
Ergi pun segera kembali ke apartemen luna dan membawakan nya makanan. .
" makanlah ini. . " ucap ergi sambil memberi makanan itu pada luna yang masih duduk terdiam di kasur nya
" aku tidak ingin makan. . " tolak luna
" makanlah sedikit saja agar kau tidak sakit . . " ucap ergi sambil berusaha menyuapi luna
luna pun berusaha memakan makanan tersebut , tapi baru satu suapan saja perut nya kembali terasa sangat mual, dia pun berlari ke toilet untuk memuntahkan makanan tersebut .
" aku tidak bisa makan, apapun yang aku makan akan aku keluarkan lagi " ucap luna sambil menghampiri ergi
ergi pun merasa kasihan dengan keadaan luna. .
" apa semua wanita hamil serumit ini? ? " gumam ergi di hati nya
" ikut lah dengan ku. . " ucap ergi sambil menarik tangan luna
" kemana ? " jawab luna binggung
ergi pun hanya tersenyum dan menuntun luna keluar dari apartemen tersebut , sampai mereka tiba di sebuah rumah sakit . .
" untuk apa kita kesini ? ? " tanya luna semakin bingung . .
" kita akan ke dokter kandungan , mereka pasti akan membuat keadaan mu lebih baik " ucap ergi
luna pun akhirnya menuruti ergi dan memeriksakan dirinya ke dokter kandungan .
" kandungan istri bapak tidak apa apa , ini biasa terjadi di awal awal kehamilan . . saya akan memberikan vitamin untuk nya. . " ucap dokter tersebut
luna dan ergi pun menunggu beberapa saat untuk menebus obat dan beberapa vitamin
" gie aku tunggu di luar ya , aku mual dengan bau obat di sini. . " ucap luna dengan wajah yang sudah memucat
" yasudah tunggu lah di luar biar aku yang menunggu di sini. ." ucap ergi
luna pun menunggu di luar rumah sakit . . sampai ada seseorang yang menghampiri nya. .
" luna ? ? sedang apa kamu di sini ? ? "
__ADS_1
" papa ? ! ! ! ! " jantung luna pun langsung berdegup kencang , dia lupa kalau rumah sakit ini memang dekat dengan kantor papa nya.
" kamu sakit ? ?" tanya papa
" engga pah , luna engga apa apa luna cuma nganter teman ke sini dia sedang di dalam " ucap luna gugup. .
sekaligus cemas dia takut ergi akan keluar dari rumah sakit dan bertemu papa nya
" owh yasudah kalau gitu papa pulang dulu ya. . kamu hati hati. . " ucap papa
Ergi pun segera keluar dari rumah sakit , dari kejauhan dia melihat luna sedang mengobrol dengan seorang pria , dia pun mencoba mengamati pria tersebut .
" aaaiiissssshh itu kan papa nya luna ! ! " ergi pun memundurkan kaki nya kembali dan menunggu papa nya luna pergi
setelah papa nya pergi dia pun segera menghampiri luna dan masuk ke mobil. .
" gie tadi itu. ."
" tadi itu ada papa mu kan. . aku melihat nya . ."
ucap ergi memotong perkataan luna
" aku pasti akan bertemu dengan papa mu , tunggu lah beberapa hari lagi . . " jawab ergi
" tapi aku takut dia pasti akan sangat marah jika dia tau aku hamil, dia bisa saja membunuh mu gie "
ergi hanya tersenyum mendengar ucapan luna yang di nilainya terlalu berlebihan
ergi pun mengerem mobil nya di depan apartemen luna. .
" aku akan langsung pulang , minumlah obat dan vitamin ini kemudian istirahat lah. . " ucap ergi sambil mencium kening luna.
luna pun memberi senyuman dan beranjak keluar dari mobil ergi
Pagi itu luna pun kembali ke kampus walaupun keadaan masih kurang sehat . .
" luna..loe kemana aja ? ? gue hubungin engga bisa bisa " sapa rara pagi itu saat bertemu luna
__ADS_1
" gue engga enak badan ra. . " jawab luna
" pantes wajah loe pucet banget lun, tapi sekarang udah baikan kan ? ? "
" udah kok. . " jawab luna sambil tersenyum
" lun loe udah tau belum sekarang lagi ada hot news di kampus ini. . ", ucap rara
" loe tau engga viola anak baru di kampus ini dia itu tunangan nya ergi dan 4 hari lagi mereka akan tunangan . . beruntung banget ya viola . . nih gue juga dapet undangan nya tadi. ." ucap rara sambil memberikan undangan itu pada luna.
tangan luna pun bergetar saat melihat undangan itu dia benar benar tidak percaya dengan apa yang di dengar nya pagi ini
" siapa viola ? ? bagaimana mungkin ergi bertunangan dengan wanita lain sedangkan aku sedang mengandung anaknya " gumam luna lirih
Luna pun akhirnya bertemu ergi dan pulang bersama nya . .
" siapa viola ? ? " ucap luna saat dalam perjalanan , ergi pun binggung kenapa luna bisa tau tentang viola
" dia wanita yang di jodohkan mama kepada ku. ." jawab ergi
" dan kamu menyukai nya ? ? "
" mana mungkin aku menyukai wanita selain kamu lun. . " jawab ergi sambil tersenyum kecut
" kalau kamu tidak menyukai nya kenapa kalian bertunangan ? ? "
" itu hanya rencana konyol mama ku. . tidak usah di perdulikan. ."
" rencana konyol ? tapi kalian membuat undangan seperti ini dan menyebarnya ke kampus ? " ucap luna sambil memberikan undangan itu.
ergi pun terkejut melihat undangan tersebut , dia sama sekali tidak tau tentang itu, di kampus tadi memang banyak yang membicarakan tentang nya tapi ergi berusaha tidak memperdulikan nya karena menurut nya itu hanya gosip murahan tentang nya yang tak perlu di tanggapi.
ergi pun hanya terdiam sambil berusaha menahan emosi nya , dia pun mengantar luna sampai di depan apartemen nya.
" tidak usah memikirkan tentang pertungan itu , aku akan menyelesaikan nya. ." ucap ergi
luna pun hanya terdiam dan turun dari mobil.
" ini sudah sangat keterlaluan . . mama sudah sangat menguji kesabaran ku. . " gumam ergi sambil melajukan mobil nya ke suatu tempat .
__ADS_1