My Step Brother

My Step Brother
isi hati


__ADS_3

Sepulang kuliah luna pun terdidur di apartemen nya dia merasa sangat lelah karena sebelumnya terlalu sering menangis . . sore hari dia pun mulai membuka matanya di lihat nya ergi yang sedang duduk di sofa sambil memainkan handphone nya. .


" ergi ? ?  kenapa kamu ke sini ? ? ?  "  ucap luna panik


" karena aku ingin ke sini. ."  jawab nya ketus


" tidak bisa kah kau lebih sopan kepada ku ? ? tak seharusnya kamu masuk ke sini tanpa izin dari ku ! ! "  ucap luna kesal


" akan jauh lebih tidak sopan jika aku membangun kan mu " ucap ergi sambil mendekati luna yang masih duduk di kasurnya


" mau apa kamu ? ? "  ucap luna sambil memundurkan tubuh nya menjauhi ergi


" aku merindukan mu. ."


" pergi kamu dari sini ! !  aku ingin sendiri gie ! !  " usir luna


tapi ergi hanya terdiam dan malah membaringkan diri nya di kasur. .


" aku lelah. . biarkan aku istirahat sebentar . . " ucap ergi sambil memejamkan mata nya


luna yang merasa jengkel pun memilih meninggalkan apartemen nya untuk membeli makanan di luar. . cukup lama luna di luar sampai dia kembali ergi masih tetap tertidur di apartemen nya.


" kenapa dia tidur di sini , apa dia tidak punya rumah !  " gumam luna

__ADS_1


luna pun mendekati ergi dan berniat untuk membangun kan nya. . dia menempuk perlahan tubuh ergi. . tapi ergi tak merespon nya. . luna pun kembali menepuk lengan ergi yang terasa sangat panas.


kenapa tubuh nya panas sekali ?  apa dia sakit ?  gumam luna sambil memegang kening ergi yang terasa sangat panas. . luna pun segera mengambil es batu dan sapu tangan untuk mengompres kening ergi agar suhu tubuh nya tidak panas lagi. .


luna pun terus mebasahi sapu tangan itu dengan air es agar demam ergi cepat turun. . sejenak luna pun memandangi wajah ergi yang sedang tertidur , wajah yang sudah cukup lama tidak di lihat nya sejak dia memutuskan untuk meninggalkan nya. . sebenarnya luna sangat merindukan ergi tapi sekarang rindu itu menjadi sebuah kekecewaan karena perilaku ergi yang tega menodai luna. . luna pun sangat benci dengan ergi jika mengingat itu.


" kenapa kamu jadi seperti ini gie. . dulu kamu sangat baik kepada ku. . aku meninggalkan mu bukan karena aku tidak mencintaimu , kalau saja kamu tidak pernah menjadi keluarga ku pasti semua nya akan berbeda. . " gumam luna lirih


 


Hari pun semakin malam tak ergi tak juga bangun walau suhu tubuhnya sudah tidak terlalu panas. . luna pun memilih tidak membangun kan nya karena kondisi ergi yang masih deman luna pun memilih tidur di sofa malam itu.


tak lama setelah luna tertidur ergi pun mulai membuka matanya . . di lihat nya luna yang sedang tertidur di sofa. .


ergi pun mulai bangun dan memegang kening nya yang masih tertempel sapu tangan yang basah. .


Dia pun beranjak dari kasur , kepala nya terasa sangat berat . . ergi pun memilih mengendong luna dan memindahkan ke kasur dan menyelimuti tubuh mungil luna. .


" aku tau kamu masih mencintai ku lun. . " gumam ergi sambil mencium kening luna dan beranjak pergi dari apartemen nya.


 


Ergi pun sampai di rumah nya larut malam. . dia pun masuk kerumah nya , di lihat nya mamah sudah menunggu nya di sofa. .

__ADS_1


" dari mana saja kamu ? ?   " ucap mama yang langsung menghampiri ergi


" aku ada urusan . . . " jawab ergi


" urusan , urusan apa maksud mu ? ?  beberapa hari ini kamu selalu pulang larut malam , mau jadi apa kamu ? ? ! ! !  kamu itu anak mama satu satunya kamu yang akan mewarisi semua perusahaan mama , tapi tingkah kamu semakin tidak jelas ! ! ! ! "


" aku tau apa yang ergi lakukan , jadi tidak usah memperlakukan aku seperti anak kecil. .


" terserah apa kata mu ! !  dengar ergi kamu pasti sudah tau kalau viola sudah mulai kuliah di kampus mu mama juga sudah menetapkan tanggal untuk kalian bertunangan jadi perlakuan dia dengan baik. " ucap mama


ergi pun mengerutkan kening seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar


" lelucon apa lagi ini ? ?"   ucap ergi sambil tersenyum kecut


" ini bukan lelucon , mama dan keluarga viola memang sudah menetapkan tanggal pertunangan kalian jadi perlakuan viola lebih baik lagi "


" aku tidak akan menghadiri pertunangan itu "  jawab ergi sambil beranjak pergi


" ergi jangan membantah mama ! ! !  ergi dengar kan mama ! ! !  ergi ! ! "   teriak mama yang sama sekali tidak di hiraukan ergi


 


Ergi pun merebahkan diri nya di kasur kepala nya masih sangat pusing di tambah dengan ucapan mama nya barusan membuat kepala nya seperti mau pecah.

__ADS_1


ergi pun masih tidak percaya dengan dengan apa yang di ucapkan mama nya  , kenapa mama nya senekad itu menyuruh ergi bertunangan dengan wanita yang sama sekali tidak dicintai nya .


" Aaaaarrrgghh . . semua nya benar benar membuat ku pusing ! !  kenapa mama merencanakan hal konyol itu. . aku hanya ingin bertunangan dan menikah dengan wanita yang aku cintai . . luna. . aku mencintaimu , tapi bagaimana aku menikahimu dengan latar belakang keluarga kita yang rumit . . kenapa kita di takdirkan satu keluarga dulu andai saja takdir itu bisa dirubah . . bagaimana cara ku menjelaskan kalau selama bertahun tahun aku tak pernah bisa melupakan mu lun. . aku ingin menikah dengan mu, tapi itu pasti akan sangat sulit karena orang tua kita tak akan pernah menerima itu. ."  gumam ergi sambil memejamkan mata nya dan mulai tertidur .


__ADS_2