
Malam itu luna mencoba menghampiri ergi yang sedang duduk di ranjang dengan wajah yang masih terlihat sangat emosi atas ucapan raffa.
" Gie " mencoba duduk di samping ergi dan mengusap lembut punggung nya
" ada apa dengan nya? kenapa tiba tiba dia bisa berkata seperti itu? " ucap ergi yang masih tidak percaya putra nya mempunyai pemikiran ingin segera menikah setelah lulus sekolah
" aku juga tidak tau kenapa raffa bisa berkata seperti itu" sahut luna dengan wajah sendu dan bingung
" apa dia menghamili wanita di luar sana? " tanya ergi sambil menatap luna dan mencoba berfikir lebih logis sebagai seorang pria
" menghamili? tidak raffa bukan anak seperti itu " bantah luna yang memang cukup dekat dengan putranya dan yakin kalau putranya tidak mungkin berbuat yang macam macam dan berkepribadian cukup baik
" luna, tidak ada yang tidak mungkin untuk pria, apalagi seumuran raffa itu hasrat nya masih sangat tinggi,, cepat cari tau kenapa dia bisa berkata seperti itu " tegas ergi
" yaudah nanti aku akan coba bicara dengannya " sahut luna dengan perasaan cemasnya
Sepanjang malam ergi terus memikirkan prilaku aneh putranya yang tiba-tiba saja mengutarakan ingin cepat menikah.
aku masih tidak habis fikir kenapa dia bisa berkata seperti itu? apa dia benar-benar sudah menghamili wanita? bagaimana kalau itu benar adanya? astaga.. lulus sekolah pun belum, masa iya aku harus segera menikah kan nya.. aku harus segera mencari tau penyebab nya.. gumam ergi dengan perasaan cemas nya
__ADS_1
***
Siang itu fira baru saja keluar dari halaman sekolah dan hendak pulang
" Fira " terdengar suara pria memanggil nya, fira segera mencari asal suara tersebut
" om? " fira tampak terkejut melihat pria dewasa lengkap dengan dasi dan pakaian kantornya menghampiri nya yang tak lain adalah papanya raffa
" bisa kita bicara sebentar? " ucap ergi
" bicara apa om? " tanya fira dengan ekspresi bingung
" emm, yaudah om " sahut fira yang juga penasaran apa yang akan di bicarakan papa nya raffa tersebut
Sampai mereka tiba di sebuah restoran cepat saji dan ergi mulai memesan makanan di sana
" om, mau bicara apa? " tanya fira yang semakin bingung
" apa kamu pacar raffa? " tanya ergi tanpa basa basi, ergi berfikir putranya seperti nya sangat menyukai fira maka dia ingin mencari tau informasi langsung dari fira
__ADS_1
" bukan om, saya bukan pacar raffa" tegas fira dengan wajah yang semakin bingung
" bukan? om rasa di raffa sangat menyukai mu? tidak usah malu, om tidak keberatan jika kamu berpacaran dengan raffa " ucap ergi yang tidak percaya dengan ucapan fira
" benar om, fira bukan pacar raffa, kita hanya berteman baik kalau om tidak percaya om bisa menanyakan langsung ke raffa " fira berusaha meyakinkan
" lalu, apa kamu tau raffa punya pacar di luar atau di sekolah? " tanya ergi lebih mendetail
" tidak om, fira tidak tau " sahut fira yang memang tau raffa hanya menyukai dirinya dan tidak berhubungan dengan wanita lain
Ergi terdiam sambil menarik nafas nya, ergi berpikir fira pacar raffa dan bisa mendapatkan informasi dari fira.
kalau fira bukan pacarnya, lalu dia ingin menikah dengan siapa? apa dia punya pacar lain di luar sana? gumam ergi sambil meminum soft drink di hadapan nya.
fira hanya terdiam sambil memperhatikan wajh ergi yang tampak bingung, fira tidak mengerti dengan pertanyaan pertanyaan ergi barusan tentang raffa.
" baiklah, fira tolong jangan katakan pada raffa tentang pembicaraan kita barusan " ucap ergi sambil tersenyum
" oh, iya om " sahut fira dengan wajah yang semakin bingung.
__ADS_1
Tak lama ergi pun mengantar fira pulang, dan segera kembali ke kantornya dengan segala pertanyaan tentang prilaku putranya.