My Step Brother

My Step Brother
Dirinya


__ADS_3

" Ergi kamu engga apa apa sayang ? ?"   kenapa bisa sampai seperti ini sayang? ?  ucap mama saat melihat wajah ergi yang di penuhi luka di rumah sakit


" engga mah ergi engga apa apa " ergi berusaha menenangkan


" Ergi papa menyekolahkan mu bukan untuk jadi jagoan , kamu sudah kelas 3 SMA sebentar lagi lulus harusnya kamu bisa menjaga prilaku kamu ! !  ucap papa dengan wajah yang sangat marah


" maaf pah. ."


" kenapa kamu berkelahi ? ?  jelaskan ! ! "


ergi hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan papa. .


" JAWAB ERGI ! ! "  ucap papa dengan nada keras


" udah , udah pah.  ergi masih sakit biarkan dia istirahat dulu "  mama berusaha menenangkan


" luna tadi dokter bilang sampai berapa lama ergi di rawat di sini ? ?  " tanya mama


" tadi katanya besok sore baru boleh pulang mah "


" aduh mama sama papa besok harus keluar kota masih ada kerjaan bagaimana ini ? ? "


" biar luna aja mah yang jaga ergi besok kalau sudah pulang luna kabarin lagi  ,  lagian besok juga hari libur "


" yaudah luna kamu jaga ergi biaya administrasi hari ini langsung papa urus biar kalian besok bisa langsung pulang " ucap papa


" yaudah mama sama papa engga bisa bernalam kamu jagain ergi ya lun , mamah harus pergi pagi-pagi besok  "


" iya mah. . " ucap luna

__ADS_1


Malam hari aku pun menemani ergi di rumah sakit


"  gie kamu makan dulu ya habis ini baru minum obat "


" aku engga mau makan , sebelum kamu bilang sesuatu "


"  bilang apa ? ?  "tanya ku heran


ergi pun menarik tangan ku seraya berbisik  " aku sayang kamu" wajah ku pun langsung memerah mendengar ucapan nya


" kamu tuh apa apaan sih, udah gie mending kamu cepet minum obat terus tidur " ucap aku sedikit gugup


"  Lun tapi aku benar benar sayang kamu apa kamu engga bisa ucapin kata itu sekali aja buat aku? ? "


aku yang mendengar ucapan nya pun sedikit aneh, tak biasanya ergi pakai bahasa aku dan kamu kepaku tapi kenapa sekarang memakai nya ? ? apa karena dia sudah menganggap kami berpacaran ? ?  aku pun tersenyum sendiri mendengar nya.


" kenapa malah senyum senyum sendiri ? ?  "tanya ergi heran


" karena waktu itu aku belum tau perasaan kamu yang sebenarnya , sekarang aku sudah tau perasaan kamu itu sudah lebih dari cukup untuk ku, Lun kamu pacar pertama kuu, tolong jangan kecewain aku "


" mana mungkin aku pacar pertama kamu, kamu ganteng banyak wanita yang pasti suka sama kamu jadi engga mungkin kalau kamu belum pernah pacaran ? ? "  ucap aku heran


" ada satu masa lalu yang buat aku benci bahkan tidak bisa percaya pada wanita , tapi aku engga bisa cerita itu sekarang " ucap ergi sambil tersenyum


"  terus kenapa kamu percaya aku? ?  bagaimana kalau aku suatu saat mengecewakan mu? ? "


"  karena aku sudah cukup lama menyukai kamu lun, sejak awal aku tinggal di rumah kamu aku terus memperhatikan mu dan aku yakin kamu engga seperti wanita yang lain "


aku pun tersentak mendengar ucapan nya , ternyata ergi menyukai ku sejak awal tinggal di rumah ku? ?  itu kan udah lama banget sejak aku sekolah menengah pertama , selama itu dia menyukai ku? ? aku benar benar tidak pernah menyadari nya , karena sifat ergi juga selalu dingin kepada ku. . ergi itu benar benar pria yang tidak bisa di tebak. gumam luna

__ADS_1


Sore ini ergi pun pulang dari rumah sakit . .


aku pun berusaha memapahnya keluar dari mobil untuk berjualan . .


" aku bisa jalan sendiri kok " ucap ergi


" gie bentar ya aku buatin makanan dulu. ."  aku pun membuatkan makanan dan mengantar ke kamar nya


" Di makan dulu gie , habis ini minum obat " ucap ku


"  Lun tolong bukain perban di kepala ku dong , pusing nih kaya nya pakai perban gini "


aku pun membantunya membuka perban di kepalanya terlihat darah di kepala nya yang sudah mengering


" udah engga sakit kan ? ?  " tanyaku tapi ergi tidak menjawab dan hanya memandangku


" kenapa ? ?  " tanya ku gugup


ergi pun tetap tidak menjawab dan mulai mendekakan bibir nya ke bibir ku , aku mendorong tubuhnya pelan agar menjauh dari ku tapi tangannya menahan tangan ku , sampai bibir nya mulai menyentuh bibir ku. .


" Ergi kamu sudah pulang sayang  " terdengar suara dari luar kamar


aku pun refleks melepaskan ciuman nya.


" ergi ko di panggil diam aja  " ucap mama sambil memasuki kamar


" iya ergi udah pulang mah " ucap ergi.


" syukur . . kamu udah minum obat ? ? "

__ADS_1


" ergi belum minum obat mah udah luna buatin makanan , luna ke kamar dulu "


aku pun segera keluar dari kamar ergi tapi jantung ku masih terus berdegup kencang karena kaget, tak terbayang kan bagaimana kalau mama tadi sampai melihat aku berciuman dengan ergi ? ?  pasti akan terjadi bencana besar .


__ADS_2