
Sore itu raffa kembali ke toko kue luna dan mengambil kue pesanan mama nya tersebut..
tak lama raffa sampai di rumah..
" raffa, kamu sudah pulang? " tanya luna saat baru memasuki rumah
" iya mah, nih kue nya " raffa langsung mencium tangan luna dan memberikan kue tersebut..
" kamu habis dari mana? kok sore banget pulang nya? " luna kembali bertanya
" dari rumah teman mah, yaudah raffa mandi dulu ya" sahut raffa yang langsung meninggalkan luna
***
Sore itu luna sedang merapihkan tempat tidurnya, sampai terdengar suara pintu kamar nya terbuka..
" ergi, kamu sudah pulang? " ucap luna saat melihat ergi masuk kamar dan bergegas mencium tangan suami nya itu
Ergi pun tersenyum" aku punya sesuatu untuk mu "
" sesuatu? apa? " tanya luna sambil mengerutkan kening nya yang sebenarnya luna sudah tidak terkejut lagi jika ergi memberikan kejutan atau hadiah, karena meskipun sudah tidak muda lagi ergi sangat sering memberika kejutan atau hadiah untuk luna
ergi mengeluarkan kotak yang tadi sempat dia sembunyikan di balik badan nya..
" bukalah "
luna membuka kotak tersebut.. di dalam nya terdapat sebuah lukisan .. lukisan wajah mereka ber dua bersama rania dan raffa saat masih kecil..
" cantik sekali.. ini bagus, kamu membeli nya di mana? " tanya luna sambil memperhatikan lukisan tersebut
__ADS_1
" aku memesan nya pada teman ku " jawab ergi sambil tersenyum
" tidak terasa ya, waktu begitu cepat berlalu.. padahal aku merasa baru kemarin aku menikahi mu" ucap ergi sambil menatap luna
" iya.. tidak terasa.. " luna pun tersenyum pada ergi, senyum yang selalu di sukai nya sejak dulu
" kamu bahagia kan sama aku luna? "
" ergi.. kenapa selalu bertanya seperti itu.. mana mungkin aku tidak bahagia punya suami yang baik, perhatian dan tampan seperti kamu" sahut luna sambil sedikit tertawa
" kenapa jawab nya sambil tertawa? pasti kamu berbohong kan saat bilang aku tampan? " tanya ergi
" iya kamu masih tampan gie.. tapi lebih banyak di wariskan ke raffa sekarang " sahut luna
" tidak apa apa lah kalau di ketampan ku si wariskan ke raffa asal jangan ke tetangga sebelah saja " jawab ergi sambil mencium gemas pipi luna
***
" mah " ucap rafa yang sedang melihat luna duduk di sofa
" iya sayang " luna menoleh dan melihat putra nya sudah duduk di samping luna
" sedang apa mah? "
" oh.. ini, mama lagi merajut syal untuk kak rania, sebentar lagi kan dia pulang mama mau kasih ini.. di sana kan udara nya dingin " jawab luna sambil fokus merajut sedikit demi sedikit syal yang di buat nya..
" rajin banget sih mah.. " ucap raffa yang langsung menyandarkan kepalanya di paha luna.. luna pun tersenyum sambil mengusap rambut putra nya tersebut
Raffa memang lebih manja dengan luna sangat berbeda dengan rania yang lebih mandiri walaupun anak perempuan..
__ADS_1
" mah.. "
" heeemm " jawab luna sambil terus fokus merajut
" dulu kehidupan mama gimana sih? " tiba-tiba saja pertanyaan itu terlontar dari bibir putranya
" gimana apa nya? " luna pura pura tidak mengerti dengan pertanyaan raffa
" ya kehidupan mama dulu.. apa keluarga kita sudah kaya sejak dulu? " pertanyaan raffa tiba-tiba saja membuat luna terdiam dan kembali teringat lika liku kehidupan nya dengan ergi dulu
" kok diam mah? "tanya raffa yang melihat luna malah melamun
" kenapa bertanya seperti itu? "
" engga apa-apa.. sejak lahir kan aku sudah hidup layak, aku pengen tau aja apa keluarga kita dari dulu sudah kaya? "
" tidak, semua nya butuh proses " jawab luna sambil tersenyum
" proses? berati mama dulu pernah susah juga? "
" iya raffa semua yang kita lalui itu pasti ada proses nya.. memang nya kenapa sih kok pertanyaan kamu aneh banget? " tanya luna yang semakin tidak mengerti dengan pertanyaan pertanyaan putranya
" raffa punya teman, dia baik tapi sayang hidupnya tidak seberuntung kita " ucap raffa yang tiba-tiba teringat safira dan merasa iba dengan kehidupan nya
" teman kamu itu pasti orang yang terpilih, dia juga pasti orang yang kuat , memang nya siapa sih teman mu itu? "
" safira.. nama nya safira " jawab raffa
luna pun tersenyum sambil memperhatikan wajah putra nya yang masih menyandarkan kepalanya nya di pangkuan luna..luna mulai sadar seperti nya putra nya sedang jatuh cinta.
__ADS_1