
Ergi masih duduk terdiam sambil menundukkan kepalanya, berusaha keras berfikir untuk melunasi biaya rumah sakit...
" apa yang harus aku lakukan? harus dengan siapa aku meminjam uang sebesar itu?? belum tentu aku bisa melunasi nya.. " gumam ergi
Ergi pun terus terdiam beberapa saat sambil terus memutar otak nya untuk menemukan jalan keluar..
" apa sebaiknya aku jual saja motor ku?? "
tiba-tiba ergi teringat dengan motor nya, ergi membeli motor itu dengan harga yang lumayan mahal dari sisa tabungan nya saat awal menikah dengan luna, karena mama nya telah menarik semua fasilitas nya.
" iya lebih baik aku jual motor ku saja, hanya itu satu-satunya cara " gumam ergi
ergi pun bergegas keluar rumah sakit untuk segera menjual motornya dengan cepat.
Saat sore hari ergi pun kembali ke rumah sakit..
" akhirnya aku bisa mendapatkan uang, walaupun seperti nya masih kurang kurang karena luna masih harus di rawat entah sampai kapan.. tapi ya sudahlah aku masih bisa menggunakan tabungan uang kuliah ku untuk menutupi kekurangan nya nanti" gumam ergi
Ergi pun bergegas ke ruangan administrasi
" saya mau membayar administrasi pasien atas nama safaluna kahira " ucap ergi pada pegawai di sana
" sebentar ya pak, saya cek dulu.. " jawab pegawai tersebut
" pasien atas nama safaluna kahira administrasi nya sudah di bayar lunas pak.. . "
" apa? sudah di bayar?? siapa yang membayar nya?? " jawab ergi yang merasa terkejut
" saya tidak tau pak, karena orang yang membayar nya menolak untuk memberitahukan identitas nya, dia hanya memberikan uang cas untuk administrasi atas nama pasien " jawab pegawai tersebut
ergi hanya terdiam mendengar ucapan pegawai tersebut, dia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut..
" siapa? siapa yang telah membayar nya? tidak mungkin mama? itu sangat tidak mungkin.. aku harus mencari tau nya jika keadaan luna sudah membaik " gumam ergi
Ergi pun melangkah kan kaki nya ke ruangan bayi.. dia merasa sangat rindu dengan anak nya, hampir seharian dia tak melihat bayi nya.
ergi menghampiri box bayi dan melihat bayi mungil itu sedang tertidur.
__ADS_1
ergi pun mengendong bayi nya.
" maaf, maafkan aku, aku sangat sibuk hari ini, aku baru melihat mu sekarang.. apa kamu rindu ibu mu?? pasti kamu sangat merindukan nya.. bahkan kalian belum bisa bertemu.. bersabarlah luna pasti akan segera sadar dan mengendong mu.. dia pasti akan sangat menyayangi mu.. "ucap ergi sambil mencium bayi mungil nya
Ergi pun memutuskan untuk kembali ke ruangan luna.. sampai dia seperti mendengar ada yang memanggil nama nya..
" ergi.. " ucap seorang pria
" rico?? " ucap ergi yang melihat rico sudah ada di dekat ruang ICU
" gimana keadaan loe broo? " ucap rico sambil menepuk bahu ergi seraya memberi nya semangat
ergi dan rico pun duduk di depan ruang ICU..
" dari mana loe tau gue ada di sini? " tanya ergi
" dari tetangga loe, tadi gue ke rumah loe tapi kata tetangga loe, loe di sini , bagaimana keadaan luna dan bayi loe? " tanya rico
" bayi gue selamat dan sehat, tapi luna sudah 3 hari masih belum sadar.. " jawab ergi lirih
rico pun terdiam mendengar ucapan ergi, ergi terlihat sangat sedih dan putus asa..
ergi pun hanya tersenyum simpul mendengar ucapan rico.
" oia gue mau minta maaf soal waktu itu gue sempat ngeluarin loe dari restoran, gue merasa sangat bersalah.. " ucap rico
" engga apa apa, gue sudah tau itu perbuatan nyokap gue "
" loe udah tau? " ucap rico yang terkejut mendengar ucapan ergi
iya, maafin sikap nyokap gue , dia selalu arogan dan keras kepala "
" gue benar-benar engga menyangka kalau masalah loe serumit ini " ucap rico yang merasa iba dengan teman nya itu.. rico merasa hidup ergi seperti alur sinetron yang seperti benang kusut
" oia apa loe sudah dapat perkerjaan lagi?? " tanya rico
ergi hanya mengelengkan kepala nya..
__ADS_1
" begini teman gue kebetulan baru buka restoran dia masih banyak kurang karyawan, kalau loe mau, loe bisa datang ke sana.. gue udah bilang untuk menyempatkan loe di posisi yang bagus.. gue percaya sama kemampuan loe.. " ucap rico
" kenapa loe melakukan ini? " tanya ergi
" karena loe sahabat gue, gue tau gimana rasanya punya istri tapi engga punya perkerjaan.. tapi gue engga tau rasanya punya nyokap seperti nyokap loe.. jangan coba berbagi rasa ke gue.. " ucap rico sambil tersenyum
" thanks, tapi gue akan tunggu sampai keadaan luna membaik dulu "
" engga apa apa gue ngerti kok, nanti loe hubungin gue aja kalau sudah siap, nanti gue kabarin temam gue " ucap rico
tiba-tiba ergi pun teringat soal biaya rumah sakit yg tadi sudah di bayar oleh seseorang.
Apa mungkin rico yang membayar nya? gumam ergi
" co apa loe yang bayar biaya rumah sakit gue barusan?? ergi mencoba bertanya
" biaya rumah sakit? enggak kok gue baru aja dateng, emang berapa biayanya gie? "
" 35 juta " jawab ergi
" GILA banyak banget, duit dari mana gue, mending gue pake buat kawin lagi.. " ujar rico sambil tertawa
" iya gue lupa kalau loe punya duit pasti loe bakal kawin lagi.. " jawab ergi
" oia terus loe dapat uang buat bayar dari mana gie "
" gue jual, motor gue tapi pas gue mau bayar katanya udah di bayar tapi orang nya engga ninggalin identitas nya" jawab ergi
" loe jual motor loe? nanti loe ke kampus atau kerja gimana? naek ojol gitu?? "
" naek sepeda " jawab ergi yang merasa kesal dengan pertanyaan rico
" mungkin nyokap loe gie yang bayar biaya rumah sakit "
" engga itu, engga mungkin, gue tau betul watak mama gue " jawab ergi
" ya kali aja nyokap loe dapat hidayah gitu, terus habis ini ngasihin semua warisan nya sama loe, trus loe jadi orang kaya lagi.. "
__ADS_1
ucap rico sambil sedikit tertawa..
kalau bukan rico siapa yang sudah membayar biaya rumah sakit??? gumam ergi dengan perasaan yang binggung.