
Ergi pun kembali masuk ke ruangan luna siang itu, dia merasa hati nya sangat sakit ketika melihat kembali papa nya yang telah meninggalkan nya selama belasan tahun.. ini seperti membuka luka lama untuk nya..
" ergi.. kamu kenapa?? " tanya luna yang merasa ergi masuk ke ruangan nya dengan raut wajah yang sedih
" tidak, aku tidak apa apa " jawab ergi
" kamu yakin? " luna kembali bertanya saat ergi duduk di samping ranjang nya
" iya, oia kemana bayi kita? "
" perawatan sudah membawa nya kembali ke ruangan bayi " jawab luna
" oh.. kamu sudah makan? "
luna hanya mengelengkan kepala nya
" yaudah, kamu makan ya, aku akan menyuapi mu" ucap ergi sambil mengambil makanan di meja yang telah di siapkan perawat
ergi pun menyuapi luna dengan perlahan..
" aku ingin makan sendiri " ucap luna
ergi pun memberikan makanan itu pada luna
" sekarang buka mulut mu.. " ucap luna sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan pada ergi
" luna kamu yang sedang sakit, kenapa kamu yang menyuapi ku " tolak ergi
" lihatlah tubuh mu.. kamu kelihatan lebih kurus.. apa kamu tidak makan selama menjaga ku?? " tanya luna
" tidak, aku hanya kelelahan saja.. " jawab ergi
" lihat wajah mu, sangat kusam, rambut mu juga berantakan, tidak tertata rapih seperti biasanya.. kemana pangeran tampan ku yang dulu?? " ucap luna sambil tersenyum pads ergi
ergi pun hanya tersenyum mendengar ucapan luna, selama luna di rawat dia memang jarang makan apa lagi mengurus tubuh nya, tidak seperti biasanya nya yang selalu menjaga penampilannya.
" sekarang kamu harus makan ya.. " ucap luna sambil mencoba menyuapi ergi
sampai ada perawat yang masuk ke ruangan mereka.
" pak, mungkin besok istri bapak sudah bisa pulang , silakan mengurus administrasi terlebih dahulu " ucap perawat tersebut
" oia nanti saya akan mengurus nya " jawab ergi
" gie.. apa kamu belum membayar rumah sakit?? " tanya luna
" sudah.. tapi masih kurang kemarin hanya untuk pembayaran operasi dan perawatan di ruang ICU tidak termasuk perawatan hari ini berserta obat " jawab ergi
__ADS_1
" gie.. pasti biaya rumah sakit ku sangat mahal? dari mana kamu mendapat kan uang?
" aku menjual motor ku.. "
" apa? menjual motor? " ucap luna yang merasa terkejut
" iya, maaf aku tidak tau lagi bagaimana caranya mendapatkan uang banyak dalam waktu cepat " jawab ergi
" lalu bagaimana nanti kamu ke kampus atau berkerja? " ucap luna dengan wajah yang sedih
" tidak apa apa, aku bisa naik kendaraan umum "
" maafkan aku.. aku menyusahkan mu" ucap luna sambil meneteskan air mata
"kamu tidak menyusahkan ku, sudahlah yang penting kamu sudah kembali sehat " jawab ergi sambil mencoba menghapus air mata luna
" aku pergi dulu ya, aku akan mengambil uang untuk melunasi kekurangan nya " ucap ergi
" kamu masih punya uang? uang dari mana? "
" ada.. sudah tenang saja.. " ucap ergi sambil mencium kening luna dan bergegas pergi meninggalkan rumah sakit.
da pun mencari ATM untuk mengambil sejumlah uang, ergi terdiam sejenak melihat saldo atm nya yang sudah mulai menipis
" ini tabungan untuk uang kuliah ku.. apa sebaiknya aku berhenti kuliah saja ya? aku sudah tidak mempunyai uang lagi.. lebih baik aku fokus berkerja saja nanti.. " gumam ergi
Keesokan harinya luna pun kembali ke rumahnya nya.. berserta dengan bayi mungil nya.
" kamu istirahat saja ya.. aku akan memasak makanan untuk mu " ucap ergi saat sampai rumah dan merebahkan luna di ranjang
tak lama ergi pun membawakan makanan untuk luna..
" kamu masak apa?? " tanya luna
" sup ayam..ayo makan.. " ucap ergi sambil mencoba menyuapi luna
" bagaimana rasanya??? " ergi kembali bertanya
" heeemm..lumayan " jawab luna
" jangan berbohong, aku menakar bumbu nya suka suka aku lho.. pasti asin kan?? "
" sedikit " jawab luna sambil tersenyum
" baguslah kalau hanya asin sedikit, berarti harus di habiskan " ucap ergi sambil terus menyuapi luna
" gie.. apa kamu besok akan mulai kuliah atau berkerja lagi?? "
__ADS_1
" aku akan berkerja di restoran teman rico kebetulan dia buka restoran baru.. dan mungkin aku akan berhenti kuliah saja" ucap ergi
" berhenti? kenapa? " ucap luna yang merasa terkejut
" tidak apa apa aku ingin fokus berkerja saja"
" aku tau, pasti tabungan untuk uang kuliah mu telah habis kan untuk biaya rumah sakit ku kemarin?? " luna mencoba bertanya dengan menatap ergi dengan sorot mata yang tajam
" tidak luna, aku benar-benar ingin fokus berkerja saja " ergi berusaha mengelak
luna pun berusaha bangkit dari tempat tidur nya, dia berjalan menuju lemari dan mengambil sebuah kotak
" apa ini? " tanya ergi heran
" ini perhiasan mama ku.. papa yang memberikan nya waktu awal kita menikah, kata papa aku bisa menjual nya jika suatu saat aku mengalami masa masa sulit saat berumah tangga, aku akan menjual nya untuk biaya kuliah mu, sebentar lagi kamu akan lulus pasti akan membutuhkan banyak uang bukan?? " ucap luna sambil memperlihatkan beberapa perhiasan dari dalam kotak perhiasan tersebut
" tidak usah luna, aku tidak ingin memakai uang mu " jawab ergi yang merasa terkejut dengan ucapan luna
" gie, bukan nya kamu bilang kamu ingin membahagiakan ku?? bagaimana kamu membahagiakan ku kalau kamu berhenti kuliah? bagaimana nanti kamu bisa mendapatkan perkerjaan yang bagus?? "
" luna aku bisa melanjutkan kuliah ku, jika aku sudah berkerja dan mengumpulkan uang kembali " jawab ergi
" tidak gie, itu terlalu lama, aku mohon aku ingin cepat melihat mu sukses.. kamu selalu bertanya bagaimana cara membahagiakan ku?? sekarang aku cuma ingin kamu menyelesaikan kuliah mu.. dan membahagiakan ku kelak " ucap luna sambil memegang lembut tangan ergi
ergi pun hanya terdiam mendengar ucapan luna..
" gie.. kamu mau kan besok mulai kuliah lagi?? " luna kembali bertanya
" gie? " luna kembali bertanya sambil menatap wajah ergi
" aku akan melakukan apa pun yang menurut mu itu bisa membuat mu bahagia " jawab ergi
luna pun tersenyum mendengar ucapan ergi..
keesokan harinya ergi pun bergegas untuk pergi kembali ke kampus..
" apa kamu akan langsung berkerja juga hari ini?? tanya luna pagi itu
" mungkin lusa baru aku akan berkerja aku juga belum menghubungi rico dan menanyakan alamat restoran nya.. aku pergi dulu ya.. " ucap ergi sambil mencium kening luna dan bergegas pergi ke kampus
luna pun kembali menjalani aktivitas nya walaupun dia masih merasakan nyeri di sekitar perutnya akibat operasi secar yang di jalani nya.. tapi luna senang sekarang dia tidak kesepian lagi di rumah karena ada bayi mungil yang selalu menemani nya.
" tok, tok, tok" terdengar suara ketukan pintu siang itu
luna pun bergegas membuka pintu, di lihat nya sosok pria yang berwajah sangat mirip dengan ergi.. mungkin seperti ini wajah ergi di masa mendatang.. fikir luna saat membuka pintu dan menatap wajah pria tersebut
" kamu pasti luna kan?? menantu ku.. aku papa nya ergi.. " ucap pria itu
__ADS_1
sontak membuat luna terkejut mendengar ucapan nya.. ini pertama kali nya luna melihat papa nya ergi, sosok yang selama ini selalu luna pertanyakan tapi luna tak punya keberanian untuk bertanya pada ergi yang seakan enggan untuk membahas nya.