
malam itu ergi pulang ke rumahnya dan langsung memasuki kamar nya. .
" kamu sudah pulang ? kenapa tidak mengetuk pintu dulu ? ? " ucap luna yang langsung bangkit dari kasur nya ketika melihat ergi masuk kamar
" aku membawa kunci cadangan " jawab ergi singkat
" makanlah dulu , aku sudah memasak makanan kesukaan mu. ." ucap luna sambil memandang ergi yang terlihat sangat dingin kepada nya
ergi hanya terdiam mendengar ucapan luna dan bergegas mandi. . selesai mandi dia hanya bersandar di ranjang tanpa melihat wajah luna sedikit pun .
" makanlah dulu. . hargai . masakan ku , aku sudah memasak untuk mu " bujuk luna
" aku tidak lapar . . jawab ergi sambil terus memandangi layar handphone nya
" kenapa sikap mu begitu dingin ? apa salah ku ? ? " ucap luna sambil merampas handphone di tangan ergi
" apa kau bahagia menikah dengan ku ? ? " tanya ergi sambil menatap luna dengan tajam
" bagaimana aku tidak bahagia menikah dengan pria yang aku cintai . . " luna memberikan senyum tipis seolah tidak mengerti dengan pernyataan ergi
" kenapa kau tidak pernah meminta sesuatu dari ku ? perhiaasan ? baju , tas atau semacam nya ? "
" kenapa aku harus meminta seperti itu ? ? kamu sudah mencintai ku juga itu sudah lebih dari cukup. . " ucap luna yang semakin tidak mengerti dengan pertanyaan ergi
" jangan munafik luna. . hidup berumah tangga tidak cukup hanya dengan cinta , pasti ada materi di dalamnya " .jawab ergi sambil tersenyum kecut
" aku semakin tidak mengerti dengan ucapan mu ? ? apa mau mu ? ? "
" aku tidak layak hidup dengan mu. . hidup mu semakin buruk sejak menikah dengan ku. ."
__ADS_1
" apa maksud mu ? ? aku tidak pernah berfikir seperti itu ? ? ? "
" aku akan pergi dari hidup mu , dan kau akan kembali hidup dengan layak , aku tidak ingin melihat mu hidup menderita dengan ku. ."
" maksud kamu, kamu akan meninggalkan diriku dan menganti itu dengan uang ? begitu ? " ucap luna dengan nada yang bergetar dan air mata yang sudah mulai membasahi pipi nya
" percayalah padaku , itu akan membuat hidup mu lebih baik. ."
" kalau kamu memang berniat meninggalkan ku. . PERGILAH PERGI SAJA , AKU TIDAK BUTUH UANG MU ! ! ! " teriak luna sambil menangis . .
" dengar kan aku , aku tidak bermaksud seperti itu aku cuma tidak ingin melihat kamu menderita . ." ucap ergi sambil mencoba menghapus air mata luna tapi dengan singap luna menetip tangan ergi
" PERGI LAH , AKU TIDAK INGIN MELIHAT MU LAGI ! ! " ucap luna
" luna dengar kan aku dulu. ."
" luna , dengar kan aku dulu , buka pintu nya . . luna ! ! !" ergi terus mengetuk dan meneriaki luna agar di bukaan pintu tapi luna tak merespon sedikit pun. . sampai akhirnya dia menghentikan ketukanya dan berjalan meninggalkan rumah itu.
Luna hanya duduk terkulai lemas di balik pintu , dada nya begitu sesak mendengar perkataan ergi yang ingin meninggalkan nya. . tak pernah terfikirkan kalau ergi akan berkata seperti itu. . luna selalu menganggap ergi sangat mencintai nya tapi perkataan nya barusan benar-benar membuat hati luna hancur ! !
Luna terus menangis di balik pintu sampai ada pria yang mencoba menghampiri nya. .
" ada apa dengan mu ? ? " ucap papa yang sudah ada di belakang luna
luna pun menoleh dan terkejut karena ini pertama kalinya papa berbicara setelah tinggal di rumahnya . .
" papa ? ? " ucap luna sambil mencoba menghapus air matanya .
__ADS_1
" apa bocah itu meninggalkan mu ? ? " tanya papa sambil memeganggi dada nya sebelah. .
" iya pah. . ergi ingin meninggalkan luna . ." jawab luna dengan nada bergetar
" BOCAH BRENGSEK ITU SELALU SAJA MEMBUAT MASALAH ! ! " teriak papa sambil mencekram sebelah dada nya dan jatuh terkulai di lantai
" PAPA ! ! ! " teriak luna sambil menghampiri papa nya yang sudah terjatuh dan tak sadarkan diri
" papa ! ! bangun pah , bagun ! ! " ucap luna sambil menepuk nepuk pipi papa nya tapi tak ada respon sedikit pun
luna pun segera berlari keluar dan mencari taksi di sekitar rumah nya , tapi dia tak menemukan taxi 1 pun , luna pun terus berlari meminta bantuan tetangga nya untuk meminta bantuan membawa papa nya ke rumah sakit .
sampai tetangga pun menolong nya dan segera membawa papa nya ke rumah sakit. . sepanjang perjalanan luna terus menangis sambil memegang tangan papa nya yang mulai mendingin.
" papa. . bangun pah. . papa harus bertahan. ." ucap luna dengan cucuran air mata
Sampai mereka sampai di rumah sakit dan perawat di sana mulai membawa papa nya ke ruang IGD . . luna pun terus mundar mandir di luar ruang IGD dengan air mata yang semakin membasahi pipi nya. . setelah menunggu beberapa saat dokter pun keluar dari ruangan tersebut . . luna pun langsung menghampiri dokter tersebut .
" bagaimana bagaimana keadaan papa saya dok? ? " ucap luna dengan nada terbata bata
" maaf , pasien sudah meninggal dalam perjalanan karena serangan jantung yang di derita nya. . " ucap dokter itu
Luna yang mendengar itu pun langsung duduk terkulai lemas di lantai
" PAPA ! ! ! JANGAN TINGGALKAN LUNA ! ! ! " teriak luna dengan air mata yang semakin mengalir deras
__ADS_1