My Step Brother

My Step Brother
Kembali tersenyum


__ADS_3

Sudah hari ke 4 luna di rawat tapi masih belum menunjukkan kemajuan, ergi masih tetap setia duduk di samping tubuh luna yang masih memejamkan matanya seolah enggan untuk terbangun..


" luna.. apa kamu sangat benci kepada ku sampai kamu tak mau cepat membuka mata mu dan melihat ku lagi???


luna.. aku sungguh sangat merindukan kan mu, bangun lah.. jangan terus menyiksa ku.. " ucap ergi yang kemudian tertidur..


Malam hari luna mulai mengerakan jari nya.. perlahan dia membuka mata nya, pandangan nya sesaat sangat buram.. sekujur tubuhnya terasa sakit.. di lihat nya ergi yang tengah tertidur di kursi dan menyadarkan kepala nya di kasur menghadap luna.


luna memandangi wajah ergi yang terlihat sangat lelah, dengan mata yang sembab, tubuhnya nya pun tampak sedikit kurus....


" apa kamu mengkhawatirkan ku? kenapa kamu tidak merawat tubuh mu?? " gumam luna sambi mencoba mengusap pelan wajah ergi


Ergi yang merasa ada yang menyentuh wajah nya pun segera membuka matanya, seketika ergi pun terkejut melihat luna membuka matanya dan mengerakan tangan nya di wajah ergi.


" luna kamu sudah sadar??? " seru ergi yang sangat terkejut


luna tampak tersenyum simpul..


" alhamdulillah, aku akan segera memberitahukan dokter, tunggulah sebentar " ucap ergi dengan nada terbata bata dan mulai bangkit dari kusi nya untuk memberitahukan perawat dan dokter.


tak lama dokter pun masuk ke ruangan luna dan memeriksa kembali keadaan luna..


" seperti nya keadaan nya sudah mulai stabil, besok saya akan memindahkan nya ke ruang rawat inap " ucap dokter tersebut yang kemudian berlalu pergi


ergi pun tampak senang dan terus memandangi luna dengan senyuman.


" luna.. aku sangat merindukanmu, terima kasih sudah membuka kembali mata mu untuk ku.. " ucap ergi sambil memegang tangan luna


" apa aku sudah lama di sini? " tanya luna


" kamu sudah 4 hari tak sadarkan diri "


" kamu sangat mengkhawatirkan ku?? " luna kembali bertanya


" jelas aku sangat mengkhawatirkan mu, maafkan aku, ini salah ku.. maafkan kesalahan ku tempo.. " luna dengan cepat menempelkan jari nya di bibir ergi sehingga ergi menghentikan ucapan nya


" aku tidak ingin meningat itu lagi, hati ku terasa sangat sakit, berjanji lah jangan membuat ku kecewa lagi, atau aku akan meninggalkan mu.. " ucap luna dengan air mata yang sedikit membasahi pipi nya

__ADS_1


" luna, aku tidak bisa berjanji karena aku takut meningkari nya, tapi selama 4 hari ini aku sadar kalau aku sangat mencintaimu, aku tidak mau lagi kehilangan mu " jawab ergi sambil mencoba mengusap air mata luna


Luna pun sedikit tersenyum..


" di mana bayi kita? apa dia baik-baik saja? "tanya luna dengan wajah cemas begitu teringat bayi nya


" dia tidak apa apa, dia sehat sekarang dia ada di ruangan bayi.. bayi kita perempuan, kamu tau dia sangat mirip dengan mu, sangat cantik.. " ucap ergi sambil tersenyum


" syukurlah, aku ingin melihat nya " pinta luna


" bersabarlah, dia tidak boleh masuk ke ruang ICU, mungkin besok setelah kamu pindah ruangan kamu bisa melihatnya " ucap ergi


" aku ingin cepat cepat besok " jawab luna


" istirahat dan tidurlah, sudah malam.. besok semuanya akan membaik " ucap ergi sambil mencium kening luna


Keesokan harinya luna pun di pindahkan ke ruang perawatan, luna pun langsung meminta perawat untuk membawa bayi nya ke ruangan nya dia sangat tidak sabar ingin melihat bayi nya.


" ini bayi ibu, bayi ibu perempuan.. kami akan meninggalkan nya sebentar di sini, tapi nanti kami akan kembali membawa nya ke ruangan bayi, kami akan mengurus nya sampai keadaan ibu membaik " ucap perawat itu sambil memberikan bayi itu pada luna dan meninggalkan ruangan tersebut.


Luna pun menatap lekat wajah bayi mungil itu..


" seharusnya dia tidak mirip dengan mu " jawab ergi


" memang nya kenapa? " tanya heran


" karena kalau dia sudah besar aku pasti harus ekstra keras menjaga nya, karena pasti banyak pria yang akan mendekati kecantikan nya "


luna pun hanya tersenyum mendengar ucapan ergi..


" oia aku belum memberikan nya nama " ucap ergi


" aku akan memberi nya nama RANIA " ucap luna sambil tersenyum


" rania?? " tanya ergi


" iya.. aku menyukai nama itu.. " jawab luna

__ADS_1


" aku juga menyukai nya " ucap ergi sambil tersenyum


luna pun terus mengendong bayi itu dan tersenyum, ergi pun memilih keluar ruangan tersebut untuk sekedar mencari angin..


" ergi " ucap seorang pria saat ergi sedang duduk di luar ruangan


ergi pun menoleh ke arah pria tersebut,


mendadak jantung nya berdegup kencang ada rasa tidak percaya luar biasa atas apa yang di lihat nya


" PAPA " gumam ergi dalam hati


" ergi kamu sudah besar nak " ucap pria itu yang berdiri di hadapan ergi sambil terus menatap nya


" kenapa kamu bisa tau aku disini? " ucap ergi dengan nada dingin


ergi papa selalu mencari tau tentang keadaan mu.. papa merindukan mu"


"tidak usah mencari tau tentang ku, hidup ku baik baik saja tanpa mu " jawab ergi


" ergi papa tau kamu sedang mengalami masa masa sulit, istri mu sedang sakit bukan? boleh papa melihat istri mu? "


ergi pun tersentak mendengar ucapan papa nya, mengapa dia tau semua tentang dirinya? apa selama ini dia selalu memata matai ku?? apa dia juga yang telah membayar biaya rumah sakit? gumam ergi


" apa kamu yang telah membayar biaya rumah ku? "ergi mencoba bertanya


" iya nak, papa yang sudah membayar nya, papa ingin membantu mu " ucap papa ergi


" tunggu lah sebentar " jawab ergi sambil bangkit dari tempat dyduk nya dan masuk ke ruangan luna


" aku tidak butuh bantuan mu " ucap ergi ketika kembali sambil memberi paksa amplop coklat yang berisi uang pada papa nya


" ergi, papa hanya ingin membantu mu, papa tidak tega melihat mu dalam kesusahan, bagaimana pun kamu tetap putra papa "


" putra?? aku bahkan sudah tidak menganggap mu orang tua sejak kau meninggalkan ku bersama wanita penggoda itu, jadi berhenti lah menganggap ku putra mu lagi " jawab ergi


" ergi papa tau kamu sangat kecewa dengan papa, papa telah menyesali nya.. maafkan papa "

__ADS_1


" tidak ada yang perlu di maafkan, semua sudah terlambat, pergi lah aku tidak ingin melihat mu** lagi " ucap ergi sambil berlalu pergi meninggalkan papa nya.


__ADS_2