
Malam hari luna terbangun karena haus , luna pun keluar kamar untuk mengambil segelas air putih , dia melihat ergi di ruang tamu yang tengah tertidur di sofa. .
kenapa dia tidur di sini ? kenapa tidak di kamar sebelah saja ? gumam luna
luna, pun mengambil selimut dan menyelimuti tubuh ergi . . sejenak dia memandangi ergi yang sedang tertidur , entah kenapa rasa benci dan kecewa itu selalu hilang setiap kali luna memandang wajah ergi yang sedang tertidur . . . . .
pagi hari luna pun sudah berpakaian rapih untuk segera berangkat berkerja , dia jalan dengan sangat pelan agar ergi tak bangun dari tidur nya , karena ergi pasti akan melarang nya jika tau luna akan pergi berkerja , luna pun sampai di depan pintu tapi luna tak melihat kunci rumah nya yang biasanya selalu tergantung di lubang kunci.
luna pun mencoba mencari ke seluruh ruangan tapi dia tetap tidak menemukan nya , hampir setengah jam dia mencari nya tapi tetap tidak menemukannya , luna pun akhirnya menyerah
" pasti ergi yang menyembunyikan nya , bodoh sekali aku seharusnya aku lebih dulu menyembunyikan nya " gumam luna yang merasa kesal pada dirinya sendiri
luna pun berinsiatif untuk membangunkan ergi yang masih tertidur
" bangun gie. . bangun . ." ucap luna sambil menepuk pelan tubuh ergi
ergi pun mulai membuka matanya dan melihat luna di hadapan nya dengan pakaian yang rapih dan sedikit make up
" kamu pasi yang menyembunyikan kunci rumah kan ? ? di mana kamu sembunyikan ? "
" aku tidak tau . ." jawab ergi yang sebenarnya sedikit tertawa di hati nya dia tau pagi ini luna pasti akan keluar untuk pergi berkerja dia pun bergegas mengambil kunci itu dan menyembunyikan nya di saku belakang celana nya
" jangan bohong gie ! cepat berikan kunci itu aku ingin keluar , kamu juga harus kuliah dan berkerja kan ? ? "
" aku sedang libur berkerja hari ini , aku juga sedang tidak ingin masuk kuliah hari ini. ." jawab ergi dengan masih berbaring di sofa
__ADS_1
" tapi aku tetap harus keluar , aku harus belanja untuk memasak " ucap luna yang mulai jengkel dengan ergi
" kamu tidak tidak usah memasak hari ini , aku akan memasak untuk mu , kamu cukup temani aku di rumah hari ini "
" kamu benar benar menyebalkan ! ! " umpat luna yang langsung masuk kembali ke kamar nya
ergi hanya tersenyum licik melihat luna , dia pun bergegas mandi dan membuat sarapan untuk luna. . ergi pun memasak nasi goreng untuk luna
" luna keluar lah , aku sudah membuatkan sarapan untuk mu. . " ucap ergi sambil mengetuk pintu kamar nya
" aku tidak ingin makan . . " jawab luna dari dalam kamar
" apa kamu tega membiarkan bayi dalam perut mu itu kelaparan . . " bujuk ergi
luna pun akhirnya membuka pintu kamar nya , dan menuju meja makan untuk mengambil makanan nya. .
" aku akan makan di kamar . . " jawab luna sambil meninggalkan ergi di meja makan
ergi pun kembali menghela nafas melihat tingkah istri nya itu , dia merasa seperti menghadapi anak kecil yang merajuk karena tidak di belikan mainan .
Sepanjang hari luna pun hanya berdiam diri dan mengunci pintu kamar nya , sampai sore hari hujan pun mulai turun dan ergi merasa sedikit kedinginan karena hujan memang cukup deras , entah kenapa ingin sekali dia rasa nya dia memeluk dan mencumbu istrinya itu dalam suasana seperti ini
" kring. . kring . . suara handphone luna pun berbunyi tetera nama ergi di layar
"untuk apa dia menelepon . . dasar aneh. ." gumam luna
__ADS_1
luna pun mencoba tak menghiraukan telepon tersebut tapi telepon itu terus saja berbunyi , luna pun akhirnya menangkat nya
" ada apa menelepon , kenapa tidak bicara langsung ? ? " jawab luna dengan nada jengkel
" kalau aku bicara langsung apa kau akan membuka pintu kamar , dan membiarkan ku masuk? " tanya ergi
" TIDAK . . " jawab luna dengan lantang
" aku merindukan mu. . di sini sangat dingin , aku ingin memeluk mu. . "
" dasar mesum ! ! " umpat luna
" luna cepat buka pintu nya , apa aku harus mendobrak pintu nya dan memperkosa kamu kembali . . " goda ergi
" kamu ini bener bener menyebalkan ! ! " umpat luna yang langsung mematikan telepon nya
ergi pun mencoba menarik nafas nya lebih dalam dan meredam emosi nya karena begitu gemas melihat tingkah luna. .
"kamu benar-benar menyiksa ku. . " gumam ergi
luna pun termenung sambil berbaring di kasur nya , di luar hujan memang sangat deras , dia juga cukup merasa kedinginan walau di dalam kamar , luna juga paham pasti pria birahi nya akan meningkat jika suasana dingin seperti ini. . dia tau pasti ergi ingin melakukan hubungan badan dengan nya.
tapi luna masih merasa kesal dengan ergi apa lagi mengingat perkataannya yang ingin meninggalkan nya tempo hari dan menyebabkan papa nya meninggal , itu benar-benar melukai hati nya.
" biarkan saja dia , biarkan dia tersiksa karena harus menahan hasrat nya. . " gumam luna
__ADS_1