My Step Brother

My Step Brother
Perubahan


__ADS_3

Pagi hari luna pun mulai membuka matanya . . di lihat nya ergi yang sudah tidak ada di apartemen nya . . luna pun bangun dengan memegangi kepala nya yang terasa sangat pusing .." kenapa kepala ku pusing sekali ?  apa karena aku kurang tidur akhir akhir ini. . gumam luna


" kring. . kring . . terdengar suara handphone nya berbunyi , terlihat di layar no yang tidak di kenal nya , luna pun mencoba mengangkat nya . .


" hallo lun. . " terdengar suara pria di balik telepon


" iya ini siapa ? ? " ucap luna binggung


" ini aku nino , lun aku dengar kamu tinggal di apartemen , boleh aku kesana sekarang ?  aku ingin kita pergi bareng " ucap nino mengutarakan maksudnya . .


luna pun terdiam untuk memikirkan tawaran nino, sebenarnya luna tak keberatan jika pergi bersama nino ke kampus pagi ini, tapi dia yakin kalau ergi pasti akan menjemput nya dan ergi pasti akan sangat marah jika tau dia pergi bersama nino. . . .


" heeemm maaf nin kayaknya kalo sekarang engga bisa " ucap luna berusaha menolak nya


" oh gitu ya, yaudah kalau gitu , aku tunggu di kampus ya " ucap nino sambil mematikan telepon nya dengan rasa kecewa dan binggung kenapa luna selalu menolak ajakan nya padahal dia sangat ingin dekat dengan luna.


Luna pun mengehela nafas sejenak , dia sebenarnya tidak enak hati kepada nino karena selalu menolak tawaran nya tapi dia tidak mau bertengkar lagi dengan ergi terlebih sikap ergi yang sekarang sangat posesif membuat ruang gerak luna terbatas.


Luna pun segera bergegas untuk ke kampus dan keluar dari apartemen nya. . benar saja ergi sudah menunggu di mobil nya tak jauh dari apartemen luna. .


ergi pun memberi senyuman kepada luna saat luna memasuki mobil nya. .


" kamu sudah sarapan ?  gimana kalau kita sarapan dulu " ucap ergi


" enggak usah , aku enggak lapar "


ergi pun hanya terdiam mendengar ucapan luna yang seperti nya masih bersikap dingin kepadanya , ergi pun melajukan mobilnya hingga sampai di kampus .


sampai di kampus luna dan ergi pun turun dari mobil dan ternyata sudah ada viola yang memperhatikan mereka berdua. .  " siapa wanita itu ?  kenapa dia pergi bareng ergi?  apa dia anak kampus ini ? ?  " gumam viola binggung


Luna pun segera meninggalkan ergi untuk masuk ke kelas nya, tapi viola mengejar ergi . .


" ergi tunggu . . " ucap viola sambil menarik lengan ergi untuk menghentikan langkah nya

__ADS_1


" ada apa ? ? "


" siapa wanita yang yang turun dati mobil mu tadi ? "  tanya viola dengan rasa penasaran nya


" itu bukan urusan mu. ."  ucap ergi yang berusaha meninggalkan nya tapi viola menahan nya


" jelas itu urusan ku gie. . sebentar lagi kita akan tunangan aku enggak mau ada wanita lain yang mengganggu mu ! !


" aku tidak menginginkan pertunangan itu " ucap ergi sambil melepas paksa tangan viola yang menahan ya dan beranjak meninggalkan nya.


Lihat saja gie, aku akan mencari tau tentang wanita itu , akan tidak akan membiarkan wanita itu merebut mu dari ku gie. . gumam viola kesal


 


Luna merasakan sangat tidak enak bedan sejak pagi tadi dia pun memutuskan untuk cepat pulang begitu mata kuliah selesai. ergi pun mengantar nya pulang . .


" kenapa wajah mu pucat ? ?  apa kamu sakit ? ? "  tanya ergi heran


" aku hanya sedikit pusing " ucap luna sambil beranjak keluar dari mobil ergi. . ergi pun ikut keluar dari mobil nya dan mengikuti luna. .


" aku ingin menemani mu, aku takut sakit mu semakin parah "


Terserah apa kata mu lah. . gumam luna kesal dan tidak ingin meladeni ergi


luna pun masuk ke apartemen nya , dan hendak mencuci wajah nya lalu beristirahat , ergi pun memilih dudu di sofa sambil memainkan handphone nya .


tak lama terdengar suara handphone luna yang berbunyi yang di letakannya di atas kasur , ergi pun memgambil handphone nya dan sangat terkejut di layar ada nama nino yang sedang mencoba menelepon nya, ergi pun segera mengangkat telepon nya.


" hallo lun ? ? kamu sudah pulang ? ?  lun aku ingin bertemu dengan mu apa aku boleh main ke tempat mu sekarang ? ? "  ucap nino di telepon


ergi sangat emosi pun memilih menutup telepon nya dan mematikan handphone luna agar nino tak menelepon nya lagi.


" Kenapa pria ini selalu memancing emosi ku. . " ucap ergi geram

__ADS_1


Luna pun selesai mencuci wajah  nya dan keluar dari toilet . . tapi ergi langsung menarik tangan nya dengan wajah yang sangat menyeramkan membuat luna binggung


" apa apa gie ? ?  " ucap luna


" jelaskan padaku sajak kapan kamu komunikasi dengan nino ? ? apa selama ini kamu sering telepon nan atau bertemu dengan nino di belakang ku ? ? begitu ? ?"   ucap ergi dengan emosi yang sangat berapi api


" iya nino memang menghungi ku tadi pagi untuk mengajak aku berangkat bareng tapi aku menolak nya "  ucap luna dengan suara bergetar karena takut dengan ekspresi ergi yang sangat menyeramkan


" jangan bohong kamu luna ! !  lalu kenapa kamu memberi no handphone mu pada nya , aku sangat tidak menyukai wanita penghianat luna ! ! "


" aku enggak bohong gie, aku juga enggak tau kenapa dia tau no handphone ku mungkin rara yang memberikan nya..  " luna berusaha meyakinkan


" aku tidak percaya dengan mu ! !  mulai sekarang kamu tidak usah pegang handphone biar tidak ada lelaki yang menghubungi mu ! ! "


" kamu itu siapa ? ?  kenapa memperlakukan ku seperti narapidana ? ? ! ! "   ucap luna sambil tersenyum kecut yang mendengar ucapan ergi yang menurut nya sangat konyol


" jangan membantahku luna ! ! ! ! "  ucap ergi dengan nada yang semakin emosi


" cukup gie cukup ! ! ! kamu tuh sudah tidak waras ! ! !  "  ucap luna yang tak kalah emosi


" iya aku memang tidak waras ! !  dan kamu sadar kumu yang menyebabkan itu ! !  aku sudah tidak percaya dengan mu sejak kamu meninggalkan ku ! ! "


" kalau begitu aku tidak ingin berhubungan dengan orang yang tidak waras seperti mu ! !  lepaskan aku , aku ingin kamu pergi dari hidup ku ! ! "


" jangan bicara lagi luna ! ! !  " ucap ergi yang semakin emosi dengan perkataan luna dan hendak mengerakan tangan nya untuk menampar luna tapi segera di hentikan nya begitu melihat luna memalingkan wajahnya seakan takut tamparan ergi mendarat di wajahnya . .


" maaf , maaf kan aku. . " ucap ergi sambil menurunkan tangan nya yang hendak menampar luna


" kamu itu siapa ? ?  kamu itu bukan ergi yang ku kenal dulu ! !  aku sangat benci kamu sekarang gie, sangat benci ! !  "  ucap luna sambil menangis .


ergi pun hanya terdiam mendengar perkataan luna, dia tidak habis fikir kenapa sekarang dia selalu kehilangan kontrol dengan luna, ergi juga merasa sekarang diri nya sangat mudah marah, tidak seperti dirinya yang dulu.


 

__ADS_1


 


__ADS_2