My Step Brother

My Step Brother
Love you


__ADS_3

Hy.. maaf ya author sibuk akhir akhir ini.. jadi baru bisa up.. ❤️❤️❤️


Happy reading.. 😘😘😘


Sore itu papa ergi melangkah kan kaki nya dari rumah putra nya dan hendak memasuki mobil, tapi tak jauh dari mobil dilihat nya seorang wanita yang tak asing wajah nya.. sedang berdiri seakan menunggu nya..


" kanita?? " ucap papa ergi seraya menghampiri wanita tersebut


" apa kabar pak candra.. sudah lama tidak melihat mu? " ucap mama ergi


" beginilah keadaan ku.. seperti yang kau lihat " ucap papa ergi sambil memberikan seulas senyum tipis di wajahnya


" baguslah, tapi kamu tidak usah membuang waktu mu untuk memantau anak ku " jawab nya dengan nada sinis


" lho.. ergi juga putra ku, aku juga berhak mengetahui tentang nya "


" putra? apa kau tidak malu berkata seperti itu? dulu kau yang menyia nyiakan nya sekarang kau datang dan berlagak seolah pahlawan untuk nya.. seharusnya kamu sadar ergi tidak akan pernah menerima mu " ucap mama ergi sambil tersenyum kecut


" aku tau aku salah, maka dari itu aku ingin menebus nya, aku ingin melihat hidup putra ku lebih baik "


" sebaiknya kau hentikan itu, aku tidak suka kau menganggu hidup anak ku.. harus nya kau berkaca diri candra!! " seru mama ergi dengan nada tinggi


" hah? lalu apa kau tidak berkaca diri? kau ibu nya tapi kau selalu membuat putra mu kesulitan, apa kau tidak kasihan pada nya? "


" tidak usah berlagak sok suci dengan ku.. aku yang telah merawat nya dari kecil, aku tau yang terbaik untuk nya "


" kanita kamu selalu saja bersikap egois.. putra mu bisa gilla jika kamu terus berusaha memisahkan nya dari istrinya, berhentilah melakukan itu!!! "


" kamu yang seharusnya berhenti mencampuri urusan ku candra !! aku peringatkan, bila kamu terus mencampuri urusan ku dengan ergi aku akan membuat perhitungan dengan mu!! " sentak mama ergi

__ADS_1


" kamu benar benar ibu yang tak mempunyai perasaan kanita " jawab papa ergi seraya berjalan dan memasuki mobil nya dan meninggalkan mantan istrinya


Sampai malam hari ergi tetap diam membisu.. luna pun hanya ikut terdiam dan tak ingin berbicara apa pun karena takut ergi masih emosi kepada nya.. mereka hanya saling terdiam sambil menonton televisi di kamar


" kenapa kau terus mendiami ku?? " ucap ergi memecah keheningan


luna pun menoleh ke arah ergi yang duduk di samping nya sambil mengerutkan kening nya


" bukan nya kamu yang sedang mendiami ku? luna berbalik bertanya


""maaf kan aku, tadi aku sudah berkata kasar pada mu " ucap ergi sambil menatap wajah sendu luna


luna hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan ergi


" luna, berjanji lah pada ku kalau kamu tidak akan membahas tentang papa ku lagi, atau aku akan kehilangan kontrol pada mu "


" aku mencintaimu, hanya kamu dan rania yang terpenting untuk ku sekarang " jawab ergi sambil tersenyum


" aku juga mencintai mu " ucap luna sambil membalas senyuman ergi


ergi pun memegang lembut pipi luna dan mulai mencium dengan lembut bibir luna.. luna pun merespon ciuman ergi.. sampai ergi melepaskan ciuman nya.


" apa bekas operasi mu masih sakit? " ucap ergi sambil memandangi tubuh luna


" masih.. masih agak nyeri " jawab luna


ergi pun hanya terdiam sambil terus memandangi tubuh luna


" apa kau ingin melakukan nya?" ucap luna seperti tau fikiran ergi

__ADS_1


apa boleh? " tanya ergi sambil sedikit tersenyum


" ergi aku ini baru pulang dari rumah sakit.. bersabar lah sedikit "


" lalu kira kira harus berapa lama aku bersabar? " ucap ergi sambil memegang tangan luna dan memainkan jemari nya


" heeemmm.. mungkin sekitar 2 atau 3 bulan lagi " jawab luna berusaha mengoda ergi


" HAH?? 2 ATAU 3 BULAN LAGI? " ucap ergi yang sangat terkejut dengan ucapan luna


" iya.. " luna sambil menahan tawa melihat ekspresi ergi


" yang benar saja luna, masa harus selama itu? apa tidak bisa di percepat?? " bujuk ergi sambil terus memegang lembut tangan luna


luna pun mengelengkan kepala nya sambil tersenyum


" lalu bagaimana jika ada wanita yang mengoda ku?? apa kau tidak takut?? " ergi masih berusaha membujuk


" apa kau tidak takut jika aku memutuskan menikah dengan pria lain jika kau melakukan itu?? " luna berbalik bertanya


" kamu itu benar benar tau cara membunuh ku " ucap ergi sambil mencubit gemas hidung luna


ergi pun merebahkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan bantal


" ergi.. kamu sudah tak ingin memandang ku? ucap luna yang melihat ergi terus menutup wajahnya dengan bantal


" jangan merayu ku.. kepala ku pusing jika terus memandang mu tapi tidak bisa melampiaskan hasrat ku "jawab ergi


luna pun hanya tertawa melihat tingkah ergi yang seperti nya sangat tersiksa karena harus meredam hasrat nya dalam waktu lama.

__ADS_1


__ADS_2