
" Raffa, kamu sedang apa di sini?" tanya fira yang membuyarkan lamunan raffa yang sedari tadi memperhatikan nya.
"oh.. aku ada sedikit keperluan " jawab nya sambil tersenyum
" oh, yaudah aku pulang dulu ya raf.. " fira mulai hendak melajukan motor nya, tapi tiba-tiba saja motor nya tak mau menyala
" kenapa fir? " raffa melihat wajah gadis itu tampak bingung
" enggak tau nih, motor aku enggak mau nyala mesin nya " fira terus mencoba menghidupkan motor nya tapi tetep tidak bisa, raffa pun mencoba menghidupkan motor fira tapi tetap juga tidak bisa..
" kayak nya harus di bawa ke bengkel nih fir"
" aduh.. gimna ya.. aku masih harus anter beberapa kue lagi " wajah fira semakin tampak bingung dan cemas
" oh yaudah, aku anter aja ya pakai motor aku, motor kamu kita bawa ke bengkel dulu, tadi aku lihat ada bengkel enggak jauh dari sini.. " raffa mencoba menawarkan bantuan pada fira
" enggak apa apa? enggak ngerepotin? "
" enggak ngerepotin sama sekali kok fir, justru aku senang bisa bantu kamu, sekarang kita bawa motor kamu ke bengkel dulu ya "
" iya " jawab fira dengan senyuman yang merekah di bibirnya.. raffa segera mendorong motor fira ke bengkel tak jauh dari tempat mereka
" fir, kamu tunggu di sini aja ya, aku ambil motor aku dulu " fira pun mengangguk dan raffa segera meninggalkan bengkel tersebut untuk mengambil motornya..
tak lama raffa kembali dan membonceng fira untuk mengantar nya ke beberapa warung dab menitipkan kue buatan ibunya tersebut..
" sudah selesai kan? aku antar kamu pulang ya? "
" enggak usah raf.. aku naik angkot aja "
" lho kenapa? ayo lah fir.. lagian di sini kayak nya angkot jarang lewat deh " ucap raffa sambil melihat jalanan yang memang sepi..
" gimana ya.. " gumam fira dengan wajah yang bingung
" ayo lah, sekali ini aja " raffa kembali membujuk
fira akhirnya mengangguk dan raffa pun tersenyum gembira.. raffa pun mulai melajukan motornya menuju rumah fira..
.
" udah raf, di sini aja " fira memberhentikan raffa tepat di depan gang kecil.
" kok di sini fir? kan belum sampai? "tanya raffa heran
__ADS_1
" rumah aku enggak jauh dari sini kok, makasih ya raf" ucap fira yang hendak meninggalkan raffa tapi raffa menahan lengan fira
" fir.. aku boleh enggak mampir ke rumah kamu? " raffa mencoba mengutarakan maksudnya, tapi fira hanya terdiam dengan raut wajah yang bingung..
" jangan raf.. aku malu.. " sahut fira pelan
" malu? malu kenapa? " raffa mengerutkan kening nya seolah tidak mengerti ucapan fira
" rumah aku jelek raf.. kumuh " ucap fira, fira tau raffa cukup terkenal di sekolah dan fira tau raffa anak orang kaya, fira menjadi tidak merasa percaya diri saat dekat apa lagi kalau raffa sampai mampir ke rumah nya
" lho kok kamu ngomong nya gitu? aku kan cuma mau mampir, bukan nilai rumah kamu.. boleh ya? " raffa setengah memaksa karena sudah lama sekali raffa ingin mampir ke rumah fira
" yaudah deh " raffa kembali tersenyum mendengar ucapan fira.. raffa kembali melajukan motornya di dalam gang sempit tersebut, tampak lingkungan yang cukup kumuh memang jauh berbeda dengan lingkungan tempat tinggal raffa
" berhenti raf.. ini rumah aku " ucap fira saat memberikan motor raffa di depan sebuah rumah..
raffa melihat rumah tersebut tampak rumah yang sangat sederhana.. dan beberapa bagian rumah yang tampak rapuh..
" ayo raf.. masuk " fira mempersiapkan raffa masuk, raffa pun bergegas turun dari motor nya
" assalamualaikum " ucap fira saat hendak memasuki rumah
" walaikumsalam, kamu sudah pulang nak " sahut seorang wanita dari dalam rumah dan menghampiri mereka
" ini siapa nak? " tanya ibu fira yang memperhatikan raffa
" ini raffa bu.. teman sekolah fira, tadi motor fira mogok jadi raffa bantu fira anter kue sekalian anter fira pulang bu " fira mencoba menjelaskan
" oh gitu.. makasih ya nak raffa, ayo masuk.. maaf ya rumah nya gini " ucap ibu fira sambil tersenyum
" iya bu, enggak apa apa kok " sahut raffa yang mulai masuk ke dalam rumah fira, tampak banyak anak kecil yang bermain di dalam rumah tersebut
" raf.. kita ngobrol di belakang aja yuk, di sini banyak adik aku " ajak fira ke belakang halaman rumah nya.. tampak sepi dan asri karena banyak pepohonan di sana.. raffa pun duduk sambil menikmati angin yang bertiup sejuk di sekitarnya..
" di minum raf " ucap fira sambil memberikan minuman pada raffa
" makasih ya " jawab raffa sambil tersenyum
" maaf ya, rumah aku gini raf "
" untuk apa minta maaf? aku malah berterima kasih kamu mau izinin aku ke rumah kamu "
fira pun tersenyum.. dan mereka hanya saling terdiam untuk beberapa saat..
__ADS_1
" oia papa kamu mana? kerja? " tanya raffa memecah keheningan
" ayah aku udah meninggal raf " jawab fira lirih
" maaf " sesal raffa yang sepertinya salah pertanyaan
" enggak apa apa kok, sejak ayah meninggal ibu jadi tulang punggung.. sedangkan aku anak pertama masih sekolah jadi aku enggak bisa bantu cari uang.. syukurlah aku dapat beasiswa untuk sekolah di sekolah kita raf, kalau aku enggak dapat beasiswa mungkin aku enggak bisa lanjut sekolah karena adik aju juga banyak " fira mencoba menceritakan tentang hidup nya sambil mencoba tersenyum
Raffa pun terdiam mendengar ucapan fira, raffa tidak tau kalau hidup fira sesulit ini, yang raffa tau fira memang mendapat beasiswa karena fira murid yang cukup cerdas.. dan raffa tau biaya di sekolah mereka memang cukup mahal jika tanpa beasiswa karena termasuk sekolah unggulan di sana
" aku makin kagum sama kamu fir " ucap raffa sambil menatap fira
fira pun menoleh dengan wajah sedikit memerah mendengar ucapan raffa
" kagum kenapa? " tanya fira sedikit gugup
" aku kagum kamu benar-benar cewek mandiri ternyata, kamu juga masih mau bantu ibu kamu, aku jadi malu sama diri aku sendiri karena aku masih mengandalkan orang tua aku" ucap raffa yang membuat wajah fira semakin memerah mendengar ucapan raffa
fira hanya terdiam sambil menundukan wajah nya karena raffa terus memandang nya
kring.. kring.. terdengar suara handphone raffa berbunyi
" dari siapa?? " tanya fira
" dari mama aku, bentar ya " raffa pun segera mengangkat telepon nya
" halo raffa, kamu di mana? kok belum pulang? " terdengar suara luna yang cemas
" raffa di rumah teman mah "
" raffa kok kamu malah ke rumah teman? kan tadi mama suruh kamu ke toko kue ambil kue mama " ucap luna yang merasa bingung dengan ucapan raffa
ya ampun gue lupa! tadi kan mama nyuruh gue ambil kue! gumam raffa yang tiba-tiba teringat kembali perintah mama nya
" oia mah raffa lupa, raffa ambil sekarang ya "
" ya ampun raffa kok bisa sampai lupa sih, mama udah nunggu dari tadi lho " keluh luna
" maaf mah, yaudah raffa ke sana sekarang " ucap raffa yang langsung menutup telepon nya
" fir.. maaf ya aku harus pulang sekarang " raffa pun beranjak dari kursi nya sambil memakai kembali jaket nya
" oia.. makasih ya raf, buat hari ini " ucap fira sambil memberikan seulas senyum manis pada raffa
__ADS_1
" sama sama " raffa membalas senyum fira dan bergegas meninggalkan rumah fira sore itu