
Rico pun kembali ke rumahnya dan kembali membaca ketas yang di temukan di meja kerja ergi.. dia pun terus mengerutkan kening nya seolah tidak percaya dengan apa yang di tulis temannya itu..
" apa tulisan ini untuk luna istri nya?? " ergi menderita sakit kanker???? apa dia tidak memberi tau istrinya,??"
rico pun terus membaca isi tulisan yang memilukan itu..
" astaga gie... drama seperti apa yang sedang loe lakuin...!!! " gumam rico
***********
Ergi pun kembali ke ruang kerjanya dan sibuk mencari keetas yang tadi di atas meja kerjanya
" kemana kertas itu?? tadi aku yakin menaruhnya di atas meja.. apa OB nya telah mengambil dan membuang nya?? gumam ergi dengan ekspresi binggung
ergi pun ke luar ruangan nya dan menghampiri nadia di meja kerjanya
" nadia apa tadi ada OB yang membersihkan ruang kerja ku?? " tanya ergi
" iya, ada pak tadi ada OB yang membersihkan ruang kerja bapak sewaktu bapak istirahat " jawab nadia
" oh begitu, yasudah ucap ergi dan berlalu meninggalkan nadia
" mungkin sudah di buang OB.. mungkin di kira sampah kali ya.. yasudahlah" gumam ergi
***********
Hari demi hari pun berlalu ergi masih terus memperhatikan afif dari dalam mobil yang semakin sering menemui luna..
" sudah saat nya " gumam ergi sambil terus memperhatikan afif dan luna
ergi pun keluar mobil dan mulai memasuki toko luna..
" luna " ucap ergi yang baru memasuki toko luna dan melihat luna tengah mengobrol dengan afif
" ergi?? " jawab luna yang tampak terkejut dengan kedatangan ergi
__ADS_1
" sedang apa kamu " ucap ergi dengan nada dingin
" oh.. ini ada afif.. dia teman SMA ku dulu waktu di bandung, kamu ingat kan?? " luna mencoba menjelaskan
" jelas aku ingat.. dia yang dulu sangat menyukai mu kan?? jadi sekarang kalian bertemu kembali dan mulai merajut cinta lagi?? benar begitu?? " ucap ergi sambil tersenyum kecut
" apa maksud mu?? " aku tidak melakukan apa pun aku hanya mengobrol??" jawab luna dengan ekspresi binggung
" sudahlah luna, kalau kamu ingin kembali pada kembali lah.. lagi pula aku sudah tidak mencintaimu "
" Ergi kenapa harus bicara seperti itu??!!" ucap luna yang mulai menitihkan air mata
"tidak perlu menangis luna, kamu tidak perlu menangisi pria BRENGSEK seperti dia!!! " ucap afif yang mulai emosi
" Romantis sekali kalian " ucap ergi dan melangkah kan kaki nya keluar dari toko luna
luna pun berlari ke luar toko untuk mengejar ergi dan memegang erat lengan ergi untuk menghentikan langkah nya.
" BERHENTI LAH BERSIKAP SEPERTI INI!!! BERHENTI LAH MENYAKITI KU!!!! " teriak luna sambil meneteskan air mata
Afif pun langsung menghampiri luna yang masih menangis di luar toko..
" luna masuk lah " ucap afif sambil menuntun luna kembali masuk ke toko
luna pun masih terus menangis di ruangan toko tersebut
" minumlah " ucap afif sambil memberikan segelas air pada luna
luna pun mulai meminum air tersebut sambil mencoba menghapus air matanya
" apa dia sering bersikap seperti itu padamu?? " tanya afif sambil menatap tajam wajah luna
" tidak, ergi sangat baik.. di sangat mencintai ku.. sangat, sangat mencintai ku.. tapi aku tidak mengerti kenapa sekarang dia seperti itu.. aku tidak mengerti di mana letak kesalahan ku " ucap luna yang kembali berurai air mata
" luna, ada kala nya perasaan itu bisa berubah dan itu bisa merubah seseorang, berhenti lah menangisi orang seperti itu.. dia tidak pantas untuk mu.. aku sangat mengenal mu, kamu wanita yang baik.. pria seperti itu tidak pantas lagi
__ADS_1
untuk kamu cintai luna " ucap afif
luna pun hanya terdiam mendengar ucapan afif.. dan memutuskan untuk pulang..
Sampai di rumah luna pun melihat ergi yang sedang ada di rumah karena memang sedang hari libur.
Luna melihat ergi yang fokus dengan handphone nya di sofa tanpa memperdulikan luna yang baru masuk rumah dan merasa bersalah atas apa yang tadi dia lakukan pada luna.
Luna pun mencoba menghampiri ergi sambil menahan sesak di dada nya.
" jelaskan pada ku, apa salah ku?? kenapa kamu seperti ini?? " ucap luna sambil merampas handphone ergi
Ergi pun menoleh ke arah luna dan melihat wajah luna yang tampak sembab.. ergi menarik nafas dan berusaha menatap wajah luna
" bukan kah sudah aku jelaskan, aku bosan padamu " ucap ergi
" aku tidak percaya hanya seperti itu alasan mu "
ergi pun meninggalkan luna dan kembali menghampiri luna sambil membawa sebuah keetas
" ini adalah surat perpisahan kita, aku sudah membuat nya.. aku ingin kita berpisah.. kembali lah pada afif mu itu " ucap ergi sambil memberikan kertas tersebut
Tangan luna pun bergetar memegang kertas itu luna benar benar tidak percaya ergi akan melakukan hal sejauh itu pada nya
" TIDAK, AKU TIDAK INGIN BERCERAI " ucap luna sambil menyobek kertas tersebut
" kenapa tidak ingin bercerai luna?? apa karena aku sudah kaya sekarang?? tenang lah aku sudah menyiapkan rumah yang besar untuk mu dan juga tabungan untuk rania.. hidup mu akan tetap terjamin " ucap ergi
" PLAAAKKK" luna pun menampar wajah ergi dengan kencang
" apa kamu ingin membunuh ku??? lakukan saja itu sekarang.. itu lebih baik untuk ku agar aku tidak melihat mu lagi " ucap luna yang langsung meninggalkan ergi ke kamar.
Ergi pun hanya terdiam dan mencoba menahan air mata nya..
" aku memang jahat luna. sangat jahat.. sekarang kamu sudah sangat membenci ku..
__ADS_1
aku berharap afif bisa menghapus air mata mu, dan aku bisa pergi dengan tenang " gumam ergi