
Siang itu luna pun sibuk dengan rutinitas baru nya, membuat kue.. luna senang karena akhirnya dia tidak merasa jenuh di rumah..
" sebentar lagi ergi ulang tahun.. heemm aku ingin membuatkan nya kue ulang tahun yang enak untuk untuk nya.. " gumam luna sambil tersenyum
" tok, tok, tok " terdengar suara ketukan pintu dari luar luna pun bergegas untuk membuka nya
" cari siapa? " ucap luna saat melihat pria dengan tubuh besar dan tegap di hadapan nya
" benar anda ibu luna?? " tanya pria itu
" iya saya luna, ada apa? "
" tolong ikut saya, ada yang ingin bertemu dengan anda "
" bertemu? siapa?? " tanya luna dengan ekspresi binggung
" tolong ikut saja, nanti anda akan tau " bujuk pria itu
luna pun akhirnya menuruti pria itu untuk ikut dengan nya bersama dengan bayi nya.
sampai akhirnya mobil mereka berhenti di sebuah rumah sakit.
" untuk apa kita ke rumah sakit? " tanya luna semakin binggung
" anda akan segera tau " ucap pria itu
sampai luna di antarkan ke ruang VIP di rumah sakit tersebut, luna pun berjalan perlahan melihat seseorang yang terbaring dengan alat medis di tubuhnya.
" PAPA??? " ucap luna yang terkejut melihat orang yang terbaring tersebut ternyata papa nya ergi
" luna.. kamu sudah datang?? " ucap papa ergi pelan, seakan tenaga nya telah habis untuk berbicara
" papa?? kenapa papa ada di sini?? papa sakit?? tanya luna dengan panik dan duduk di kursi samping ranjang papa ergi
__ADS_1
"saya tidak apa apa, ini sudah biasa " jawab nya seraya tersenyum
" papa.. papa sakit apa?? "
" ginjal.. " jawab nya lirih
" apa?? ginjal?? kenapa papa baru memberi tau?? apa ergi tau?? " ucap luna yang semakin panik
" tidak luna, jangan beritahu ergi, ini adalah karma atas perbuatan papa dulu.. biar papa saja yang menanggung nya" jawab nya lirih
" papa kenapa bicara seperti itu? ergi harus tau tentang ini, biar bagaimana pun ergi tetap anak papa "
" luna papa mohon jangan beritahu ergi.. luna papa hanya ingin bicara dengan mu sebelum papa pergi.. luna papa sangat bahagia putra papa bisa menikah dengan wanita sebaik kamu.. luna papa tau ergi sangat mencintai mu, ergi anak yang baik teruslah bersama nya dia akan selalu menjaga mu.. dan untuk mama kanita dia memang seperti itu dia selalu bersikap egois.. kamu tidak usah takut luna, dia tidak akan bisa memisahkan kalian.. papa jamin itu.. " ucap papa ergi sambil tersenyum
" papa, papa tidak boleh bicara begitu.. papa pasti akan sembuh.. dan luna yakin suatu saat hati ergi akan melunak dan akan menerima papa kembali " jawab luna sambil meneteskan air mata
" tidak luna, papa tidak tau sampai kapan papa akan bertahan dengan penyakit ini, papa hanya ingin kamu berjanji, kalau kamu tidak akan meninggalkan ergi apa pun yang terjadi.. papa tidak ingin melihat putra papa sedih jika dia sampai kehilangan mu.. kamu mau berjanji luna?? "
" papa percaya kamu luna " ucap papa ergi sambil tersenyum
luna pun menghabiskan waktunya di rumah sakit, untuk sekedar mengobrol dan menyuapi papa ergi yang memang terlihat sudah sangat lemah.
sore hari luna pun bergegas pulang sebelum ergi pulang, karena luna telah berjanji tidak akan memberitahukan ini kepada ergi.
Di rumah luna pun terus melamun memikirkan papa ergi..
" kasihan papa, dia sedang sakit tapi dia sendirian tidak ada keluarga yang menemani nya.. apa sebaiknya aku beri tau ergi saja?? tapi aku sudah janji tidak memberitahukan nya.. nanti papa pasti kecewa kalau aku melanggar janjiku.. apa yang harus aku lakukan?? " gumam luna dengan wajah sedih
Malam hari ergi pun pulang.. ergi segera makan dan mandi malam itu.. selesai mandi ergi pun duduk di sebelah luna sambil menonton televisi di kamar.
luna hanya terdiam sambil memandang ergi, hati nya benar-benar bimbang ingin sekali dia memberi tau ergi tentang keadaan papa nya sekarang.
" kenapa terus memandang ku??? " kamu ingin bercinta dengan ku luna?" ucap ergi sambil tersenyum nakal dan mencium tubuh luna yang berada di samping nya
__ADS_1
" tidak gie.. kamu itu mesum sekali " jawab luna sambil menahan ciuman ergi di tubuh nya
" lalu kenapa memandang ku diam diam seperti itu?? ada yang aneh dengan wajah ku? " ujar ergi sambil terus memeluk luna
" tidak, aku ingin bertanya sesuatu "
" bertanya apa? "
" gie.. apa kamu tidak bisa berbaikan dengan papa mu?? "
ergi yang mendengar pertanyaan luna pun langsung melepas pelukan nya dari tubuh luna
" kenapa bertanya seperti itu? " jawab ergi dengan nada dingin
" aku merasa papa mu sangat baik, dia juga sangat menyayangi mu.. "
" kamu itu tidak tau apa-apa, kamu tidak tau apa yang sudah dia lakukan pada ku dulu, berhentilah menilai seseorang terlalu cepat luna "
" aku tau gie.. papa mu dulu telah melakukan kesalahan, aku merasa sekarang dia sudah menyesali nya, dan aku senang dia bisa menerima aku dan rania.. rania juga butuh kakek kan?? " bujuk luna
" tanpa kakek hidup rania juga akan bail baik saja, dengar luna sejak aku berumur 8 tahun dia meninggalkan aku begitu saja, selama bertahun tahun aku mengharapkan dia kembali, tapi dia tidak pernah kembali,, jadi sekarang aku sudah benar-benar tidak ingin dia kembali lagi di hidup ku " jawab ergi
" tapi gie.. "
" luna bukankah kamu sudah berjanji tidak akan membahas tentang nya lagi?? " ucap ergi yang memotong perkataan luna
" gie aku hanya ingin kamu sedikit membuka hati mu untuk nya, kasian gie dia hanya punya kamu sekarang, kamu putra tunggal nya "
" DIAM LUNA!!!! sentak ergi
yang sontak saja membuat luna menghentikan perkataannya, ergi pun beranjak keluar kamar dan meninggalkan luna.
" kenapa hati mu begitu keras gie.. bagaimana caranya aku memberi tau tentang keadaan papa mu kalau respon mu masih seperti itu.. apa yang harus aku lakukan " gumam luna dengan perasaan yang sedih
__ADS_1