My Step Brother

My Step Brother
S2 part 10


__ADS_3

Setelah makan malam selesai fira pun pulang dan raffa mengantarnya.


" raf, makasih ya aku senang banget malam ini keluarga kamu baik banget " ucap fira sambil tersenyum setelah turun dari motor


" iya sama-sama " sahut raffa sambil membalas senyuman fira


" yaudah aku masuk dulu ya, bye" ucap fira sambil melangkahkan kaki nya ke dalam rumah dan raffa melajukan kembali motornya ke rumah nya.


***


Siang itu raffa bergegas ke kelas fira untuk mengajak nya pulang bersama nya tapi raffa tak melihat fira di dalam kelasnya


" sel, kamu liat fira? " tanya raffa pada sely teman satu kelas fira


" oh, fira udah pulang duluan barusan "


Raffa pun bergegas ke depan sekolah untuk mengejar fira tapi raffa menghentikan langkahnya saat fira sedang mengobrol bersama pria dewasa dan mereka masuk ke dalam mobil.


Raffa pun dengan sigap mengambil motornya dan mengikuti mobil tersebut, sampai mobil itu berhenti di depan rumah fira, dan fira masuk ke rumah, lalu di susul mobil tersebut yang meninggalkan rumah fira


" pria itu mengantar fira pulang? siapa pria itu? " gumam raffa dengan perasaan cemburu yang menyelimuti nya


Keesokan harinya saat jam istirahat raffa menghampiri fira di kelasnya.


" fir, aku mau bicara " ucap raffa dengan wajah yang dingin


Sampai mereka duduk di taman belakang sekolah.


" mau bicara apa raf? " tanya fira dengan ekspresi binggung


" kemarin siapa yang nengantar mu pulang? " ucap raffa tanpa basa basi


" itu kak Bima" jawab nya singkat


" siapa dia? " raffa kembali bertanya dengan menatap tajam fira yang sedikit menundukkan kepalanya, tapi fira hanya terdiam.


" jawab fir? " kembali bertanya dengan sedikit nada tinggi


" itu pria yang akan di jodohkan dengan ku " jawab fira lirih, raffa cukup terkejut dengan jawaban fira.


" dia kelihatan nya sudah mapan, seperti utu seleramu? " ucap raffa dengan nada sinis

__ADS_1


" sudah aku katakan, aku tidak punya pilihan lain raf, aku tidak ingin membebani ibu ku, aku juga ingin memperbaiki ekonomi keluarga ku " jawab fira lirih


" dengan menikah dengan pria mapan dan berharap dia akan menjamin hidup mu? " ucap raffa yang semakin merasakan sakit saat mendengar ucapan fira


" iya, benar seperti itu, aku memang rendah " jawab fira sambil menghapus sedikit air matanya yang terjatuh


Raffa pun sejenak terdiam " bagaimana jika setelah lulus aku akan menikah mu? dan menjamin hidup mu? apa kamu bisa menerima ku? " tiba-tiba saja kata kata itu terlontar dari bibir raffa


" tidak raf, kamu lanjutkan saja hidup mu, kamu harus kuliah, menikmati masa muda mu bukan harus cepat cepat menikah dengan gadis seperti aku " tegas fira yang mulai bangkit dari kusinya dan hendak meninggalkan raffa tapi raffa menahan lengan nya


" apa kamu sungguh tidak suka sama aku fir? bagaimana kalau aku benar-benar membuktikan kata kata ku? " ucap raffa, tapi fira hanya terdiam seraya melepaskan tangan raffa dan berlalu pergi meninggalkan nya


Raffa pun terduduk lemas di kursi taman, hatinya terasa sakit sekali gadis yang dia sukai sejak lama ternyata memutuskan dengan cepat untuk menikah dengan pria lain, dan raffa merasa benar-benar sangat mencintai fira.


***


" raffa ayo keluar, makan malam " panggil luna malam itu sambil mengetuk pintu kamar raffa


" iya mah "


Raffa segera menuju meja makan dan menyantap makan nya


" Raffa, setelah lulus kamu akan kuliah di mana? " ucap ergi di sela sela makan malam mereka, mengingat putra bungsu nya akan segera lulus sekolah


" bagaimana kalau kamu melanjutkan kuliah mu di Australia saja, seperti rania, universitas di sana juga bagus bagus kalian juga bisa saling menjaga " ergi mencoba memberikan solusi


" tidak, aku ingin kuliah di sini saja " ucap raffa dengan tegas


" Rania tau pah kenapa raffa enggak mau kuliah di sana raffa pasti takut satu apartemen sama rania jadi enggak bebas gitu dia pah " sahut rania sambil sedikit tetawa, tapi raffa hanya terdiam dengan wajah yang murung malam itu.


" Raffa kamu enggak usah khawatir, papa bisa menyewakan apartemen yang berbeda dengan rania, bagaimana? " ergi kembali bertanya


" enggak pah, raffa tetap mau kuliah di sini " raffa kembali menolak


" oh, yasudah " ergi akhirnya menyerah


" payah kamu dek " ledek rania sambil mencibihkan bibirnya


" pah " ucap raffa sedikit ragu


" apa? "

__ADS_1


" enggak jadi deh " jawab raffa


" pah " ucap raffa sesaat kemudian


" apa? " sahut ergi sambil menyantap makanannya


" nanti aja deh " kembali mengurungkan niatnya


" pah? " ucap raffa tak lama kemudian


" ya ampun dek, kamu tuh mau ngomong apa sih " sahut rania yang tampak gemas dengan tingkah adik nya


" raffa ingin menikah setelah lulus sekolah " tegas raffa yang akhirnya bisa mengutarakan maksudnya


Uhuk.. uhuk.. ergi sedikit tersendak mendengar ucapan raffa


" jangan bercanda kamu raffa " ucap ergi dengan wajah yang tegas


" raffa kamu ini ngomong apa sih " sahut luna yang merasa aneh dengan ucapan putranya


" iya dek, kamu kebanyakan nonton drama korea kali ya jadi ngebet nikah gini " ledek rania sambil tertawa


" raffa serius, raffa ingin menikah " ucap raffa dengan wajah yang cukup serius


" tidak, kamu harus kuliah " tegas ergi


" pah, raffa akan tetap kuliah setelah menikah " sahut raffa


" tetap kuliah? lalu bagaimana kamu mencari uang? bagaimana kamu membiayai istrmu? " ucap ergi yang mulai terpancing emosi


.


" raffa bisa berkerja paruh waktu, raffa akan berusaha membiayai kebutuhan istri raffa tanpa bantuan papa "


" kamu fikir itu mudah? kamu fikir pernikahan itu permainan? " sentak ergi yang sangat terpancing emosi dan membuat nya mengingat kembali bagaimana dulu susah payah nya dia berkerja sambil kuliah dengan penghasilan yang tidak seberapa.


" raffa tau itu pah, raffa enggak akan main main dengan pernikahan raffa " raffa terus berusaha meyakinkan


" JANGAN MEMBANTAH RAFFA!! KAMU TIDAK AKAN MENIKAH SEBELUM KAMU MENYELESAIKAN PENDIDIKAN, MENGERTI KAMU! " sentak ergi yang mulai kehabisan kesabaran nya dan meninggalkan meja makan


" kamu sih dek " ucap rania yang menyalahkan raffa atas kemarahan papa nyw

__ADS_1


Luna hanya terdiam sambil memandang wajah putranya yang tampak murung dan tidak mengerti mengapa raffa bisa mengatakan hal tersebut.


__ADS_2