My Step Brother

My Step Brother
Rahasia papa


__ADS_3

Ergi pun sekarang mulai rutin berkerja sambil kuliah . . dia pergi dari pagi dan pulang malam  aku pun merasa sangat sedikit waktu bersama dengan nya karena aku sering tertidur saat menunggu nya pulang . . aku juga sering merasa merindukan nya walau kita 1 rumah , tapi aku mencoba mengerti keadaan nya karena dia juga melakukan ini untuk ku. . untuk menghidupi ku. . .


hari ini ergi pun libur berkerja , dan hari ino hari pertama nya dia menerima gaji. . dia pun terus memandangi uang di tangan nya yang tidak seberapa itu. .


" bagaimana aku mengatur nya, untuk kasih luna, untuk bayar semester belum lagi harus menabung untuk wisuda nanti . ."  gumam ergi sambil mengusap wajah nya dengan kasar karena binggung  , selama ini ergi memang tidak pernah pusing soal uang mama selalu mencukupi kebutuhan nya, dia juga tak pernah memikirkan uang kuliah nya karena ada mama yang pasti menjamin nya


Luna yang masuk kamar pun memperhatikan ergi yang hanya terdiam sambil memegang uang. .


" kamu kenapa ? ?  " tanya luna yang merasa aneh


" engga apa apa kok. . oia aku sudah gajian . ."  jawab ergi yang sedikit kaget atas kedatangan luna


" lalu kenapa wajah mu seperti itu ?  harusnya kan senang ? ? "


" aku hanya bingung mengatur nya, untuk mu, untuk bayar uang semester belum lagi uang untuk wisuda nanti pasti membutuhkan uang banyak . . " keluh ergi


" yasudah. . kamu tidak usah memberi ku dulu. . aku bisa minta papa ko untuk kebutuhan ku. ."  ucap luna sambil tersenyum


" jangan lun , aku malu. . sudahlah kamu pegang uang ini saja, aku ambil sedikit untuk bayar uang semester saja. . " ucap ergi sambil memberi kan sejumlah uang kepada luna

__ADS_1


" tapi gie. ."


" sudahlah lun, aku ini sekarang suami mu, rasanya terlalu memalukan jika aku meminta bantuan papa mu untuk kebutuhan mu. . " ucap ergi sambil tersenyum


aku benar-benar merasa sedih dengan keadaan ergi sekarang , ingin rasanya aku membantunya berkerja tapi siapa yang mau menerima wanita hamil seperti ku untuk berkerja . .


 


hari ini ergi pun kembali berkerja , semenjak tidak kuliah aku sering merasa kesepian karena ergi juga jrang di rumah . .


" kring. . kring. . terdengar suara handphone ku berbunyi dan tertera di layar no yang tidak ku kenal.


" hallo apa benar ini dengan ibu Safaluna kahira anak dari bapak ridwan ? ? " ucap seorang pria di balik telepon .


" iya saya sendiri, ada apa ya ?  " tanya ku binggung


" ibu lebih baik ke rumah pak ridwan sekarang , kami dari pihak bank telah menyita rumah dan aset pak ridwan kami sudah menyuruh pak ridwan untuk meninggalkan rumah ini, tapi pak ridwan tak mau pergi . ."


tangan ku langsung gemetar mendengar perkataan itu aku tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi , aku pun langsung mematikan telepon dan bergegas ke rumah papa. .

__ADS_1


tak lama kemudian aku pun sampai di rumah papa. . aku melihat beberapa pihak bank dan debt collector sudah berada di rumah papa. . aku pun langsung berlari dan menayakan apa yang terjadi . .


" sebenarnya apa yang terjadi ? "  tanya ku pada pihak bank tersebut


" apa ibu tidak tau ? pak ridwan selama ini terlilit hutang , sudah cukup lama kami memberi nya waktu dia juga sudah menjaminkan perusahaan dan rumah nya tapi itu belum cukup untuk melunasi hutang dan bunga nya karena memang jumlah nya cukup besar dan sudah cukup lama . . jadi kami minta sekarang pak ridwan untuk meninggalkan rumah ini , perusahaan nya juga sudah kami ambil alih. . karena hutang ini memang sudah cukup lama. . " ucap pria itu


Aku pun kaget bukan kepalang mendengar ucapan nya , selama ini papa tidak pernah bercerita apa pun kepada ku. . apa lagi soal hutang yang melilit nya, aku juga binggung untuk apa papa berhutang sebesar itu ? ? ?


aku pun melihat papa yang terus menangis sambil terus berkata " jangan ambil rumah ku. . jangan ambil ! ! ! "


aku pun langsung memeluk papa dan membawa paksa dia pulang ke rumah ku. . .


Di rumah aku berusaha menenangkan papa yang masih saja berteriak . . sampai akhirnya papa tenang dan terdiam . . .  aku pun mengusap air mata papa yang terus menetes. .


" pah sebenarnya apa yang terjadi ? ?  kenapa papa tidak pernah cerita kepada luna ? ?  kenapa papa pendam ini semua sendiri , kenapa pah ? kenapa ? ?  " ucap aku sambil terus mengusap air mata papa , tapi papa hanya terus terdiam tanpa mengatakan apa pun. .


 


 

__ADS_1


__ADS_2