
Malam ini adalah malam pertunangan ergi dan viola, mama sudah mempersiapkan semua nya dari gedung, makanan dan juga undangan untuk rekan rekan bisnis nya , sore itu mama pun sudah bersiap untuk ke gedung pertunangan tersebut . . dia pun menghampiri ergi yang masih belum beranjak dari tempat tidur tidur nya sambil memainkan handphone nya .
" sedang apa kamu ? " kita harus bersiap keluarga viola sudah menunggu . . ucap mama dengan nada yang sangat jengkel melihat tingkah ergi
" pergi lah duluan , aku akan siap siap . . " jawab ergi sambil menatap layar handphone tanpa melihat wajah mama nya yang sudah sangat jengkel
" ergi dengar baik baik , jangan macam macam sama mama , jangan coba coba tidak datang ke sana jangan membuat mama malu , mama tidak akan mentolerir ini jika kamu melakukan nya . . " ancam mama sambil beranjak pergi dari kamar ergi
Sore itu luna pun merasa risau. . hari ini dia belum bertemu ergi karena memang sedang libur kuliah , malam ini juga malam pertunangan ergi. .
" sedang apa kamu gie ? ? pasti nanti malam kamu akan berbahagia . . " gumam luna lirih
sesaat kemudian luna pun mendengar seperti ada yang membuka pintu apartemen nya. . dia pun beranjak dari tempat tidur nya dan melihat siapa yang datang . .
" ERGI ? ? ? " ucap luna terkejut dengan kedatangan ergi
" kenapa melihat ku seperti melihat hantu ? ? " jawab ergi sambil tersenyum
" kenapa kamu di sini ? ? malam ini kan malam pertunangan mu ? ? "
" sudah ku bilang aku tidak akan datang . . "ucap ergi sambil membaringkan tubuh nya di sofa
__ADS_1
" tapi gie. . "
" sudahlah aku tidak ingin membahas nya. . " ucap ergi memotong perkataan luna
luna pun hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah ergi dia merasa cemas dan tidak bisa membayangkan marah nya mama ergi nanti karena ergi tidak datang ke acara tersebut .
Luna pun memilih mandi sore itu. . dia pun keluar dari kamar mandi dan duduk di ujung ranjang sambil mengerikan rambut nya , ergi yang sedang duduk di sofa pun memandangi luna. . luna terlihat cantik dengan rambut teruai yang setengah basah dan mengunakan dress tidur selutut yang membalut tubuh mungil nya. luna yang melihat ergi teeus memandangi nya pun menjadi gugup. .
" bagaimana keadaan mu ? apa sudah tidak mual ? ? " ucap ergi sambil menghampiri luna dan duduk di samping nya
" tidak sudah tidak mual. . " ucap luna sedikit gugup
ergi pun hanya terdiam sambil terus memandangi wajah luna. . . .
tak lama luna pun langsung tertidur tapi di sela sela tidurnya dia merasa seperti ada yang memeluk tubuh nya dari belakang , luna pun yakin pasti ergi lah yang memeluk nya , luna pun berusaha mengeser tangan ergi yang melingkar di tubuh nya. .
" biarkan , biarkan aku memeluk mu dan anak ku malam ini. . " bisik ergi di telinga luna
luna yang mendengar ucapan nya pun hanya terdiam dan membiarkan ergi memeluk nya sepanjang malam itu
Di tempat berbeda mama ergi pun sedang duduk di sofa rumah nya dengan emosi yang sudah memuncak karena kelakuan ergi. . acara pertunangan itu hancur berantakan dia pun merasa sangat malu pada tamu undangan terutama rekan rekan bisnis nya, belum lagi keluarganya viola yang mersa sangat marah pada nya dan masih terbayang ucapan viola yang membuat nya terkejut
__ADS_1
" lihat tante ? ? lihat apa yang sudah anak tante lakukan ? ? dia sudah membuat viola malu ! ! ! bukankah viola sudah bilang kalau ergi itu sudah punya pacar , kenapa tante tidak mencoba mencari tau dan menyingkirkan wanita itu ? ? ! ! ! Luna tante , luna nama wanita sialan itu ! ! pasti tante tidak tau kan ! ! " ucap viola sambil terus menangis karena merasa sudah di permalukan..
sontak ucapan viola itu membuat mama ergi seperti tersambar petir terutama saat mendengar nama luna , siapa luna yang viola maksud ? apa benar luna anak tiri nya dulu ? ?
" bagaimana sudah kau temukan ergi ? ? " ucap mama di telepon kepada bawahnya yang memang di tugaskan untuk mencari ergi malam ini
" sudah bu. . pak ergi sedang di apartemen malam ini bersama seorang wanita yang juga menyewa apartemen di sini . ." ucap pria itu
" wanita ? ? tiba tiba saja mama ergi jadi teringat percakapan nya dengan respsionis di sana tempo hari yang mengatan ergi sering meminta kunci cadangan untuk sebuah kamar.
" bagaimana bu ? apa saya langsung bawa saja pak ergi sekarang kembali ke rumah ? ? " tanya pria itu di balik telepon
" tidak usah , kirimkan saja identitas wanita yang sedang bersama ergi dan menyewa apartemen di sana. . "
" baik bu. . ucap pria itu sambil mematikan telepon nya
sesaat kemudian handphone mama ergi pun berbunyi yang berisi pesab tentang identitas wanita tersebut , sontak saja dia kaget bukan kepalang melihat nama SAFALUNA KAHIRA wanita yang menyewa apartemen di sana yang juga sekarang sedang bersama ergi.
" ternyata benar . . kamu penyebab semua ini. . lihat saja luna saya akan membuat perhitungan dengan mu. . " ucap mama ergi dengan emosi yang semakin memuncak
__ADS_1