My Step Brother

My Step Brother
S2 part 9


__ADS_3

" fir tunggu," ucap raffa sambil menahan lengan fira saat henda keluar kelas untuk pulang siang itu


" ada apa raf? "


," kata mama ku kamu di suruh ke toko, sekalian bawa kue yang lebih banyak lagi "


" oh gitu, yaudah makasih ya " ucap fira sambil tersenyum


" aku anter ya, "


" enggak ngerepotin? "


" enggak kok "


" oh yaudah "


raffa pun mengantar fira pulang dan mengambil beberapa kue untuk kembali di titipkan ke toko milik luna


" raffa, fira kalian sudah pulang? " ucap luna saat melihat mereka baru masuk ke toko


" iya tante, ini saya bawa kue nya " sahut fira sambil menghampiri luna dan memberikan beberapa kotak plastik berisi kue.


" makasih ya, oia ini hasil penjualan kue mu " sambil memberikan sejumlah uang pada fira


" makasih ya tante "ucap fira sambil tersenyum gembira


" iya sama-sama, oia malam ini kamu ada acara enggak fira? tante ingin mengundang kamu makan malam di rumah rante "


fira pun cukup terkejut dan hanya terdiam dengan pertanyaan luna


" bagaimana fir? bisa? luna kembali bertanya saat melihat fira melamun


" enggak usah tante, aku malu " ucap fira lirih

__ADS_1


" malu kenapa sih fir? keluarga aku baik-baik kok" sahut raffa


" iya apa yang mesti di malukan, kan cuma makan malam biasa, tante tunggu ya nanti malam jam 7" ucap luna sambil tersenyum


" emm.. yaudah tante " jawab fira yang masih malu karena harus ke rumah raffa, tak lama raffa pun mengantar fira pulang


" nanti aku jemput lagi ya jam 7" ucap raffa saat fira turun dari motor nya


" iya " jawab fira, dan raffa segera kembali melajukan motornya menuju rumahnya


***


Malam hari raffa kembali menjemput fira di rumah nya, fira tampak cantik dan anggun dengan drees yang di kenakan nya malam itu, tak lama raffa pamit pada ibu fira dan langsung membawa fira menuju rumahnya.


" teeeett " raffa membunyikan klakson nya di depan gerbang rumah nya satpam pun berlari dari pos nya untuk membuka gerbang rumah, dan mempersilahkan raffa masuk


" malam den " sapa satpam itu pada raffa dan fira, raffa membalas nya dengan seulas senyum di bibir nya.


sementara dira terus memutar bola matanya melihat halaman dan rumah raffa yang tampak besar dan bagus.


" ayo masuk fir " ucap raffa setelah memarkirkan motornya dan mempersilahkan fira masuk. Fira menarik nafasnya sejenak saat hendak memasuki rumah raffa untuk mengurangi kegugupan nya


" Raffa " ucap luna yang melihat raffa baru masuk rumah, sementara fira terus memutar bola mata nya melihat bagian dalam rumah yang tak kalah besar dan bagus.


" fir, itu mama aku " ucap raffa yang membuyarkan lamunan fira..


" oia, malam tante " ucap fira sambil mencium tangan fira


luna pun tersenyum" kita ke ruang keluarga dulu yuk fir, ketemu sama papa dan kakak raffa " ajak luna yang sontak saja membuat jantung fira makin berdegup kencang, fira perlahan mengikuti arah kaki luna dan raffa menuju ruang keluarga.


" pah.. ada teman raffa nih " ucap luna pada ergi yang sedang duduk, ergi pun menoleh ke arah mereka.


" oh.. ada teman raffa " ucap ergi sambil tersenyum dan menghampiri fira

__ADS_1


" iya om, saya fira " fira mencoba mengenalkan dirinya dengan gugup sambil mencium tangan ergi


" cie.. raffa bawa cewek nih " ledek rania yang juga sedang duduk di ruang keluarga


" oia, itu kakak aku fir kak rania " raffa mencoba mengelkan kakak nya


" halo fir, kamu cantik " puji rania sambil tersenyum


" kakak juga cantik " sahut fira malu malu


" yaudah, kita makan yuk, mama sudah buat masakan yang enak untuk kalian " ucap luna


dan mereka pun mulai menyantap makan malam bersama.


" bagaimana fir enak tidak rasanya? " tanya luna pada fira di sela sela makan malam mereka


" enak tante, fira sudah coba kok masakan tante dari bekal yang raffa bawa untuk fira " jawab fira sambil tersenyum


" uhuk, uhuk " tiba-tiba saja ergi tersendak mendengar ucapan fira


" oh.. bekal ya, pantas rajin bawa bekal sekarang " goda ergi yang langsung mengerti kalau bekal yang raffa bawa selama ini ternyata untuk fira, luna pun hanya tersenyum mengetahui kelakuan putranya


" bekal? sejak kapan kamu bawa bekal dek? sahut rania yang tampak bingung, raffa hanya terdiam dengan wajah yang memerah.. sedangkan fira tampak bingung dengan ekspresi wajah mereka.


" oia fir, orang tua mu kerja apa? " tanya ergi sambil menatap fira


fira terdiam sejenak mendengar pertanyaan ergi" ayah aku sudah meninggal om, sedangkan ibu cuma pembuat kue keliling dan kadang menitipkan dagangan nya di warung warung " ucap fira lirih


" oia pah, jadi fira itu suka bantu ibunya jualan, fira juga menitipkan kue ntaydi toko kita, kue nya enak banget.. dan kata raffa kamu masuk ke sekolah karena dapat beasiswa ya? kamu anak yang pintar ya fir " puji luna yang mencoba membuat fira nyaman


" oh gitu, baguslah.. kamu anak yang mandiri dan pintar " puji ergi sambil tersenyum, fira pun tampak senang mendapat respon baik dari keluarga raffa.


" kok cuma mama aja yang di kasih cicipin kuenya.. aku juga mau donk fir " sahut rania

__ADS_1


" oia nanti saya bawain untuk kak rania " jawab fira yang di respon senyuman dari rania


mereka pun terus berbincang bincang malam itu, fira tampak senang dan tidak menyangka kalau keluarga raffa sangat hangat dan baik menerima kedatangan nya.


__ADS_2