My Step Brother

My Step Brother
down


__ADS_3

Malam itu ergi pun pulang . . aku segera membukaan pintu untuk nya dan mencoba tersenyum padanya. . ergi pun segera masuk . .


" ada papa ? ? "   ucap ergi saat melihat papa sedang tidur di kamar sebelah . .


" iya. . " jawab ku pelan


" kamu kenapa ? " tanya ergi saat menghampiri ku dan memperhatikan wajah ku yang murung dengan mata yang sembab. .


" papa gie. . papa ternyata terlilit hutang sekarang perusahaan dan rumah nya sudah di sita oleh bank. . aku tidak mengerti kenapa papa bisa seperti itu. . aku sudah mencoba bertanya padanya berkali kali tapi papa hanya menangis tanpa mengatakan apa pun. . aku mencoba menceritakan semua nya pada ergi sambil memeluk nya dan terus menangis . .


" tenanglah. . papa pasti punya alasan untuk semua ini, mungkin dia sekarang belum bisa cerita tunggu lah sampai dia tenang dan mau bercerita . . " ucap ergi sambil menghapus air mata ku. .


" papa sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi . . dia pasti sangat terpukul dengan ini. . aku harus bagaimana ? ?  "


jawab aku dengan nada yang terbata bata


  " percaya padaku semua akan baik-baik saja , jangan terlalu di fikirkan dan jangan terlalu sering menangis . . itu tidak baik untuk kandungan mu. ."  ergi mencoba tersenyum dan memgelus lembut perut ku. . aku benar benar merasa tenang di dekat nya, aku kembali memeluk nya aki berharap ergi akan selalu ada di samping ku. .


 


Hari demi hari pun berlalu sekarang papa tinggal di rumah ku. . semenjak kejadian itu papa hanya terus terdiam tanpa bicara apa pun dengan tatapan yang selalu kosong . .


" pah. . makan dulu ya. . luna sudah masakin makanan kesukaan papa. ."  ucap ku sambil berusaha menyuapi papa. . tapi papa hanya mengelengkan kepalanya . .


 " pah. . papa harus makan , papa jarang makan sekarang nanti papa sakit . . " bujuk aku sambil terus berusaha menyuapi papa , tapi papa menepis makanan itu sampai semua nya jatuh berantakan di lantai. .


" pah . . sampai kapan papa seperti ini. . katakan lah sesuatu pada luna pah. . ucap aku sambil menangis dan memeluk papa yang hanya terus terdiam dengan tatapan yang kosong


 

__ADS_1


Malam itu ergi mulai mengampri beberapa pengunjung di sebuah meja untuk melanyani mereka . .


" selamat malam , ada yang bisa saya bantu ?  ini daftar menu di resto kami " ucap ergi sambil menyodorkan daftar menu di meja tersebut


" ergi ? ?  " ucap salah seorang pria kepada nya , ergi pun langsung melihat ke arah pria tersebut dan itu adalah nino. . teman satu kampus nya


" serius loe ergi ?  loe kerja di sin ? ? "  ucap nino


" iya gue kerja di sini. ."  jawab ergi


" hah ? ?  gue engga salah denger ? ?  ergi yang katanya pangeran kampus dan tajir ini sekarang kerja di sini ? ? benar benar engga di sangka sangka ya. ."  ucap nino sambil tertawa


ergi pun mengepalkan tangan nya sambil terus mencoba meredam emosi nya


" oia gue denger luna nikah sama loe sekarang ? ?  aduh pasti sengsara banget ya hidup luna sekarang . . kalo loe engga sanggup bahagiain dia mending loe kasih luna ke gue , gue masih mau ko nerima dia. . " ucap nino sambil terus tertawa


BUUKKKKHHH! !  ergi pun langsung mendaratkan pukulan nya di wajah nino karena sudah tidak bisa mengontrol emosi nya. . mereka pun saling baku hantam hingga membuat suasana di restoran tersebut kacau


rico pun langsung menyeret ergi untuk masuk keruangan nya.


" apa apaan ini gie ? ?  loe sadar engga sih apa yang loe lakuin ? ? ! !  " sentak rico


" sory. . " hanya itu kata yang keluar dari mulut ergi


" loe kalau mau berkelahi di lapangan sana , atau di area tinju jangan di sini ! ! "  umpat rico yang merasa kesal dengan ergi


" sory. . gue kehilangan kontrol tadi. . " jawab ergi


" kalau restoran ini punya gue sih engga apa apa , kan gue juga kerja di sini gimana kalo yang punya nya tau. . bisa mampus kita ! ! mungkin kita bisa di pecat ! ! "

__ADS_1


" gue janji gue engga akan ngulangin itu lagi. ."


" yaudah kali ini gue maafin tapi engga untuk ke 2x..oke.."  ucap rico sambil menepuk pundak ergi mencoba mencairkan suasana


 


Ergi pun pulang dengan perasaan yang masih sedikit emosi dan beberapa luka lebam di wajahnya karena baku hantam dengan nino barusan


" tok. . tok. . tok. . ergi pun mengetuk pintu dan segera di bukakan luna. .


" kamu kenapa ? ? "  ucap luna sambil memegangi wajah ergi yang lebam. .


" engga apa apa . . aku jatuh dari motor . . "  Jawab ergi sambil memasuki rumah dan menuju kamar


" kamu pasti bohong kan ?  kamu pasti habis berkelahi ? ?  berkelahi sama siapa gie ? ? "


" sudahlah aku lelah , aku ingin istirahat . ."


" gie kenapa kamu ?  kamu harus jujur sama aku. . " desak luna


" DIAM LAH LUNA ! ! !  aku benar benar ingin istirahat , mengertilah sedikit ! ! !  " sentak ergi


luna pun hanya terdiam mendengar perkataan ergi, dia tidak mengerti mengapa ergi besikap seperti itu, padahal luna hanya ingin ergi bercerita kepada nya , luna pun mengusap air mata nya yang sedikit terjatuh di pipi nya dan pergi meninggalkan ergi di kamar .


Ergi pun terdiam dan membaringkan dirinya di ranjang , kata kata nino masih terbayang dan menusuk hati nya , ergi merasa yang di katakan nino benar ada nya , setelah luna menikah dengan ny, km a dia merasa hidup luna jauh lebih buruk terlebih keadaan papa sekarang dan ergi tidak bisa berbuat apa-apa , dia benar benar merasa tidak bisa membahagiakan luna. . kalau saja mama bisa menerima luna semua pasti akan berbeda .


" maafkan aku . . aku belum bisa menjadi suami yang baik, aku belum bisa membahagiakan mu. ."  gumam ergi sambil memejamkan mata nya


 

__ADS_1


 


__ADS_2