NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
76# Kebahagiaan yang berlimpah


__ADS_3

Rangga sedang sibuk meneriksa dokumen yang berisi hasil pemeriksaan kandungan Ana selama ini. Dia mencoba membuang napasnya pelan lalu mengusap wajahnya dengan tangannya.


"Kamu kenapa, Sayang?" ucap Ana memeluk Rangga dari belakang.


"Tidak apa apa, Sayang. Aku hanya sedang memeriksa hasil pemeriksaan kandunganmu selama ini. Hari ini kamu akan melakukan oprasi caesar" ucap Rangga menatap lekat wajah Ana.


"Aku sudah mengetahuinya. Bukankah kamu sudah mengatakannya sejak lama. Aku juga sudah memasukkan semua keperluan bayi kita"


"Apa kamu tidak takut?"


"Untuk apa aku takut? bahkan aku sangat bahagia. Sebentar lagi kita bisa mengendong bayi munggil kita" ucap Ana tersenyum sambil mengelus perut buncitnya.


"Kamu jangan nakal nanti ya, Sayang. Papa akan berdoa supaya kamu dan mama baik baik saja" ucap Rangga menitikkan air matanya lalu mencium lembut perut buncit Ana.


"Sudah, jangan seperti anak kecil. Sekarang kamu siap siap, kita akan ke rumah sakit" ucap Ana mengingat jadwal oprasinya sebentar lagi.


"Baik, Sayang. Kamu tunggu sebentar ya" ucap Rangga langsung saja melangkahkan kakinya pergi ke kamar mandi.


Sambil menunggu sang suami, Ana menyiapakn pakaian Rangga terlebih dahulu lalu mulai merias wajahnya. Ana terus saja mengelus perutnya dengan penuh kebahagiaan. Dia langsung saja membayangkan bagaimana dia memeluk buah hati mereka nantinya.


Rangga yang baru keluar dari kamar mandi langsung saja tersenyum melihat tingkah Ana. Rangga yang awalnya cemas langsung saja merasa lega ketika melihat kebahagiaan sang istri.


"Kamu sudah selesai, Sayang? cepat pakai pakainmu. Nanti kita terlambat"


Rangga langsung saja mengenakan pakaiannya lalu menyisir rambutnya. Ana langsung saja mengelengkan kepalanya pelan ketika melihat kerah baju Rangga yang berantakan. Ana langsung saja mendekati Rangga dan merapikan kerah baju sang suami.


Rangga langsung saja menelengkupkan kedua tangannya di wajah tembeb sang istri lalu mencium keningnya dengan lembut. Rangga merasakan kehawatiran yang sangat mendalam. Dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada sang istri saat melakukan oprasi nanntinya.


*****


Rangga menatap Ana yang kini telah terbaring lemas di atas meja oprasi. Dia ingin sekali turun tangan untuk mengoprasi istrinya. Namun, para rekan kerjanya melarang. Menangani seorang yang sangat berarti dalam hidupnya dengan tangannya sendiri tidaklah mudah bagi kaum dokter bedak seperti Rangga.


Hingga akhirnya Ranga memilih untuk menemani istrinya. Rangga langsung saja duduk di samping Ana, lalu mengengam erat tangan sang istri. Hingga akhirnya lampu oprasi menyala menandakan oprasin akan di mulai. Rangga langsung saja berdoa dalam hatinya meminta yang terbaik untuk anak dan istrinya.


Rangga terus saja menciumi tangan Ana sambil mengelus lembut puncak kepala Ana. Rangga ikut tersenyum ketika melihat senyuman di wajah Ana. Terlihat sangat jelas mereka menyambut kedatangan buah hati mereka dengan penuh kebahagiaan.


Oe...oe....

__ADS_1


Suara tangisan bayi terdengar sangat nyaring di ruang oprasi itu. Rangga dan Ana langsung saja tersenyum bahagia. Rangga langsung saja menitikkan air matanya penuh kebahagiaan lalu menciumi kening Ana dengan penuh rasa syukur.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih" ucap Rangga sambil menciumi wajah Ana.


"Selamat Dok bayinya perempuan" ucap suster memperlihatkan bayi mereka.


Ana langsung saja mengelus lembut wajah mungil putrinya yang masih berlumuran darah. Tak terasa air mata Ana menetes di sudut matanya. Dulu dia berjuang di ruangan ini seorang diri tanpa ada sosok suami di sampingnya. Tapi, kali ini suami yang begitu mencintainya selalu ada di sampingnya.


"Maaf Dok, saya mandikan bayinya terlebih dahulu ya"


"Baik" ucap Rangga tersenyum menganguk sambil terus mengengam tangan istrinya. Mereka terus saja memancarkan senyuman penuh kebahagiaan. Rangga juga selalu ada di samping Ana sampai oprasi Ana selesai.


Setelah selesai membersihkan putri Ana dan Rangga, suster langsung saja kembali menyerahkannya kepada Rangga untuk di adzan. Rangga langsung saja mengomandangkan Adzan dengan begitu merdunya di teliga putri munggilnya.


Ana yang masih terbaring lemah hanya mampu menatap suami dan putri munghilnya dengan penuh kebahagiaan.


******


Setelah selesai oprasi Ana langsung saja di pindahkan ke ruang rawat. Semua orang langsung saja mengerumuni Ana dan juga putri munggilnya.


"Lucunya keponakan paman ini. Kamu mau paman belikan apa, Sayang?" ucap Brian menatap gemas putri Ana dan Rangga yang ada dalam gendongannya.


"Alvian juga mau lihat paman" ucap Alvian tak mau kalah.


"Ia... ia, ayokita duduk di sini" ucap Brian langsung saja duduk di sofa sambil mengendong bayi Ana dan Rangga.


Alvian dan Rayza langsung saja duduk di samping Brian. Mereka bertiga langsung saja bermain dengan adik kecil mereka dengan penuh kebahagiaan.


"Itu makanya kamu juga harus cepat cepat menikah. Agar kamu juga punya anak dan penerusmu" ucap Wira melihat Brian yang masih betah melajang.


"Paman doakan saja. Semoga aku juga menemukan tulang rusukku secepatnya" ucap Brian tersenyum.


"Aamiin" sumua orang yang ada di ruangan itu langsung saja mengaminkan ucapan Brian.


"Kamu beri nama apa putrimu, Nga?" ucap Bu Wira mengingat Rangga belum memberikan nama untuk putrinya.


"Rayna Wiratama nama itu aku ambil dari gabungan nama kami Rangga dan Ana" ucap Rangga tersenyum sambil mengelus puncak kepala Ana.

__ADS_1


"Dan untuk Rayza dan Alvian aku juga akan meletakkan nama belakangku kepada mereka. Mulai sekarang nama mereka Alviab Wiratama dan Rayza Wiratama" ucap Rangga.


Semua orang yang ada di sana langsung saja setuju dengan ucapan Rangga. Karna bagaimana juga Rayza dan Alvian adalah putra Ana menantu perempuan keluarga Wiratama.


Namun, tiba tiba Andreas dan keluarganya datang menjenguk Ana. Seketika semua orang terdiam dan menatap reaksi Rayza saat bertemu dengan Andreas secara langsung.


Brian langsung saja memeluk Rayza berharap Rayza tidak ketakutan melihat kedatangan Andreas. Melihat Rayza yang terdiam di pelukan Brian, Andreas langsung saja menunduk sedih.


"Maaf! kami tidak mengabari kalian terlebih dahulu. Kedatangan kami hanya ingin mengucapkan selamat atas kelahiran putri kalian. Aku juga ingin mengatakan jika aku ingin pergj keluar kota untuk mengelola kebun Papa yang ada di sana" ucap Andreas


"Nga! aku titipkan kedua putraku kepadamu. Aku yakin kamulah sosok papa yang mereka impikan. Aku berharap kamu bisa terus menyayangi mereka. Maafkan aku karna membebankanmu" ucap Andreas tak berani menatap Rangga.


"Kamu tenag saja. Mereka juga putraku. Aku akan terus menyayangi mereka sampai akhir hayatku. Semoga kamu juga bisa segera menemukan kebahagiaanmu" Rangga langsung saja menepuk bahu Andreas sambil tersenyum.


"Terima kasih, Nga" ucap Andreas lirih dan langsung memeluk Rangga.


Setelah itu Andreas langsung saja mendekati Alvian lalu memeluk dan juga menciumi wajahnya "Nak, papa pergi dulu ya. Kamu jangan nakal bersama papa dan mama"


"Papa hati hati ya. Jangan lupa terus berkunjung ke sini" ucap Alvian memeluk Andreas.


"Ia, Sayang" ucap Andreas membalas pelukan putranya.


Setelah itu Andreas langsung saja menatap Rayza yang sedang bersembunyi di belakang Brian. Ingin sekali Andreas memeluk putranya namun dia tidak berani melangkahkan kainya mendekati Rayza. Dia langsung saja berpamitan dengan semua orang yang ada di sana lalu melirik Rayza dengan penuh kesedihan.


Andreas mencoba melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Tapi, tiba tiba dia menghentikan langkahnya ketika Rayza memanggilnya.


"Papa" ucap Rayza langsung saja berlari ke arah Andreas. Andreas langsung saja memeluk Rayza lalu menciumi wajah Rayza sambil menangis bahagia.


Dia menyesali semua perbuatannya yang tifak mengangap putranya sendiri. Dia tiada hentinya menciumi wajah Rayza sambil menangis kesegukan.


Setelah puas melampiaskan kerinduannya kepada kedua putranya Andreas langsung saja pamit. Mereka langsung saja mengantar Andreas dan keluarganya keluar dari ruangan Ana.


Ana dan Rangga langsung saja tersenyum bahagia. Mereka mendapatkan kebahagiaan yang lengkap saat ini. Hari dimana putri mereka di lahirkan kedunia ini di hari itu juga Rayza dinyatakan sembuh dari traumanya.


Tamat....


Hai semuanya...

__ADS_1


terima kasih sudah mau menemani perjalanan cinta Ana dan Rangga sampai selesai🥰🥰. Author mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan kalian selama ini😘😘.


Jangan lupa mampir juga di karya karya author lainnya🥰🥰


__ADS_2