
Ana yang mendengar teriakan Andreas langsung saja panik. Dia berusaha untuk kembali kabur namun Andreas keburu mengejarnya dan mencengram tangannya dengan sangat kuat.
"Aauu... Sakit" lirih Ana kesakitan karna cengkraman Andreas begitu kuat.
"Kau akan merasakan sakit yang lebih jauh dari ini" ucap Andreas tersenyum sinis tanpa merasa iba kepada Ana yang kesakitan karna cengkramannya.
Andreas langsung saja menarik tangan Ana dengan sangat kasar tanpa memperdulikan orang orang yang menatap mereka. "Kau akan rasakan akibatnya karna telah berani bermain main denganku"
Mendengar ucapan Andreas, Ana hanya mampu menitikkan air matanya. Dia mulai putus asa, kenapa hidupnya bisa sekejam itu. Tidak ada lagi kebahagian dalam hatinya yang ada hanya penderitaan dan juga hinaan dari suaminya sendiri.
Sesampainya di rumah Andreas langsung saja menghampaskan tubuh Ana dengan kasar ke atas ranjang mereka. Setelah itu Andreas membuka ikat pinganngnya lalu memukuli kaki Ana tanpa ada rasa iba sedikit pun
Plakkk....
Arghh....
"Bagaimana sakit. Ini akibatnya karna kau berani kabur dariku" ucap Andreas tersenyum sinis melihat Ana yang meringis kesakitan.
Plaakkk
Andreas kembali memukuli kaki Ana hingga di penuhi luka lembam karna pukulan Andreas.
"Arghh... sakit, Mas" ucap Ana lirih sambil menahan sakit pada kakinya.
"Ini akibatnya karna kau berani kabur dariku" bukannya berhenti Andreas malah semakin menjadi.
Dia merobek seluruh pakaian Ana hingga tubuh polos Ana tidak lagi mengunakan sehelai benangpun. Melihat tubuh polos Ana, Andreas langsung saja membuka pakaiannya lalu membuangnya ke segala arah.
Dia langsung saja mengauli Ana dengan kasar tidak ada kelembutan sama sekali. Yang ada hanya nafsu dan juga sentuhan kasar. Ana menciba meringis kesakitan namun ketika Ana semakin meringis Andreas malah semakin menjadi.
__ADS_1
Andreas melakukan hubungan suami istri dengan kasar berkali kali hingga membuat Ana tergulai lemas tidak berdaya di atas kasurnya. "Kamu rasakan itu wanita murahan. Kau itu harus bersyukur karna aku mau menikahimu kalau tidak kau akan selamanya menjadi lo**te. Kau dengar itu"
Setelah menyiksa Ana dan juga berkata kasar padanya Andreas langsung saja pergi meninggalkan Ana yang tergeletak lemah di atas ranjang mereka.
Setelah kepergian Andreas, Ana langsung saja meraung penuh kebencian pada dirinya sendiri "Hikss... hikss.. Ayah, Ibu kenapa kalian meningalkan Ana. Hidup Ana sangat menderita..Hikss ....hikss"
"Mas Brian. Kamu dimana hidupku sangat menderita setelah kau tinggalkan" batin Ana di akhir tangisnya. Ntah mengapa walaupun Brian telah meninggalkannya secara sepihak setelah mendapatkan kesuciannya Ana masih ingat betul kelembutan dan juga perhatian Brian yang selalu Brian berikan kepadanya.
Karna terlalu lelah akhirnya Ana tertidur dalam tangisnya. Dia tidak merasakan sakit lagi pada tubuhnya yang ada dia merasakan sakit yang teramat dalam di dalam hatinya. Pernikahan yang dulu dia kira akan membaw kebahagian dalam hatinya malah membuat dirinya hidup bagaikan di Neraka.
Bukan hanya siksaan fisik yang di berikan Andreas suaminya. Bahkan Andreas mengukir indah rasa sakit dalam hati Ana. Dia menyiksa Ana dari mental dan juga fisiknya.
Setelah kejadian itu Ana mencoba untuk tegar mengahadapi nasibnya. Dia berusaha kuat demi Alvian buah hatinya walaupun jarang bertemu tapi Ana masih bersyukur komunikasinya dengan Alvian selalu lancar.
Hingga suatu hari Ana merasakan perutnya terus terusan mual. Kepalanya juga sangatlah pusing. Ana berusaha untuk berbaring sebentar untuk menghilangkan rasa pusingnya. Hingga tiba tiba mual di dalam perutnya tidak tertahan lagi.
Huekk... Huekkk... Ana terus saja memuntahkan isi perutnya hingga membuat Ana sangatlah lemas. Ana mencoba berjalan pelan ke kamarnya mencoba untuk membaringkan tubuhnya di ranjang dengan harapan pusing dan juga mual yang dia alami bisa menghilang.
"Tidak tau, Mas. Dari tadi kepalaku pusing. Perutku juga terus terusan mual" ucao Ana sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat berat.
"Ya sudah, ayo kita periksa" Andreas mencoba memapah Ana ke sepeda motornya.
Melihat perhatian Andreas, Ana langsung saja kebingungan. Namun, dia berusah menyembunyikannya karna tidak mau mengubah suasana hati suaminya yang terus terusan berubah ubah.
Andreas langsung saja melajukan sepeda motornya menuju puskesmas terdekat. Setelah sampai Andreas langsung saja membantu Ana untuk memasuki puskesmas itu.
Mereka duduk di kursi tunggu untuk menunggu giliran. Tidak ada suara sama sekali, pasangan suami istri itu hanya diam dan sibuk dengan pikiran mereka masing masing.
"Bu Anatasya"
__ADS_1
Mendengar namanya di panggil An langsung saja berdiri lalu masuk ke ruang dokter di ikuti oleh Andreas dari belakangnya. Dengan cepat Ana langsung saja menyatakan keluhanya kepada Dokter itu. Setelah mendengar semua keluhan Ana dokter itu langsung saja tersenyum lalu menyuruh Ana untuk berbaring.
Dokter itu langsung saja memeriksa keadaan Ana dengan sangat teliti. Setelah selesai Ana langsung saja kembali duduk di samping Andreas.
"Istri saya kenapa, Dok?" ucap Andreas khawatir.
"Istri anda tidak apa apa. Itu semua wajar untuk ibu yang sedang hamil muda seperti istri Anda" jelas Dokter itu ramah.
"Apa? Bagaimana mungkin, Dok?" ucap Ana yang kaget mendengar berita kehamilannya padahal dia telah menjaga dirinya dengan begitu baik.
"Kenapa? apa kau tidak senang?" ucap Andreas kesal melihat reaksi Ana.
"Bu..bukan seperti itu. Aku hanya tidak menyangka saja. Lagian Alvian masih sangat kecil" ucap Ana mengingat Alvian yang masih berumur satu tahun tiga bulan.
"Itu tidak masalah untuk ibu yang melahirkan normal seperti anda. Yang penting anak pertamanya jangan di beri ASI lagi ya."
"Baik, Dok" ucap Ana menunduk.
"Ini ada resep dan juga vitamin untuk ibunya agar baginya bisa mendapatkan nutrisi yang baik. Harap anda dapat menjaga kandungan anda dengan baik dan pastikan anda mengkonsumsi makanan yang baik untuk nutrisi bayi anda" jelas Dokter itu langsung saja menyerahkan resep obat ke Ana.
"Terimakasi, Dok" ucap Andreas mengambil resep obat itu karna melihat Ana hanya diam melamun.
Setelah itu Andreas langsung saja membawa Ana ke apotik puskesmas itu untuk menebus obat Ana. Dia terus saja berjalan dengan bahagianya karna berita kehamilan Ana.
Tak lupa Andreas juga mengabari kedua orang tuanya tentang kehamilan Ana. "Ana hami lagi?" ucap bu Andar dari sambungan telepon.
"Ia, Ma. Menantu Mama hamil lagi. Sekarang usia kandungannya menginjak empat minggu"
"Alhamdullillah klau begitu ya, Nak. Kamu harus lebih giat lagi bekerjanya ya. Karna tanggunganmu semakin banyak" ucap bu Andar penuh kebahagiaan setelah mendengar berita kehamilan Ana.
__ADS_1
"Ia, Ma. Semoga kali ini bayinya perempuan"
Bersambung...