mementingkan ego ergi, maafkan ergi " ucap ergi sambil terus menangis dan memekuk jenazah papa nya.


tak lama jenazah papa ergi pun segera di makamkan, ergi masih terus menangis di depan makam papa nya menangisi penyesalan yang sudah terlambat untuk nya, luna pun berusaha menenangkan ergi , luna tidak menyangka pertemuan nya dengan papa ergi begitu singkat, padahal luna senang karena papa ergi sosok yang sangat baik dan bisa menerima luna dan anak nya.


Seminggu pun telah berlalu sejak kepergian papa ergi, ergi masih tampak murung dan menyesali perbuatan nya.


" gie, ayo makan.." ucap luna yang melihat ergi hanya memandangi makanan di depan nya


" aku tidak lapar " jawab nya singkat


" gie.. mau sampai kapan kaya gini?? sudah lah papa mu sudah tenag di sana, dia pernah berpesan pada ku, kalau dia tidak mau melihat putra nya bersedih, jadi sekarang kamu makan ya.. jangan sedih lagi " ucap luna sampai mengusap lembut wajah ergi


ergi pun hanya tersenyum simpul pada luna


" tok, tok, tok " terdengar ketukan pintu, luna pun bergegas membuka nya

__ADS_1


" apa benar ini rumah ergi pradana?? " ucap seorang pria di hadapan nya


" iya benar, ada apa?? tanya luna


"bisa saya bertemu dengan nya?? "


" oia silakan masuk " luna pun mempersilahkan pria itu masuk dan duduk di ruang tamu rumah nya


" gie ada yang ingin bertemu sama kamu " ucap luna saat menghampiri ergi yang masih di meja makan?"


" siapa? " tanya ergi binggung


" tidak tau "


ergi pun bergegas menghampiri  orang yang di maksud, dia sama sekali tidak mengenal pria di hadapan nya itu.


" anda ergi pradana?? " ucap pria itu saat ergi menghampiri nya


" iya " jawab nya bingung


" perkenalkan saya pengecara papa anda pak candra pradana " ucap nya sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman


" iya, silakan duduk " ucap ergi yang semakin bingung


" begini, saya ke sini hanya ingin menyampaikan surat wasiat dari bapak candra kepada anda "


" surat wasiat?? " ucap ergi sambil mengerutkan kening nya


" iya, surat ini sudah lama di buat dan tidak dapat di ganggu gugat, surat ini menyatakan bahwa bapak canndra pradana telah menyerahkan perusahaan, rumah berserta aset nya kepada ada selaku purta tunggal nya ergi pradana " ucap pria itu


" APA??!! " ucap ergi dengan nada terkejut


" iya, itu isi dari surat wasiat tersebut, setelah anda lulus kuliah anda bisa langsung memegang kendali atas beberapa perusahaan bapak candra "


" tidak, saya merasa tidak pantas untuk mendapatkan itu, bahkan saya sudah lama berpisah dengan papa saya " ucap ergi


" anda mungkin telah lama berpisah tapi anda tetaplah putra tunggal bapak candra, saya hanya menjalankan tugas saya, mohon kerja sama nya, agar tugas saya berjalan dengan baik " ucap pria itu.


ergi dan luna pun hanya diam mematung mendengar ucapan pria itu, terlebih ergi yang kaget bukan kepalang dan membuat ergi semakin menyesali perbuatan nya, padahal ergi sudah bersikap tidak baik pada papa nya tapi papa nya malah memberikan seluruh harta nya untuk ergi, ergi semakin menyesal karena selalu menganggap papa nya adalah orang yang buruk dan dia selalu membenci nya.

__ADS_1


Hay readers.. siapa yang setuju ergi sama luna bahagia?? tapi ini belum berakhir.. masih ada beberapa episode terakhir..tetap stay tuned ya.. ❤️❤️❤️


jagan lupa vote novel ini untuk mendukung Author.. 😘😘😘😘


__ADS_2