
Malam itu luna terus melirik jam di kamar nya, sudah hampir jam 23,00 tapi ergi belum juga pulang.. luna sudah berusaha menghubungi nya tapi handphone ergi sedang tidak aktif.
" kemana kamu? apa kamu sedang bersama wanita lain lagi? " gumam luna dengan raut wajah sedih
" tok, tok tok "
luna pun bergegas untuk segera membuka pintu, di lihat nya wajah ergi di balik pintu yang sedari tadi luna nantikan
" kemana saja? kenapa baru pulang? "ucap luna dengan wajah sedikit emosi
" aku sudah bilang bukan kalau aku hari ini mulai berkerja di restoran teman rico?? " jawab ergi sambil membuka sepatu nya
ergi pun menghampiri luna sambil menuntun nya duduk di sebelah nya
" aku punya kabar gembira untuk mu? ucap ergi sambil menatap luna
" kabar apa? "
" aku mulai berkerja hari ini, dan kamu tau teman rico memberi posisi ku untuk bagian staff.. padahal dia tau aku masih kuliah, tapi dia percaya pada kemampuan ku, pasti rico sudah berhasil merayu nya.." ucap ergi sambil tersenyum
" oia? alhamdulillah.. " luna merespon ucapan ergi dengan wajah yang gembira
" gaji ku pasti akan lebih besar di sana.. apa yang kau inginkan luna?? perhiasan?? tas? baju atau apa? aku akan berusaha memenuhi nya? " tanya ergi sambil memegang lembut tangan luna.
" aku tidak ingin apa apa " jawab luna
ergi pun mengela nafas mendengar ucapan luna, kenapa luna tidak pernah memberi tau barang barang yang dia inginkan, terkadang membuat ergi binggung saat ingin memberikan nya hadiah karena luna tak pernah mengatakan barang barang yang dia suka, tidak seperti wanita lain.
" luna.. katakan saja yang kamu mau.. tidak perlu merasa kasihan atau sungkan kepada ku.. aku akan berusaha memenuhi setiap permintaan mu.. " bujuk ergi
" aku benar-benar tidak ingin barang barang itu gie.. ada permintaan lain yang aku inginkan " ucap luna
" apa? permintaan apa? katakan saja "
" aku ingin kamu berbaikan dengan mama mu.. aku ingin hidup normal seperti yang lain, aku ingin mama mu menerima aku dan rania.. kamu bisa mengabulkan itu?? "
seketika ucapan luna membuat ergi terdiam, dan merubah raut wajah nya yang tadi terlihat sangat antusias menjadi sefih.
" maaf aku tidak bisa mengabulkan itu " ucap ergi
" lalu kapan kira kira kamu bisa mengabulkan itu? aku akan menunggu nya " jawab luna sambil berusaha tersenyum
ergi pun menarik dalam dalam nafas nya dan mengusap lembut pipi luna
__ADS_1
" aku tidak tau kapan bisa mengabulkan nya, tapi aku yakin suatu saat itu akan terkabul.. kamu percaya kan sama aku?? "
" iya, aku percaya kamu " ucap luna sambil menyadarkan kepala nya di bahu ergi.
tak lama ergi pun bergegas mandi selesai mandi ergi pun merebahkan dirinya di ranjang seraya memeluk tubuh luna dari belakang.
" kamu belum tidur? " bisik ergi
" aku belum mengantuk " jawab luna
tak lama terdengar suara pesan dari handphone luna, luna pun segera mengambil handphone nya dan membaca pesan tersebut
" pesan dari siapa? dari pria?? " ucap ergi dengan nada curiga
" kalau iya memang nya kenapa?? " luna sedikit tersenyum
ergi pun bergegas melepas pelukan nya dan merampas handphone luna, dan membaca pesan yang baru masuk tersebut.
" dari rara?? " ucap ergi sambil mengerutkan kening nya
" iya rara.. kamu itu mudah sekali di tipu " ujar luna sambil sedikit tertawa
" kamu itu mudah sekali membuat ku cemburu " jawab ergi
" kamu masih menyimpan foto foto ini? " tanya ergi sambil melihat galeri foto luna yang ternyata banyak foto foto mereka dulu
" memang nya kenapa kalau aku masih menyimpan nya?? "
" aku fikir kamu sudah menghapus nya sewaktu orang tua kita bercerai dan kita berpisah " ucap ergi sambil menatap luna
" aku tidak pernah menghapus nya, apa kamu sudah menghapus nya dari handphone mu? "
" iya aku sudah menghapus nya, karena teralu sakit bila mengingat mu waktu itu " ucap ergi
" sesakit itu? kamu kan bisa mencari wanita lain?? " tanya luna
" sakit sekali, karena aku tidak bisa menyukai wanita lain.. jangan pernah pergi dari ku lagi " ucap ergi sambil menatap luna
" tidak, tidak akan pernah " jawab luna sambil tersenyum
ergi pun mencium kening luna dan memeluk nya sampai mereka tertidur.
Keesokan harinya ergi pun kuliah dan berkerja seperti biasa.
__ADS_1
" tok, tok, tok " terdengar suara ketukan pintu siang itu, luna pun bergegas membuka nya
" MAMA? "ucap luna yang sangat terkejut dengan kedatangan mama ergi siang itu
" apa kabar luna? saya ke sini bukan ingin melihat anak mu, saya ingin bicara dengan mu " ucap mama ergi yang kebetulan melihat luna sedang mengendong bayi nya
hati luna pun terasa perih mendengar ucapan itu, jangankan bermimpi mama ergi akan menerima anak nya, melihat nya saja dia tidak mau.
" silakan masuk mah " ucap luna sambil berusaha menahan air matanya
" mau minum apa? " luna kembali bertanya
" tidak usah, saya tidak ingin berlama lama di sini" jawab nya sinis
luna pun terdiam dan berusaha duduk dengan tenang.
" bagaimana rasanya punya anak? senang? kamu menyangi nya?? " tanya mama ergi sambil terus menatap luna dengan tajam
" iya, aku menyangi nya "jawab luna yang tidak mengerti dengan ucapan mama ergi
" bagaimana jika anak itu saya ambil? apa yang kamu rasakan? "
" apa maksudnya? " luna semakin bingung
" kamu tau, itu yang saya rasakan, ergi adalah anak tunggal saya, saya sangat mencintai nya tapi kamu hadir dan merebut nya dari saya , kamu sekarang sudah menjadi ibu bayangkan jika anak tercinta mu di ambil begitu saja dengan seseorang yang tidak kamu suka? bagaimana perasaanmu luna??? "
luna pun hanya terdiam mendengar ucapan mama ergi entah kenapa hati nya semakin tersa sakit mendengar itu.
" saya tidak pernah merebut ergi " ucap luna dengan mata yang sudah berkaca kaca
" tidak pernah merebut kata mu? ergi lebih memilih mu dari pada saya ibu nya!! seharusnya kamu sebagai wanita bisa lebih peka, bagaimana jika saat ini juga saya ambil anak mu!! " ucap mama ergi sambil berusaha merebut bayi yang di gendong luna
" JANGAN!! JANGAN AMBIL ANAK SAYA!! teriak luna sambil berusaha mempertahankan bayi nya.
" kamu itu benar benar egois luna!! kembalikan ergi putra saya, atau saya akan mengambil anak mu!! "ucap mama ergi yang kemudian pergi meninggalkan rumah luna
# hy readers jangan lupa dukung author ya. . vote novel ini \, supaya author semakin semangat menulis nya. . ❤️❤️❤️❤️❤️
terima kasih 😘😘😘
__ADS_1