
Mendengar putranya mau di bawa Ana langsung saja terkejut. Jujur saja dia tidak terima jika putranya yang masih kecil di pisahkan darinya.
"Pa, Papa kenapa harus bawa Alvian" ucap Ana lirih.
"Papa bawa Alvian untuk kebaikan Alvian juga, Na. Kamu tau sendirikan bagaimana Andreas. Dia tidak pernah peduli denganmu dan juga putramu" ucap Andar mencoba memberi pengertian kepada Ana.
"Tapi, Pa. Alvian masih sangat kecil dia masih sangat membutuhkanku di sampingnya"
"Sudahlah kasihan Mama dia tidak ada teman di sana. Kamu di sini kan masih ada Putri yang bisa menemanimu" ucap Andreas mencoba memberi pengertian ke Ana.
"Ia kak. Lagian hidup Alvian akan terjamin jika ikut Papa sama Mama. Kalau di sini dia hanya akan minum ASI kakak saja gak ada yang lain" ucap Putri.
"Ia Na, kami juga akan tiap dua minggu sekali ke mari untuk mengawasi Andreas dalam mengurus kebun. Jadi kamu bisa terus bertemu dengan Alvian." ucap bu Andar berharap Ana bisa mengerti.
Melihat semua orang tidak ada yang membelanya Ana hanya mampu terdiam. Dia tidak menyangka jika mertuanya tega memisahkannya dengan putranya yang masih kecil.
******
Seperti yang di katakan Andar jika hari ini dia dan istrinya akan pergi ke luar kota dengan membawa Alvian. Dengan berat hati Ana mengiklaskan Alvian kecil ikut bersama kedua mertuanya.
Seperti yang di katakan kedua mertuanya jika tiap dua minggu sekali mereka akan kembali membawa Alvian untuk bertemu dengan Ana. Setelah beberapa hari mengawasi perkembangan perkebunan mereka yang di tangani Andreas mereka kembali lagi ke luar kota dan begitu seterusnya.
Awalnya Ana merasa sangat berat berjauhan dengan Alvian namun karna sudah terbiasa dia menjadi terbiasa. Setelah Alvian ikut bersama kedua mertuanya Ana memilih untuk mencari pekerjaan secara diam diam dari Andreas.
Karna selama mengurus perkebunan Andreas sama sekali tidak pernah memberi uang belanja ke Ana. Malah untuk keperluan dapur selalu mertua Ana yang memberikan uang belanja ke Ana.
Ana memilih untuk menjadi buruh cuci di rumah tetangga. Tetangga Ana yang mengetahui perlakuan Andreas kepada Ana memilih untuk memberi pekerjaan untuk Ana secara diam diam.
Andreas yang selalu pulang larut malan membuat Ana semakin bebas untuk bekerja. Ana juga menabung untuk keperluannya yang tak terduga nantinya
__ADS_1
Namun karna tidak ada pengawasan dari orang tua Putri malah bertidak sesuka hatinya. Dia sering sekali pulang larut malam bahkan tak jarang dia tidak pulang ke rumahnya.
Ana dijadikan babu oleh Putri. Putri sehari harinya pergi je sekolah tidak mau mengerjakan apapun bahkan piring makannya saja Ana yang menyimpannya.
Seperti malam ini Putri tidak pulang ke rumah. Na yang mulai khawatir dengan pergaulan Putri langsung saja mengadu kepada Andreas.
"Mas, Putri malam ini tidak pulang lagi" ucap Ana ke Andreas.
"Mungkin dia menginap di rumah temannya"
"Tapi, Putri itu anak perempuan, Mas. Aku takut jika dia larut dalam kebebasan"
"Besok Mama pulang. Kamu bilang saja kepadanya. Sudah aku lelah aku mau tidur" ucap Andreas langsung dasa membaringkan tubuhnya ke atas ranjang mereka.
Melihat sikap Andreas yang tidak peduli sama sekali membuat Ana semakin terpojok. Sebab kedua mertuanya telah mempercayakan Putri kepadanya. Jika terjadi sesuatu kepada Putri sudah pasti dia yang akan di salahkan.
*****
Ana langsung saja membawa putranya bermain bersama sebagai pelepas rindu karna telah lama tidak bertemu. Setelah puas bermain bersama Alvian Ana langsung saja menidurka Alvian.
Setelah itu Ana mencoba menghampiri kedua mertuanya yang sedang bersantai di ruang tamu. "Ma, Pa ada yang mau Ana omongin"
"Ada apa?" ucap bu Andar melihat Ana.
"Ana lihat semenjak Papa dan Mama keluar kota Putri sering pulang malam bahkan dia juga sering tidak pulang Ma"
"Oh, kalau itu dia sudah bilang sama mama. Maka biarkan saja dia sedang banyak tugas kelompok bersama teman temannya"
"Tapi, Ma"
__ADS_1
"Sudah tidak apa apa" ucap bu Andar langsung saja memotong perkataan Ana.
Mendengar ucapan kedua mertuanya Ana akhirnya diam saja dia tidak mau lagi mengurusi kehidupan Putri.
Ana langsung saja kembali ke kamar untum menemani Alvian yang sedang tertidur. Tak lama Ana mendengar suara Putri yang sudah pulang sekolah. Melihat Putri yang tumben tumbenan pulang cepat Ana hanya diam saja tak mau bicara apapun lagi.
Setelah beberapa hari menginap Andar dan istrinya langsung saja kembali keluar kota dengan Alvian. Ana hanya bisa menatap kepergian putranya dengan penuh rasa kesedihan. Namun dia berusaha untuk menguatkan dirinya.
Seperti biasa setelah Andreas pergi Ana langsung saja pergi je rumah tetangga untuk mencuci pakaian. Namun karna hari ini cucia Ana begitu banyak Ana akhirnya pulang sore hari.
Namun saat pulang ke rumah Ana melihat rumah yang berantakan. Piring bekas makan tergeletak begitu saja dan juga pakaian sekolah Putri tergeletak di sembarangan tempat.
Karna telah lelah Ana langsung saja terbakar emosi melihat perlakuan Putri. Putri memang selalu membiarkan Ana membereskan semua barang barangnya. Karna Ana hanya diam saja akhirnya Putri terbiasa membabukan Ana.
Namun kali ini Ana tidak tingal diam lagi, dia sudah sangat lelah menghadapi sikap Putri yang sesuka hatinya saja kepadanya.
"Put, apa kamj tidak bisa menaruh pakaianmu ke tempatnya? lihat sepatu dan juga tasmu apa kau tidak bisa meletakkannya ketempat yang benar?piring kotormu juga kau biarkan di situ saja" ucap Ana geram.
"Kakak banyak omong amat sih. Biasanya juga kan kakak yang membereskannya" ucap Putri tanpa melihat Ana.
"Aku di sini bukan menjadi babumu" teriak Ana geram mendengar ucapan Putri.
"Kakak jangan banyak gaya lah. Kakak itu harus bersyukur karna telah di beri tempat yang layak oleh kami. Apa kakak lupa jika kakak itu hanya anak yatim piatu. Jika kami usir kakak dari sini sudah pasti kakak jadi gembel di luar sana" ucap Putri penuh keangkuhan
Plaakkk
Ana langsung saja menampar Putri. "Kau jaga mulutmu itu ya. Aku tau aku hanya anak yatim piatu tapi asal kau tau hidupku jauh sangat menderita saat melangkahkan kakiku di rumah ini. Apa kau tau aku hidup bagaikan di neraka dalam pernikahanku"
"Apa kau bilang, ha?" teriak Andreas tiba tiba datang.
__ADS_1
"Ini kak, dia bilang jika kita membabukanya. Dia juga bilang jika dia sangat tersiksa hidup di rumah kita. Dan apa kakak tau jika selama ini dia jadi buruh cuci dan bikin malu keluarga kita kak"
Bersambung....