NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
64# Pemandangan Terindah.


__ADS_3

Rangga terus saja mengajak Alvian dan Rayza bermain di pantai tanpa ada lelah sedikit pun. Setelah hari telah menjelang malam Rangga langsung saja membawa istri dan kedua anaknya duduk di tepi pantai menyaksikan matahari terbenam.


"Papa iat atahalinya" ucap Rayza gembira ketika melihat matahari mulai terbenam.


"Ia, Sayang. Tapi apa kalian tau? jika di dekat kita ada yang jauh lebih indah dari matahari terbenam itu"


Mendengar ucapan Rangga, Alvian, Rayza dan Ana langsung saja menatapnya bingung.


"Apa?" ucap Ana penasaran.


"Kedua putra papa juga tidak tau?" ucap Rangga menatap Alvian dan Rayza secara bergantian.


Alvian dan Rayza langsung saja mengelengkan kepalanya pelan sambil terus menatap Rangga binggung.


"Baiklah. Kalian lihat ini ya" ucap Rangga memanggil seseorang dan memberikan sebuah kotak ke Ana.


"Ini apa, Sayang?" ucap Ana binggung.


"Kamu buka dan lihatlah"


Mendengar ucapan Rangga, Ana langsung saja menatapnya binggung. Ana langsung saja membuka kotak itu. Ana langsung saja membulakan matanya lalu menatap Rangga binggung.


"Kenapa?" ucap Rangga tersenyum.


"Sayang, kamu mengerjaikukan?" ucap Ana kesal karna melihat isi kotak itu adalah kotak yang terbungkus rapi.


"He... he..." ucap Rangga cengengesan.


Melihat Rangga yang hanya cengengesan Ana langsung saja memayunkan bibirnya kecil. Namun, Ana terus saja membuka kotak itu walaupun dia harus bersusah payah membuka begitu banyak kotak yang di simpan Rangga dengan rapi di dalam kotak itu.


Mata Ana langsung saja berbinar menatap kotak terakhir yang dia buka. Dia langsung saja menatap Rangga dengan mata berkaca kaca.


"Ini" ucap Ana menatap Rangga sambil tersenyum lebar ketika melihat Kalung berlian yang sangat indah di dalam kotak perhiasan itu.


"Apa kamu suka, Sayang?" ucap Rangga tersenyum.

__ADS_1


"Aku sangat suka. Tapi, ini sangat mahal"


"Tidak ada kata mahal untuk istri dan anak anakku" ucap Rangga tersenyum lalu memakaikan kalung itu di leher jenjang Ana.


Ana terus saja menatap kalung itu dengan sangat bahagia. Rangga melihat senyuman dan kebahagiaan Ana setelah mendapatkan hadiah darinya.


"Apa kalian sudah tau pemandangan apa yang papa maksud tadi?" ucap Rangga menatap kedua putranya.


"Kebagaiaan dan senyuman mama'kan pa?" ucap Alvian menebak.


"Kamu benar, sayang. Tidak ada pemandangan yang bisa mengalahkan senyuman mama kalian. Senyuman yang sangat indah dan membawa keteduhan kepada kita. Mulai sekarang kalian harus menjaga pemandangan indah ini agar tetap terjaga" ucap Rangga tersenyum.


Mendengar ucapan Rangga, Ana langsung saja tersenyum penuh kebahagiaan. Dia sangat bersyukur akhirnya mendapatkan suami sebaik Rangga. Suami yang terus berusaha membahagiakannya dan memperlakukannya dengan sangat istimewa.


"Iap, Pa. Ami anji atan celalu uat mama ahagia" ucap Rayza langsung saja memeluk Ana.


"Ia Pa. Kami berjanji akan jadi anak kebangaan Papa dan Mama" ucap Alvian langsung saja memeluk Ana dan Rangga.


"Terima kasih, Sayang. Mama akan selalu tersenyum jika melihat kalian bahagia" ucap Ana langsung saja mencium lembut kening Alvian dan Rayza.


"Sudah, hari sudah malam. Ayo kita pulang dan mandi. Setelah itu kita sholat bersama" ucap Rangga langsung saja membawa anak dan istrinya ke villa.


"Sayang ayo sholat. Bi ayo sholat bersama kami" ucap Rangga kepada kedua putranya dan juga Bi Inah.


"Baik, den" ucap Bi Inah langsung saja mengambil air wudhu ke kemar mandi.


Sedangkan Alvian dan Rayza langsung saja mengikuti Rangga untuk mengambil wudhu bersama. Setelah selesai mengambil wudhu mereka semua langsung saja berkumpul di ruang sholat yang ada di villa itu.


Rangga menatap anak dan istrinya telah berdiri di belakangnya. Setelah memastikan semuanya sudah siap Rangga langsung saja memulainya. Ana dan kedua putranya berserta Bi Inah langsung saja mengikuti Rangga.


Mereka melakukan sholat dengan begitu khusyuknya. Setelah itu Rangga menuntun anak dan istrinya mengaji dan juga berdoa. Menatap perubahan majikannya setelah menikah Bi Inah langsung saja menatapnya dengan penuh haru.


Tak lupa Bi Inah terus saja mengucapkan syukur karna Rangga majikannya telah kembali ke jalan Allah dan bisa menuntun anak dan istrinya dengan baik. Bi Inah juga berdoa agar Rangga dan Ana selalu bahagia dan mendapatkan semua yang mereka inginkan.


******

__ADS_1


Lisa terus saja mengepalkan tangannya geram. Dia ingin sekali menemui Ana dan mengatakan jika Ana tidak pantas untuk Rangga. Lisa juga telah mencari tau semua tentang Ana.


Dia langsung saja tersenyum licik ketika mengetahui jika Ana hanyalah seorang janda beranak dua sebelum menikah dengan Rangga. Lisa juga mencari tau semua permasalah rumah tangga Ana sebelumnya.


"Anatasya seorang model baru yang langsung saja terkenal. Namanya langsung saja menjulang tinggi dan di kagumi banyak orang setelah masuk ke dunia model. Tapi, kita tidak menyangka jika di balik kesuksesaannya dia memiliki masa lalu yang begitu menyakitkan" gumam Lisa tersenyum licik ketika membaca semua berita tentang Ana.


"Ternyata kau hanya seorang janda yang sangat buruk. Lihat saja aku akan menghancurkan rumah tanggamu dan merebutmu kembali, Nga" ucap Lisa langsung saja mengambil tasnya lalu keluar dari kamarnya.


Benar saja Lisa melihat Ana sedang berbelanja di swalayan seorang diri. Lisa memang sengaja menyuruh seseorang untuk memata matai Ana.


Dia langsung saja mengambil kesempatan itu. Karna sangat jarang dia mendapatkan kesempatan emas seperti ini. Biasanya Rangga akan selalu menempel bagaikan prangko bersama Ana.


"Anatasya?" ucap Lisa tersenyum licik menghentikan langkahnya tepat di depan Ana.


"Ia, saya Ana" ucap Ana langsung saja menatap wajah wanita yang berani mencium suaminya tepat di depannya.


"Dari caramu menatapku sepertinya kau sudah tau apa tujuanku menemuimu?"


"Sebelum kau datang menemuiku aku sudah tau apa tujuanmu setelah kejadian di restoran itu"


"Bagus, kalau begitu aku tidak perlu berbasa basi. Kau lepaskan Ranggaku karna kau tidak pantas untuknya"


Mendengar ucapan Lisa, Ana langsung saja terkekeh kecil. Dia langsung saja menatap penampilan Lisa dari atas sampai bawah.


"Lalu apa dia pantas bersamamu?" ucap Ana tersenyum licik.


Mendengar ucapan Ana, Lisa langsung saja menatap Ana tidak percaya. Dia tidak menyangka jika Ana sangat jauh berbeda dari dugaannya.


"Tentu saja. Kita berbeda jauh. Kau hanyalah janda yang menyedihkan sedangkan aku masih single"


"Apa kau lupa jika janda lebih mengoda? Aku merasa sangat kasihan kepadamu yang single ini"


"Maksudmu?" ucap Lisa menatap Ana geram.


"Aku merasa kasihan kepadamu karna tidak bisa menemukan priamu sendiri. Sampai sampai kau menjatuhkan martabatmu dengan cara menemui istri dari pria yang kau incar" ucap Ana langsung saja menatap tajam Lisa sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


"Jika kau ingin mengambil priaku maka kau harus berhadapan denganku terlebih dahulu"


Bersambung....


__ADS_2