My Step Brother

My Step Brother
menyembunyikan kebenaran


__ADS_3

4 tahun kemudian, singapore


Setelah di rawat dan menjalani pengobatan di Singapore Rafka pun sembuh dari penyakit nya dan memutuskan menetap di Singapore bersama Mama nya.


"Gimana keadaan lo sekarang? udah enggak sakit lagi?" tanya Revan sambil menikmati teh di teras rumah Rafka.


"Ya beginilah, gue masih hidup," jawab Rafka.


"Ya untuk penyakit yang serius memang butuh waktu lama untuk penyembuhan nya, tapi syukurlah lo bisa melewati nya. Udah satu tahun ini lo sembuh setelah 3 tahun menjalani pengobatan, terus apa rencana lo sekarang?" tanya Revan.


Rafka hanya terdiam sambil memfokuskan mata nya pada pemandangan di luar.


"Entah lah," ujar Rafka.


"Ka-Rafka, lo itu di kasih kesempatan hidup, tapi lagak lo kaya hidup segan mati tak mau," ucap Revan sambil tersenyum kecut.


"Syafa. Syafa hidup gue," ucap Rafka lirih.


"Syafa lagi, Syafa lagi, mending sekarang lo balik ke Indonesia sana, temuin Syafa lo itu."


"Untuk apa? dia sudah menikah dengan pria lain, yang ada gue malah ganggu kebahagiaan dia."


"Lah, itu bukan nya rencana lo, lo yang ingin Syafa begitu bukan? sekarang lo sendiri yang tersiksa. Aneh lo Ka," ucap Revan sambil mengelengkan kepala nya.


Rafka hanya terdiam mendengar ucapan Revan.

__ADS_1


***


Malam hari Rafka hanya duduk termenung di kursi, Rakfa pun mengambil handphone nya dan mencoba menghubungi seseorang.


"Bagaimana keadaan Syafa dan Rania?" tanya Rafka pada Pak Anto yang ada di Indonesia.


"Baik Pak, mereka baik-baik saja," jawab Pak Anto.


"Baguslah, apa Syafa masih bersama Afif? apa rumah tangga mereka baik-baik saja?"


"Masih Pak, bu Syafa masih bersama pak Afif dan mereka baik-baik saja," ucap Pak Anto yang terpaksa berbohong, Pak Anto memang terpaksa mengatakan Syafa sudah menikah dengan Afif atas perintah mama Rafka. sedangkan Rafka tidak pernah tahu hal yang sebenarnya.


"Baguslah," ucap Rafka yang langsung menutup telepon nya.


Rafka pun merebahkan dirinya di sofa sambil terus memandangi foto Syafa dan Rania putri nya.


"Kamu belum tidur?" ucap Mama Rafka yang melihat Rafka terus melamun memandang foto Syafa.


"Aku belum mengantuk," jawab Rafka sambil mencoba merubah posisi dan duduk di samping Mama nya.


"Sampai kapan kamu seperti ini?"


"Seperti ini apa nya?" Rafka berbalik bertanya.


"Sampai kapan kamu terus memandangi foto itu dan tidak mempunyai semangat hidup seperti ini?"

__ADS_1


"Memang nya kenapa kalau aku terus memandang nya? apa aku tidak boleh merindukan istri dan anak ku?"


"Dia bukan istri mu lagi, dia sudah bahagia dengan yang lain," ucap Mama Rafka.


"Aku tahu, kalau saja aku tahu kalau aku tidak akan mati, aku tidak akan memberi kesempatan Afif untuk mendekati Syafa."


"Apa maksud mu?" ucap Mama Rafka dengan ekspresi binggung.


"Iya aku fikir aku akan segera mati, jadi aku menyuruh Afif untuk mendekati Syafa, aku takut tidak ada yang menjaga Syafa dan Rania jika aku mati," jawab Rafka sambil tersenyum lirih.


Mama Rafka pun cukup terkejut dengan ucapan Rafka, dia tidak menyangka kalau putra nya akan melakukan itu.


"Sudahlah, kamu lupakan dia, Mama akan mencarikan wanita yang lebih baik dari nya, dan kamu bisa menikah lagi," ucap Mama Rafka.


"Aku akan tetap melanjutkan hidup ku, tapi aku tidak akan pernah menikah lagi," tegas Rafka.


"Rafka berhentilah bersikap konyol seperti itu, kamu masih muda, masih banyak yang ingin hidup bersama mu, jangan habiskan waktu mu untuk memikirkan Syafa," sentak Mama Rafka.


"Syafa adalah cinta pertama dan terakhir ku, aku tidak pernah bisa menyukai wanita lain selain Syafa," ucap Rafka.


"Rafka!!!" Mama Rafka pun mulai emosi dengan ucapan Rafka.


"Ini hidup ku, hargai keputusan ku," ucap Rafka yang langsung meninggalkan mama nya.


Mama Rafka pun hanya terdiam, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang di fikiran putra nya.

__ADS_1


Semenjak di nyatakan sembuh dari penyakit nya Rafka seperti tidak mempunyai semangat hidup, dia hanya duduk termenung dan sedikit bicara, dia juga sudah enggan untuk mengurus perusahaan nya dan membuat Mama Rafka membantu mengurus perusahaan nya. Rafka memutuskan menetap di Singapore walaupun sudah sembuh dari penyakit nya, sejak dia mendapat kabar Syafa sudah menikah lagi.


"Rafka sampai kapan kamu seperti ini? apa Syafa benar-benar segala nya untuk mu?" ucap Mama Rafka sambil menghapus air matanya.


__ADS_2