
Mendengar ucapan Ana, Bu Andar langsung saja menatap Ana tajam. Jujur saja dia tidak rela jika Ana berpisah dengan Andreas. Apa lagi mendengar dari Putri jika Ana sekarang telah menjadi model ternama. Karir Ana sekarang sedang meningkat pasti akan berpengaruh pada keluarganya.
Jika di banding Julia yang hanya sekertaris maka Ana jauh lebih baik sekarang. Bu Andar memang sangat serakah bahkan gila harta. Dulu melihat Ana hanya ibu rumah tangga biasa Bu Andar lebih memilih Julia menjadi istri putranya. Bahkan setelah Ana kabur dari rumah dia langsung saja menyuruh Andreas menikahi Julia secepatnya.
"Kamu itu harusnya jadi istri yang sabar menghadapi suamimu. Bukannya langsung memilih cerai seperti ini. Kamu itu harus mengiluti Mama. Lihat Mama walaupun Papamu dulu sangat suka main perempuan dan juga berjudi tapi Mama selalu bertahan. Bahkan kehidupanmu sama Andreas bukan setengah dari perlakuan Papamu dulu sama Mama" oceh Bu Andar yang selalu membanding bandingkannya dengan Ana.
"Setiap wanita di dunia ini memiliki kekuatan dan kesabarannya masing masing. Jika Mama mau menantu Mama sama persis seperti Mama yang wanita kuat dan penyabar maka lebih baik mama saja yang menjadi istri putra mama" ucap ana penuh penekanan.
"Kamu?" ucap Bu Andar geram mendengar ucapan Ana. Dia tidak menyangka jika Ana dulu yang selalu penurut kini berubah drastis.
Sedangkan Andar hanya terseyum menahan tawanya mendengar ucapan Ana. Karna apa yang di katakan Ana benar apa adanya setiap wanita memiliki kekuatan dan juga kesabaran dalam porsi yang berbeda beda.
"Ana, kamu yakin melakukan ini?" ucap Andreas tiba tiba datang dengan Julia yang mengekor di belakangnya.
"Yakin" ucap Ana tegas.
"Bagaimana dengan anak anak?"
Mendengar ucapan Andreas, Ana langsung saja ketakutan di dalam pelukan Rangga ketika melihat wajah Andreas.
"Papa Ayza akut. Ia au ukul ama agi. Usil ia ali ini Apa, Hiks...hiks.. Ia ukul ama" ucap Rayza menangis ketakutan tak berani melihat Andreas.
"Kamu tenang saja sayang. Papa di sini, papa tidak akan biarkan siapapun yang menyakiti kalian" ucap Rangga mengeraskan rahangnya menayap Andreas geram. Rangga merasakan trauma yang begitu dalam yang di alami Rayza ketika menggimgat kejadian Andreas memukuli Ana di depan matanya.
"Nga, ayo kita pergi" ucap Ana menahan tangisnya melihat keadaan Rayza.
__ADS_1
"Kamu bawa Rayza sama Alvian terlebih dahulu" ucap Rangga menyerahkan Rayza kepada Ana.
"Ayo Ma, kita kesana. Mana tau adik Rayza diam" ucap Alvian menarik tangan Ana. Ana langsung saja berjalan mengikuti Alvian dengan harapan Rayza bisa tenang jika tidak melihat Andreas lagi.
Setelah kepergian Ana, Rangga langsung saja menatap Andreas dengan tajam tanpa memperdulikan Andar, Bu Andar dan juga Julia yang juga ada di sana.
"Aku punya bukti pisum di tubuh Ana, Jika kau macam macam dan mempersulit sidang ini maka jangan salahkan aku akan melaporkanmu ke polisi" ancam Rangga hingga membuat Andreas langsung saja diam tidak berkutik.
Setelah itu Rangga langsung saja menatap Julia dengan sinis "Jika kau sayang dengan dirimu maka jangan kau usik kehidupan wanitaku. Sekali saja kau melangkah untuk menyakitinya maka jangan salahkan aku atas apa yang akan terjadi padamu setelah itu" ucap Rangga tersenyum sinis lalu perhi melangkahkan kakinya menemui Ana.
Mendengar ancaman Rangga, Julia langsung saja mengusap bulu kuduknya. Dia tidak menyangka jika seorang dokter yang terkenal kalem seperti Rangga ternyata memiliki sisi iblis jika bagian dari hidupnya di usik.
"Apa Rayza sudah tenang?" ucap Rangga mendekati Ana yang sedang bermain dengan kedua putranya.
"Sudah, sidangnya di mulai jam berapa?" ucap Ana yang mulai sesak berada di dekat keluarga yang kejam itu.
"Ia, Pa" ucap Ana tersenyum ramah. Selama menikah dengan Andreas hanya Andar sajalah yang mengerti Ana. Bahkan Andar yang selalu membela Ana jika di salahkan oleh keluarganya.
"Jika ini keputusanmu Papa akan mendukungmu. Tapi, Papa harap kamu jangan membenci Papa. Karna kamu sudah Papa anggap seperti putri Papa sendiri" ucap Andar lirih karna dia takut jika Ana membencinya juga.
"Ana tidak pernah membenci Papa. Ana juga tidak pernah membenci Mama. Maafkan Ana karna bicara lancang seperti tadi kepada Mama"
"Tidak, Na. Kamu tidak salah. Mamamu pantas di perlakukan seperti itu agar dia tidak lagi berbicara seenaknya saja."
"Terima kasih ya, Pa"
__ADS_1
"Ia, Na. Tapi Papa lihat kau sangat bahagia bersamanya. Kamu juga terlihat jauh lebih cantik. Papa harap dia menjadi pria terakhir di dalam hidupmu"
"Aamiin" ucap Rangga langsung saja mengaminkan ucapan Andar. Sedangkan Ana langsung saja salah tingkah.
"Sidangnya akan di mulai ayo kita masuk" ucap Rangga melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.
"Ya, sudah ayo. Sayang ayo sama kakek" ucap Andar langsung saja mengendong Rayza.
Mereka langsung saja memasuki ruang sidang bersama sama. Melihat itu Bu Andar hanya menatap sinis ke suaminya karna begitu dekat dengan Ana dan juga Rangga.
Setelah acar sidang di mulai Ana dan Andreas duduk di kursi di depan hakim secara berdampingan. Dengan tegas Ana mengucapkan alasannya mengugat Andreas tanpa ada rasa ragu sedikitpun.
Melihat sikap Ana yang begitu tegas dan tidak ada keraguan, Andreas hanya menatapnya nanar. Jujur saja ada rasa tidak ikhlas di hati Andreas melepaskan wanita sebaik Ana. Apalagi rumah tangga yang mereka jalani tidak sebentar bahkan mereka mempunyai dua putra dari hubungannya.
Setelah mendengar alasan Ana dan Andreas juga menerimanya walaupun terpaksa. Hakim langsung saja mengetuk palunya sebanyak tiga kali menandakan jika Ana resmi menyandang setatus janda muda.
Mendengar itu senyuman Rangga langsung saja mengembang. Jalannya untuk mendapatkan Ana sudah terbuka lebar. Tidak ada lagi penghalang antara dia dan juga Ana.
Sedangkan Andreas langsung saja menitikkan air matanya. Ingin sekali dia memeluk Ana untuk yang terakhir kalinya. Namun, jangankan memeluk Ana bahkan engan untuk menatapnya.
Kebencian Ana terhadap Andreas sudah sangat besar hingga Ana tidak bisa berdamai dengan kebrncian itu. Melihat Andreas yang terus saja menatap Ana, Julia langsung saja mendekati Andreas.
"Selamat mulai sekarang kalian bisa meresmikan status kalian. Kasihan anak di dalam kandunganmu harus menyandang status anak haram jika kalian tidak segera menikah" ucap Ana tersenyum sinis sambil menatap perut Julia yang mulai membesar lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Julia yang diam tak berkutik.
Mendengar ucapan Ana yang begitu pedas, Julia hanya mengepalkan tangannya geram. Walaupun yang di katakan Ana benar apa adanya. Dia telah mengandung anak Andreas walaupun mereka resmi menjadi suami istri.
__ADS_1
Bersambung...