My Step Brother

My Step Brother
S2 part 5


__ADS_3

Siang itu raffa sudah menunggu fira di depan kelas nya.


" fir " sambil memegang lengan fira yang hendak keluar kelas, fira menoleh dsn tampak terkejut melihat raffa


" ada apa raf? "


" kamu mau pulang kan? aku antar ya motor kamu masih rusak kan? "


" enggak usah raf, aku bisa naik angkot " berusaha menolak


" ayo lah fir " memohon sambil terus memandang wajah gadis itu yang terlihat bingung.


" yaudah deh "


raffa pun tersenyum, dan bergegas menuju parkiran, di depan sekolah fira sudah menunggu, raffa melajukan motor nya perlahan agar perjalanan mereka tidak cepat berakhir.


" fir.. kamu enggak ante kue lagu? " tanya raffa di sela sela perjalanan mereka


" mau sih anter, tapi kan motor nya lagi rusak "


" kan ada motor aku " raffa mencoba menawarkan bantuan


" enggak usah raf, ngerepotin "


" enggak apa apa kok, dari pada kue kamu enggak di anter kan sayang " masih berusaha membujuk

__ADS_1


fira terdiam mencoba berfikir, benar, kalau tidak di antar pasti kue nya akan sisa banyak karena ibu nya juga kadang berjualan keliling kampung dan terkadang masih tersisa banyak.


" fir? " ucap raffa yang menagih jawaban


" emm yaudah, kamu tunggu di gang aja ya aku langsung anter kue nya aja, enggak apa apa kan? "


" iya enggak apa apa? " raffa kembali tersenyum dengan jawaban fira


Tak lama raffa sampai di gang dekat rumah fira, raffa menunggu sebentar fira yang mengambil kue kue nya di rumah, sampai fira kembali dan mereka mulai mendatangi warung satu per satu untuk menitipkan kue kue fira.


" sudah selesai raf, makasih ya " ucap fira saat menitipkan kue terakhir di sebuah warung


" sama sama "


" emm.. raf, sebagai terima kasih aku, aku mau traktir kamu bakso, kamu mau? "


Sampai raffa kembali melajukan motor nya ke sebuah kedai bakso dan mereka mulai menyantap nya.


" maaf ya raf, cuma bisa traktir bakso " ucap fira yang sebenarnya malu hanya bisa mentaktir raffa di pinggir jalan, fira tau pasti raffa lebih suka makan di restoran mahal


" enggak apa apa kok, aku suka bakso, apa lagi sama yang neraktir.. suka banget " goda raffa yang sontak saja membuat wajah gadis itu memerah karena ucapan nya


cantik banget sih kalau lagi malu malu gitu, jadi gemes pengen cium.. raffa dengan fikiran konyol nya


" oia dir, nanti setelah lulus kamu mau kuliah di mana? sambil terus mengunyah dan menatap fira

__ADS_1


fira terdiam sesaat menghentikan akifitas makan nya " kayaknya aku enggak kuliah raf"


" lho kenapa? " dengan mata mendelik seakan tidak percaya yang di ucapkan gadis di hadapan nya


" biaya kuliah mahal raf, ibu ku enggak ada uang " jawab nya lirih


" dari sekolah kan ada beasiswa untuk ke universitas, kamu enggak ajukan? pasti kamu lolos kok "


" aku udah tanya soal itu, rekomendasi dari sekolah untuk universitas di luar kota raf, kalau di luar kota pasti butuh banyak biaya untuk hidup aku di sana, mungkin aku akan kerja saja setelah itu menikah raf "


" uhuk uhuk " seperti ada sesuatu yang menusuk tenggorokan nya saat raffa mendengar ucapan fira


" minum raf " segera memberikan raffa minum dengan wajah cemas


" menikah? " raffa kembali bertanya sesat menegguk minuman nya


" iya menikah, kata ibu dia sudah menjodohkan ku dengan seorang pria, setelah aku lulus, dan berkerja mungkin aku akan segera menikah " ucap nya lirih


raffa memalingkan wajah nya benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia dengar" apa harus seperti itu? "


" iya raf, kata ibu pria itu mau membiayai kuliah ku nanti setelah menikah, mungkin terdengar sangat rendah, tapi aku tidak punya pilihan lain aku ingin ibu tidak terbebani lagi dengan ku, adik ku juga banyak "


Raffa hanya terdiam tak tau apa yang harus di katakan nya, sampai mereka selesai makan dan mengantar fira pulang mereka hanya saling terdiam.


Raffa kembali ke rumah, dan langsung masuk ke kamarnya, melepas seragam sekolah nya menganti dengan kaos oblong wana putih, merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menatap langit lagi kamar nya, kata kata fira terus terniang di fikiran.

__ADS_1


fira akan menikah hanya untuk kuliah dan keluarga nya? apa harus se miris itu? andai saja aku bisa menikah dengan nya dan bisa menanggung semua kebutuhan nya.


Raffa terus berfikir sambil memejamkan matanya.


__ADS_2