My Step Brother

My Step Brother
S12 part 15


__ADS_3

Ergi bergegas mandi sore itu, mengambil kemeja di lemari nya dan dengan terbu buru memakainya.


" kamu mau pergi? " luna melihat ergi yang sudah rapih dan seperti akan meninggalkan rumah


" iya "


" kemana? "


" ke rumah mamah "


" msu mau menuduh mama mu? " sambil memegang lembut lengan ergi dan menatap nya dengan tajam


" tidak menuduh, hanya bertanya saja " perlahan melepaskan tangan luna dan hendak keluar kamar


" gie, aku yakin bukan mama mu yang mengatakan itu pada raffa " luna kembali menahan lengan ergi berharap ergi mengurungkan niatnya untuk menemui mama nya


" kita tidak tau kalau tidak bertanya, tenanglah aku tidak akan ribut dengan nya " ergi tersenyum dan mencium kening luna dan berlalu pergi meninggalkan rumahnya.


Tak lama ergi sambil di rumah mama nya, tampak rumah megah bahkan terlalu megah untuk hanya di tinggalin mama nys dan beberapa asisten rumah tangga saja.


teeeett.. teeeet, ergi menekan bel perhlan tak lama ada seorang wanita yang membukakan pintu untuk nya


" pak ergi, selamat malam pak " sapa asisten rumah tangga itu ketika melihat wajah ergi di balik pintu


" ada ibu? "


" ada pak, ibu ada di kamar, sebentar saya panggil kan " membuka pintu lebih lebar seraya mempersilahkan ergi masuk.

__ADS_1


" mau minum apa pak? "


" tidak usah, panggil ibu saja ke sini " pinta ergi sambil menyandarkan kepalanya di sofa.


Asisten rumah tangga nya segera berjalan menuju lantai dua untuk memanggil majikannya.


" Ergi, tumben kamu ke sini sayang " terdengar suara mama nya seraya menuruni anak tangga dengan perlahan.


Ergi berdiri dan mencium tangan mama nya, sampai mereka duduk berhadapan.


" ada yang mau aku bicarakan "


" bicara, bicara apa? " tanya nya sambil mengerutkan kening dan melihat wajah putranya begitu serius.


" tentang raffa "


" tidak, dia tidak apa apa, aku mau mama jujur, apa mama yang mengatakan tentang masa lalu aku dan luna pada raffa? "


" masa lalu bagaimana? " mama ergi berbalik bertanya seolah tidak mengerti dengan ucapan putranya


" masa lalu, tenang hubungan kita dulu dan tentang keburukan aku " jelas ergi


" tidak, mama tidak pernah berkata seperti itu"


" mah tidak usah berbohong, aku sudah sepakat dengan luna untuk tidak menceritakan masa lalu kita pada anak anak kami, karena aku ingin menggubur nya dalam dalam karena banyak kesedihan di sana " terdengar suara lirih ergi


" tidak sayang mama beneran enggak mengatakan apapun pada raffa, mama sudah tidak ingin menganggu rumah tangga kalian " mama ergi berusaha meyakinkan putra nya yang terlihat sangat tidak mempercayai nya

__ADS_1


" bagaimana aku bisa percaya? "


" kamu bisa tanya raffa, terakhir mama ketemu raffa sebulan yang lalu, percaya pada mama, mama sudah berubah " kembali berusaha meyakinkan putranya tersebut.


Ergi hanya terdiam, mata nya memandang lurus dengan tatapan kosong tapi fikiran nya terus berkeliaran mencari jawaban siapa yang telah memberitahukan masa lalu nya pada putrnya.


***


Beberapa bulan kemudian


Saat ini raffa baru saja lulus sekolah dan rania kembali melanjutkan kuliah nya di Australia. Ergi dan luna mencoba melupakan yang telah terjadi pada putranya dan tidak lagi mencari tau tentang siapa yang menceritakan masa lalu nya pada raffa.


Tapi perubahan cukup terlihat pada raffa semenjak pertengkaran nya waktu itu, raffa menjadi anak yang dingin, bahkan sangat jarang sekali berbicara pada ergi dan luns, tidak seperti dulu.


" Mah " raffa mencoba menghampiri luna yang tengah duduk di sofa


" iya sayang " yang langsung menoleh dan memberi senyum ramah pada putrnya.


" Raffa sudah memutuskan, raffa akan kuliah di bandung " ucap raffa tanpa basa basi


Luna terdiam dan memandang wajah putranya dengan sendu.


" kenapa di bandung? di sini juga kan banyak universitas bagus? " berharap putranya lebih memilih kuliah di jakarta dan tetap bisa tinggal bersama nya.


" tidak, aku ingin di bandung saja. oia tolong bilang sama papa aku ingin tinggal di apartemen dan juga sediakan mobil untuk ku, aku tidak ingin hidup susah di sana " pinta raffa yang memang sejak pertengkaran nya dengan ergi raffa seperti enggan untuk bicara pada papa nya tersebut.


" yaudah, nanti mama akan coba bicara pada papa " luna mencoba mengikuti keinginan putranya.

__ADS_1


" baguslah " raffa beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan luna ke kamar. , Luna hanya terdiam dengan raut wajah yang sedih karena merasa putranya itu telah banyak berubah.


__ADS_2