
Pagi itu luna pun bangun untuk segera berangkat kuliah.. kepala nya terasa pusing mungkin karena terlalu banyak menangis , luna pun segera keluar dari apartemen nya..
" teeeeetttt...teeeeetttt ..terdengar suara klakson mobil yang seperti nya tertuju untuk diri nya luna pun mencari asal suara tersebut, di lihat nya tak jauh dari tempat dia berdiri sudah ada ergi yang menunggu nya di dalam mobil. . luna pun mempercepat langkah kaki nya untuk menjauhi mobil tersebut .
" aaaaiiiiissshhhh .." malah kabur ! ! gumam ergi kesal dan bergegas keluar dari mobil untuk mengejar luna, ergi pun dengan cepat menahan lengan luna untuk menghentikan langkah kaki nya .
" mau apa lagi sih gie ? ! ! belum cukup kamu membuat hidup ku hancur ? ? " ucap luna kesal
" sssssstthh.. jangan terlalu terburu buru menghakimi ku lun. . karena aku punya kejutan untuk mu pagi ini "
" kejutan ? ? apa maksud mu ? " ucap luna binggung
ergi pun mengeluarkan handphone nya, dan mulai menunjukkan beberapa foto. . luna kaget bukan kepalang karena itu adalah foto diri nya dengan ergi kemarin di apartemen saat luna tertidur dan memperlihatkan beberapa bagian tubuh luna yang pulgar , dan beberapa foto saat ergi sedang menciumi dirinya yang sedang tertidur persis seperti foto foto mesum .
" kamu. . apa maksud mu melakukan ini ? ? " ucap luna panik
" kamu sepertinya sangat kelelahan ya atas permainan ku sampai tak sadsr aku mengabadikan nya. . " ucap ergi sambil tersenyum kecut
luna yang emosi pun hendak menampar ergi tapi ergi menahan nya. . luna tak habis fikir kenapa ergi biss berbuat selicik itu, dan luna menyesal kenapa dia bisa tertidur begitu lelap sampai ergi bisa memfoto nya ! !
" berhentilah menampar ku, karena itu tidak akan mengubah apa pun, sekarang kita berandai andai saja . . bagaimana seandainya papa kesayangan mu itu melihat foto ini ? ? dia sudah susah payah memisahkan kita tapi kita malah melakukan hubungan **** ? ? pasti seru bukan ? ? bisa kamu bayangkan bagaimana wajah nya saat melihat ini ? mungkin saja dis biss terkena serangan jantung mendadak karena ini?? " ucap ergi sambil tersenyum kecut.
" katakan saja apa mau mu ? ? ! ! ! " ucap luna yang semakin emosi
" kembali lah pada ku, ikuti permainan ku, dan jangan berbuat hal hal yang tidak kusukai " ucap ergi sambil menatap luna
" kamu jahat gie ! ! kamu benar benar jahat ! ! "
" iya aku memang jahat , terserah kau mau berkata apa. . kalau setuju dengan ku cepat masuk ke dalam mobil "
dengan berat hati luna pun masuk ke mobil, dia merasa sudah benar benar terjebak dengan ergi , luna tak dapat membayangkan bagaimana kalau sampai papa nya tau tentang foto foto itu.
sepanjang perjalanan luna pun hanya terdiam menahan emosi nya yang sudah memuncak kepada ergi. . akhirnya mereka pun sampai di kampus luna hendak keluar dari mobil tapi ergi menahan nya.
__ADS_1
" apa lagi sih gie ? ? ! ! " ucap luna dengan nada kesal .
" ikuti permainan ku. . bukankah tadi kau sudah setuju ? ? " ucap ergi sambil mendekatkan bibir nya ke bibir luna..dan mulai mencium nya . . ergi terus mencium bibir nya tapi luna tak merespon nya dia hanya mengeluarkan air mata saat ergi melakukan itu. . sampai akhirnya ergi melepaskan ciuman nya
" kamu semakin cantik . . aku mencintaimu lun. . " ucap ergi sambil menatap luna, tapi luna tak bergeming dengan perkataan nya dan segera mendorong tubuh ergi lalu keluar dari mobil nya .
luna pun keluar dan segera menghapus air mata nya yg tadi sempat menetes.
" hay lun. ." ucap rara yang saat itu menyapa luna. .
" hay ra. . " ucap luna sambil berusaha tersenyum
" lun loe kenapa ko pucet gt? mata loe juga sembab ? loe sakit ? " tanya rara yang merasa aneh dengan penampilan luna hari ini
" engga ko. . gue cuma kurang tidur aja. ." luna berusaha mengelak
" yaudah mending kita sarapan dulu yu di kantin ? "
mereka pun makan di kantin rara pun berusaha menghibur luna yang terlihat sangat murung, tapi rara tak berani untuk bertanya .
"hay ra.. " ucap seorang pria saat mereka sedang makan
"nino ! ! " kemana aja loe baru keliatan ? ? ucap rara histeris
" iya gue cuti kuliah ra soalnya ada urusan . ." ucap nino
" pantes. . gue kira loe di DO . ." ledek rara
nino pun hanya tersenyum sambil memandang luna yang duduk di samping rara
" lun kaya nya ada yang mau kenalan sama loe tuh. ." ucap rara yang melihat nino terus memandang luna.
" oh. . iya. ." ucap luna gugup
__ADS_1
" kamu anak baru di sini ? ? kenalin aku nino. . " ucap nino sambil mengulurkan tangan .
" iya aku anak baru di sini. . luna. . " ucap luna sambil menyambut uluran tangan nino
rara terus memperhatikan nino yang tak henti henti nya memandang luna. . sepertinya nino sangat menyukai luna. . gumam rara
" Buuukkk. ." tiba tiba saja ada bola basket yg menghampiri meja mereka . .
" sory. . " ucap ergi
" aduh gie ngangetin aja sih. . " ujar rara kesal
ergi pun hanya tersenyum dan ikut duduk bersama mereka . .
" gue ke toilet dulu ya ra. ." ucap luna yang memilih pergi saat melihat ergi.
Luna pun keluar dari toilet dan ergi langsung menarik tangan nya. .
" apaan sih gie ! ! lepasin ! ! ! " ucap luna
" jangan dekat dekat dengan nino. . " ucap ergi sambil menatap luna dengan tajam
luna pun bingung dengan perkataan ergi dia dan nino hanya berkenalan tidak dekat sama sekali .
" aku cuma kenalan sama nino . . enggak lebih . . " ucap luna
" jagan membantah ku luna ! ! jangan merespon pria manapun selain aku , mengerti kamu ! ! ! " sentak ergi
luna yang mendengar perkataan nya pun semakin tidak mengerti dengan sikap ergi yang sangat berlebihan dan terkersan mengekang luna.
__ADS_1