My Step Brother

My Step Brother
Kehilangan


__ADS_3

malam itu ergi pulang ke rumahnya dan langsung memasuki kamar nya. .


" kamu sudah pulang ?  kenapa tidak mengetuk pintu dulu ? ? "  ucap luna yang langsung bangkit dari kasur nya ketika melihat ergi masuk kamar


" aku membawa kunci cadangan " jawab ergi singkat


" makanlah dulu , aku sudah memasak makanan kesukaan mu. ." ucap luna sambil memandang ergi yang terlihat sangat dingin kepada nya


ergi hanya terdiam mendengar ucapan luna dan bergegas mandi. . selesai mandi dia hanya bersandar di ranjang tanpa melihat wajah luna sedikit pun .


" makanlah dulu. . hargai . masakan ku , aku sudah memasak untuk mu " bujuk luna


" aku tidak lapar . . jawab ergi sambil terus memandangi layar handphone nya


" kenapa sikap mu begitu dingin ?  apa salah ku ? ? "  ucap luna sambil merampas handphone di tangan ergi


" apa kau bahagia menikah dengan ku ? ?  " tanya ergi sambil menatap luna dengan tajam


" bagaimana aku tidak bahagia menikah dengan pria yang aku cintai . . " luna memberikan senyum tipis seolah tidak mengerti dengan pernyataan ergi


" kenapa kau tidak pernah meminta sesuatu dari ku ?  perhiaasan ?  baju , tas atau semacam nya ? "


" kenapa aku harus meminta seperti itu ? ?  kamu sudah mencintai ku juga itu sudah lebih dari cukup. . " ucap luna yang semakin tidak mengerti dengan pertanyaan ergi


 " jangan munafik luna. . hidup berumah tangga tidak cukup hanya dengan cinta , pasti ada materi di dalamnya " .jawab ergi sambil tersenyum kecut


" aku semakin tidak mengerti dengan ucapan mu ? ?  apa mau mu ? ? "


" aku tidak layak hidup dengan mu. . hidup mu semakin buruk sejak menikah dengan ku. ."

__ADS_1


" apa maksud mu ? ?  aku tidak pernah berfikir seperti itu ? ? ? "


" aku akan pergi dari hidup mu , dan kau akan kembali hidup dengan layak , aku tidak ingin melihat mu hidup menderita dengan ku. ."


" maksud kamu,  kamu akan meninggalkan diriku dan menganti itu dengan uang ?  begitu ? "  ucap luna dengan nada yang bergetar dan air mata yang sudah mulai membasahi pipi nya


" percayalah padaku , itu akan membuat hidup mu lebih baik. ."


" kalau kamu memang berniat meninggalkan ku. . PERGILAH  PERGI SAJA , AKU TIDAK BUTUH UANG MU ! ! !  " teriak luna sambil menangis . .


" dengar kan aku , aku tidak bermaksud seperti itu aku cuma tidak ingin melihat kamu menderita . ."  ucap ergi sambil mencoba menghapus air mata luna tapi dengan singap luna menetip tangan ergi


" PERGI LAH , AKU TIDAK INGIN MELIHAT MU LAGI ! ! " ucap luna


" luna dengar kan aku dulu. ."


" luna , dengar kan aku dulu , buka pintu nya . . luna ! ! !"  ergi terus mengetuk dan meneriaki luna agar di bukaan pintu tapi luna tak merespon sedikit pun. . sampai akhirnya dia menghentikan ketukanya dan berjalan meninggalkan rumah itu.


Luna hanya duduk terkulai lemas di balik pintu , dada nya begitu sesak mendengar perkataan ergi yang ingin meninggalkan nya. . tak pernah terfikirkan kalau ergi akan berkata seperti itu. . luna selalu menganggap ergi sangat mencintai nya tapi perkataan nya barusan benar-benar membuat hati luna hancur ! !


 


Luna terus menangis di balik pintu sampai ada pria yang mencoba menghampiri nya. .


" ada apa dengan mu ? ? "  ucap papa yang sudah ada di belakang luna


luna pun menoleh dan terkejut karena ini pertama kalinya papa berbicara setelah tinggal di rumahnya . .


" papa ? ? "   ucap luna sambil mencoba menghapus air matanya .

__ADS_1


" apa bocah itu meninggalkan mu ? ?  " tanya papa sambil memeganggi dada nya sebelah. .


" iya pah. . ergi ingin meninggalkan luna . ."  jawab luna dengan nada bergetar


" BOCAH BRENGSEK ITU SELALU SAJA MEMBUAT MASALAH ! ! "  teriak papa sambil mencekram sebelah dada nya dan jatuh terkulai di lantai


" PAPA ! ! ! " teriak luna sambil menghampiri papa nya yang sudah terjatuh dan tak sadarkan diri


" papa ! !  bangun pah , bagun ! ! "  ucap luna sambil menepuk nepuk pipi papa nya tapi tak ada respon sedikit pun


luna pun segera berlari keluar dan mencari taksi di sekitar rumah nya , tapi dia tak menemukan taxi 1 pun , luna pun terus berlari meminta bantuan tetangga nya untuk meminta bantuan membawa papa nya ke rumah sakit .


sampai tetangga pun menolong nya dan segera membawa papa nya ke rumah sakit. . sepanjang perjalanan luna terus menangis sambil memegang tangan papa nya yang mulai mendingin.


" papa. . bangun pah. . papa harus bertahan. ."  ucap luna dengan cucuran air mata


Sampai mereka sampai  di rumah sakit dan perawat di sana mulai membawa papa nya ke ruang IGD . . luna pun terus mundar mandir di luar ruang IGD dengan air mata yang semakin membasahi pipi nya. . setelah menunggu beberapa saat dokter pun keluar dari ruangan tersebut . . luna pun langsung menghampiri dokter tersebut .


" bagaimana  bagaimana keadaan papa saya dok? ? "  ucap luna dengan nada terbata bata


" maaf , pasien sudah meninggal dalam perjalanan karena serangan jantung yang di derita nya. . " ucap dokter itu


Luna yang mendengar itu pun langsung duduk terkulai lemas di lantai


" PAPA ! ! !  JANGAN TINGGALKAN LUNA ! ! ! "   teriak luna dengan air mata yang semakin mengalir deras


 


 

__ADS_1


__ADS_2