
Pagi pagi sekali ergi bergegas meninggalkan rumah rico dia ingin cepat menemui luna , kemarin sepulang berkerja dia sudah mencoba menemui luna dia terus meneriaki dan mengetuk pintu tapi tak di respon sama sekali dengan luna , padahal dia tau lunw ada di dalam , hati nya terasa sangat sakit saat luna meminta cerai kepada nya , ergi tak habis fikir kenapa luna bisa dengan mudah mengatakan itu padahal ergi masih sangat mencintainya .
pagi itu ergi sudah berdiri di depan pintu rumah luna dia sengaja tidak mengetuk pintu karena pasti luna tak akan membukakanya , dia yakin pagi ini luna akan keluar untuk berkeeja. .
Benar saja tidak lama menunggu pintu itu pun terbuka dan luna mulai keluar. .
" mau kemna kamu ? ? " ucap ergi yang dengan sigap menahan tangan luna saat baru keluar rumah
luna pun tampak terkejut melihat ergi dan tak habis fikir kenapa pagi pagi ergi sudah ada di depan rumah nya
" aku mau berkerja , lepaskan aku gie ! ! "
" tidak , aku tidak mengizinkan kamu berkerja ! ! "
luna pun sekuat tenaga melepaskan tangan ergi dari nya , dia segera berlari menuju motor ojek online yang telah di pesan nya, luna segera menaiki motor tersebut tapi ergi mengejar nya dan kembali menahan tangan luna
" LUNA TURUN , DENGARKAN AKU ! ! " sentak ergi
" lepasin gie sakit ! ! " ucap luna sambil mencoba melepaskan tangan ergi
" jangan kasar donk mas sama cewek ! ! " ujar pengemudi ojek itu yang geram melihat ergi
" jangan ikut campur ! ! dia istri gue ! ! " sentak ergi
" istri ? kalau istri kenapa engga di anter aja istrinya mas , kenapa naik ojek saya ? ? enggak usah ngaku ngaku lah ! ! " ucap pengemudi ojek tersebut
ergi pun mengeratkan gigi nya karena merasa gemas dengan pengemudi ojek tersebut yang seperti nya mengajak nya ribut. luna pun akhirnya biaa melepaskan tangan ergi dia pun segera menepuk pundak pengemudi ojek tersebut sebagai isyarat untuk segera melajukan motornya , , motor itu pun segera melaju cepat meninggalkan ergi.
__ADS_1
"LUNA , LUNA ! ! " teriak ergi sambil mencoba menahan emosi nya
" kau benar benar menguji kesabaran ku luna. . " gumam ergi
luna pun akhirnya sampai di rumah makan tersebut dan kembali berkerja
" mbak karyawan baru ya di sini ? " ucap seorang pria siang itu pada nya
" oia. . mau pesan apa mas ? " tanya luna yang kemudian di susul pesanan pria tersebut
tak lama luna pun mengantar kan pesanan tersebut ke meja , tapi mata pria itu dari tak pernah lepas memandangi luna , dia terus memperhatikan luna dari ujung kepala sampai kaki yang membuat luna merasa sangat tidak nyaman
" tidak usah memandangi nya seperti itu , dia sedang hamil juga sudah punya suami. . " ucap ibu ratih kepada
hari pun sudah sore dan luna bergegas pulang , dia pun menunggu angkutan umum di iringi gerimis yang mulai turun . tak jauh dari tempat dia menunggu dia merasa ada pria yang terus memperhatikan diri nya , luna pun mencoba mengamati wajah pria tersebut , dia kaget bukan kepalang karena pria yang sedang memandang nya itu ada pelanggan aneh yang tadi siang dia layani.
Luna pun bergegas menaiki angkutan umum di depan nya , dan pria itu juga menaiki angkatan umum tersebut . tangan luna pun mendadak dingin , ada perasaan takut di hati nya dia merasa pria itu sedang menguntitnya , pria itu terus saja memandangi luna di angkutan umum tersebut , mata nya sangat liar dia terus memandangi tubuh luna , membuat hati luna ketar ketir ketakutan , luna pun segera memberhentikan angkutan tersebut karena sudah dekat rumahnya , luna pun turun dan benar saja pria itu juga ikut turun , luna pun mash harus berjalan karena memang rumah nya agak jauh dari jalan raya , suasana jalan tersebut sangat sepi karena memang gerimis itu semakin besar sehingga tidak ada orang di luar , luna pun mempercepat langkah kaki nya begitu tau pria itu berjalan mengikuti nya . dia setengah berlari karena semakin takut. sampai ada pria yang menarik tangan nya.
" jangan ganggu dia , kalau loe engga mau berakhir di sini ! ! " ucap ergi padspria tersebut , pria itu pun hanya tersenyum dan kemudian pergi
" berhentilah membuat ku cemas " ucap ergi yang memandang luna seperti sangat ketakutan dan mengantar nya pulang
mereka pun masuk ke rumah . luna pun mencoba duduk dan mengatur nafas karena ketakutan nya
" minumlah . . " ucap ergi sambil memberikan luna air hangat , dia merasa semakin cemas meninggalkan luna sendiri kalau saja tadi ergi tidak melihat pria aneh itu mengikuti nya , entah apa yang terjadi pada luna
__ADS_1
" kau sudah baikan ? " tanya ergi
luna hanya menganguk pelan menjawab pertanyaan ergi
" jangan pergi sendiri lagi , aku mengkhawatirkan mu " ucap ergi
luna pun hanya terdiam sambil terus meminum air hangat nya
ergi pun terus memandang luna yang duduk di hadapan nya, wajah dan tubuh nya sedikit basah terkena air hujan tapi entah mengapa ergi menyukai nya, wajah dan tubuh luna terlihat sangat mengairahkan dengan keadaan basah seperti itu , membuat birahi ergi tiba-tiba saja meningkat , sudah lama memang ergi tidak menyentuh istrinya itu , karena pertengkaran nya dengan luna , sebenarnya dia sangat merindukan luna ingin sekali rasanya mencumbu wanita di hadapan nya itu
ergi pun mencoba memegang tangan luna , tapi luna bergegas bangun dan maauk ke kamarnya .
ergi pun menghela nafas dan mencoba mengerti kalau luna masih marah pada nya. luna pun kembali dari kamarnya dan menghampiri ergi
" gantilah baju mu . ." ucap luna yang melihat baju ergi basah sambil memberikan nya baju ganti dan handuk kepada nya
" kenapa harus di berikan di sini ? aku bisa menganti nya di kamar ? " tanya ergi heran
" tidak , kamu tidak boleh masuk kamar ku , kamu bisa bermalam di sini tapi tidur lah di kamar sebelah "
" luna kenapa memperlakukan aku seperti ini ? aku ini suami mu ? ? " ucap ergi yang merasa tidak suka dengan sikap luna.
" sudahlah gie kalau kamu tidak mau kamu bisa pergi dari sini " jawab luna yang kemudian meninggalkan ergi ke kamar
ergi pin merebahkan diri nya sambil menarik nafas mencoba meredam emosi nya , dia mencoba mengerti luna yang belum bisa memaafkan nya , padahal sebenernya dia sangat merindukan luna dan ingin sekali menyentuh istri cantik nya itu.
__ADS_1