My Step Brother

My Step Brother
S2 Part 17


__ADS_3

Sore itu ergi dan luna bergegas ke bandung ke apartemen di mana raffa tinggal, setelah menempuh perjalanan cukup lama ergi sampai di apartemen raffa malam hari.


Ergi mencoba mengetuk pintu apartemen nya tapi tak ada respon sama sekali.


"Kemana dia? apa sedang pergi? " ucap ergi dengan wajah bingung


" Mungkin sedang keluar membeli makan " sahut luna yang tampak tenang.


" Pakai pasword lagi kunci nya " gerutu ergi


Ergi dan luna hanya berdiam diri di depan pintu apartemen raffa, beberapa kali ergi mencoba menghubungi putranya tersebut tapi tak kunjung ada jawaban.


" Permisi, maaf om, dan tante cari siapa ya? " tanya seorang gadis muda yang tinggal di samping kamar apartemen raffa.


"Oh, kami sedang menunggu putra kami dia tinggal di sini, tapi sepertinya dia sedang keluar" sahut luna sambil tersenyum


" Oh, om sama tante orang tua raffa? " seru gadis tersebut


" Iya kami orang tua raffa kamu kenal raffa kan? " tanya luna


" Kenal tante saya kan tetangga apartemen raffa, sepertinya raffa sedang di klub malam "


" Apa? klub malam?!!! " ucap ergi dengan nada tinggi yang membuat gadis itu sedikit tersentak kaget.


" i.. iya om " jawabannya gugup karena sepertinya sudah salah berucap.


" Kenapa kamu tau dia sedang ada di klub malam? " tanya ergi dengan nada curiga


" Setiap malam raffa memang ke sana om "


" APA? SETIAP MALAM?? " sahut ergi lagi dengan nada semakin tinggi yang membuat gadis itu semakin takut.

__ADS_1


" i.. iya om, tante, maaf saya permisi dulu " gadis itu memilih menghidar melihat wajah ergi yang sudah cukup menyeramkan.


" Tunggu, bisa saya minta alamat klub malam tersebut? " tanya ergi, kemudian gadis tersebut memberikan alamat klub malam itu dan berlalu pergi.


" Sabar sayang " luna mengusap pundak ergi lembut berusaha menenangkan suami nya.


" Bagaimana bisa aku sabar, lihat saja kalau aku menemukan nya di sana, ayo kita ke sana " ucap ergi dengan penuh emosi dan mengajak luna menuju alamat klub malam tersebut.


Tak lama ergi dan luna sampai di klub malam tersebut, dan mulai masuk ke dalam, terdengar hentakan musik yang keras dan lampu sorot yang tidak terlalu terang, ergi memutar pandangan nya tampak risih dengan pemandangan di sekitarnya, karena semasa muda dia belum pernah menginjakan kaki nya di tempat seperti itu.


Ergi terus mengandeng luna sambil mencari raffa di antara keramaian orang yang sedang bersenang senang.


" Eh, sini gue minta minum " ucap raffa pada kevin yang sedang menengguk segelas wine di meja bar.


" Minta, beli donk " ledek kevin sambil tertawa renyah


" Lagi bokek gue, belum dapet transferan " sahut raffa yang langsung merampas botol wine di samping kevin.


," Berisik loe " ucap raffa yang langsung menengguk wine sambil menikmati suasana di sana.


" RAFFA!!! " sentak ergi yang sudah menemukan raffa di meja bar.


Raffa dan kevin terlonjak kaget mendengar suara ergi dan menoleh bersamaan ke arah ergi yang sudah berada di belakang mereka.


Mampus, bokap raffa tuh kaya nya, aduh serem banget lagi mukanya. batin kevin


"Papa? " ucap raffa yang kaget sekaligus terkejut.


" Pulang sekarang!! " ergi menarik paksa tangan raffa saat itu juga untuk keluar dari klub dan memasukkan nya ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan raffa hanya terdiam, tak lama mereka sampai di apartemen dan masuk ke dalam.

__ADS_1


PLAAK!! tamparan keras mendarat di pipi raffa saat baru memasuki kamar nya.


" Sayang, kontrol emosi mu! " pekik luna yang terkejut melihat ergi menampar putranya.


" Kamu masih membela dia? anak yang mengecewakan!! jadi ini kelakuan kamu? selalu menghabiskan uang dan waktu di tempat seperti itu?? " sentak ergi


Raffa hanya terdiam.


" JAWAB RAFFANDRA!!! " suara ergi semakin meninggi dan tak dapat


" Kenapa sih pah? memang nya kenapa kalau aku ke klub malam? " sahut raffa santai


" Kenapa kata mu? selama ini kamu menghabiskan uang untuk ke tempat seperti itu?? "


" Uang yang aku habiskan tidak sebanding bukan dengan uang yang papa berikan untuk kuliah kak rania di Australia? jauh berbeda " raffa semakin menantang.


" kamu ini benar-benar anak kurang ajar!! " sentak ergi yang kembali mengerakan tangan nya untuk menampar raffa, tapi luna menahan tangan nya.


" Jangan tampar raffa, raffa kenapa kamu berkata seperti itu? bukankah waktu itu papa sudah menawarkan kamu untuk kuliah di luar negeri tapi kamu tidak mau? " sahut luna dengan nada kecewa


" Sekarang, kemasi barang barang mu, kita pulang ke jakarta " perintah ergi


" Tidak, aku tidak mau "


Ergi memghela nafas, mencoba meredam emosi nya.


" Baiklah, kalau tidak mau, uang bulanan kamu akan semakin papa kurangin dan ingat papa akan terus memantau mu, mengerti kamu!! " tegas ergi


Raffa hanya terdiam dan membuang pandangan nya.


" kita pulang saja, aku sangat muak melihat anak ini "ucap ergi yang menarik tangan luna meninggalkan apartemen putranya.

__ADS_1


__ADS_2