
Karna telah di izinkan bekerja Ana dengan semangat mengerjakan semua tugasnya. Dia melakukan semua pekerjaannya dengan sangat baik, bahkan Ana tidak pernah kenal lelah sama sekali walaupun dengan keadaan perutnya yang mulai membesar.
Bahkan Andreas tak segan segan menyuruh Ana untuk melakukan tugasnya. Seperti saat ini, Andreas sedang asik bersantai sedangkan pekerjaannya masih menumpuk.
"Mas, kerjaan kamu sudah selesai?" ucap Ana menghampiri Andreas setelah selesai memanen kentang.
"Belum, aku tidak sanggup mengangkat sayuran itu seorang diri ke mobil. Kamu bantuin aku ya" ucap Andreas tanpa memperdulikan kehamilan Ana.
"Ya, sudah. Ayo, biar kita cepat pulang" ucap Ana melihat hari yang sudah sore.
Andreas langsung saja bangkit dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju sayur sayuran yang sudah di kemas rapi tinggal di jual. "Kamu pegang di situ" perintah Andreas menunjuk ke arah pegangan keranjang tempat sayur sayuran.
Ana langsung saja menganguk patuh. Dia dan Andreas bersama sama mengangkat keranjang sayur yang begitu berat secara bersamaan. Ana yang telah lelah berusaha menahan lelahnya karna melihat hari mulai malam.
"Sudah selesai. Ayo masuk" perintah Andreas langsung saja masuk ke mobil pick up yang berisi sayur sayuran mereka yang hendak di jual.
Ana langsung saja duduk di samping pengemudi. Setelah melihat Ana duduk di sampingnya Andreas langsung saja melajukan mobil pick up itu.
"Kamu ikut aku ngantar sayur ini ke pasar ya" ucap Andreas.
Ana melihat hari yang mulai malam. Dia nampak berpikir sejenak karna dia tau sampai di rumah nanti di masih harus memasak dan membersihkan rumah.
"Kamu tidak mau ikut denganku?" ucap Andreas yang melihat Ana hanya diam saja.
"Ia, Mas" ucap Ana mengalah karna malas ribut dengan suaminya yang ingin menang sendiri itu.
Mendengar persetujuan Ana, Andreas langsung saja tersenyum lalu kembali pokus menyetir. Setelah sampai di pasar Andreas langsung saja menemui langanannya yang selalu menampung sayur sayuran dari kebun kedua orang tuanya.
"Hay, siapa ini? Istri lho?" ucap pria paru baya yang menjadi langanan Andreas.
"Ia, ini bang sayurannya" ucap Andreas langsung saja memperlihatkan barang dagangannya.
"Ok, kalian bongkar" perintah pria itu kepada para pekerjanya. Mendengar perintah bosnya mereka langsung saja membongkar sayur sayuran yang ada di mobil Andreas.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih mau sama Andreas yang berandal ini?" ucap pria itu menatap Ana.
"Itu karna salah pridiksi, Bang" ucap Andreas tanpa melihat Ana.
"Maksudmu salah pridiksi?" ucap pria itu binggung.
"Itu lah, masak abang gak paham" ucap Andreas tanpa memperdulikan Ana.
"Sudah, aku ke sana dulu" ucap Andreas meninggalkan Ana yang duduk seorang diri lalu bergabung dengan teman temannya.
Ana hanya menatap Andreas yang sedang asik bercanda gurau dengan teman temannya tanpa memperdulikan dirinya. Setelah melihat sayur sayuran di mobilnya telah kosong Andreas langsung saja membereskan bak mobilnya lalu menemui Ana yang duduk seorang diri bagaikan orang yang terbuang.
"Kamu mau beli apa?" ucap Andreas yang melihat Ana hanya diam saja.
"Aku gak bawa uang, Mas. Tapi aku mau membeli makanan di sana" ucap Ana berharap Andreas mau memberinya uang.
"Ini" Andreas langsung saja memberi Ana uang sepuluh ribu rupiah.
Ana melihat uang yang di berikan Andreas. Namun, karna tidak ingin pikiran Andreas berubah dia langsung saja menerima uang itu lalu pergi untuk mencari makanan untuknya.
"Mie pangsitnya dua puluh lima riba, Mbak" ucap penjual itu dengan ramah. Mendengar ucapan penjual itu Ana langsung saja melihat uangnya yang hanya sepuluh ribu.
"Bagaimana, Mbak?" ucap penjual itu yang melihat Ana hanya diam saja.
"Tidak jadi, Mas" Ana langsung saja merasa tidak enak lalu melangkahkan kakinya ingin meninggalkan warung itu.
"Mbak mau mie pangsitnya?" ucap pria yang sedari tadi memperhatikannya.
"Tidak, Mas. Terima kasih" ucap Ana merasa tidak enak.
"Mungkin Mbaknya tidak mau. Tapi bagaimana dengan bayi yang ada di kandungan, Mbak?" ucap pria itu menunjuk ke perut Ana yang mulai membuncit.
Mendengar ucapan pria itu, Ana langsung saja mengelus perutnya dengan penuh rasa bersalah. "Sudah, Mbak duduk saja di sini, ya" ucap pria itu memberikan kursi ke Ana.
__ADS_1
"Mas, bungkus mie pangsitnya dua ya. Untuk mbak ini jangan terlalu pedas dan jus alpukatnya juga di bungkus dua" ucap pria itu lalu duduk di samping Ana.
Pria itu terus saja memperhatikan penampilan Ana yang kotor karna baru pulang dari kebun. Ana hanya mengunakan celana oblong yang kusam dan juga baju kaos lengan panjang yang kotor karn terkena tanah saat memanen sayuran di kebun.
Melihat pria itu terus saja memperhatikannya Ana hanya diam menunduk tidak berani menatap pria itu.
"Aku lihat mbak sangat letih. Jika sedang hamil mbak tidak boleh terlalu capek karna akan mempengaruhi kandungan mbak" ucap pria itu yang sedari tadi merasa kasihan ke Ana.
"Maaf, Mas. Saya harus bekerja untuk kebutuhan saya" ucap Ana jujur.
Mendengar ucapan Ana, pria itu langsung saja mengerutkan keningnya binggung. "Suami mbak dimana?"
"Maaf, Mas. Ini mie pangsit dan juga jusnya" ucap pemilik warung itu memberikan dua kantongan keresek berisi pesanan mereka.
"Ini uangnya, Mas" pria itu langsung saja membayar mie pesanannya dan juga Ana.
"Terimakasih, Mas" ucap pemilik warung itu lalu meningalkan Ana dan juga pria itu.
"Ini, Mbak. Semoga bayinya senang" ucap pria itu tersenyum.
"Terimakasih, Mas" ucap Ana langsung saja menerima kantongan kresek itu.
Pria itu langsung saja tersenyum lalu pergi meninggalkan Ana. Karna telah mendapatkan keinginannya Ana langsung saja kembali menemui Andreas.
"Itu apa, Mas?" ucap Ana melihat kantongan kresek yang ada di tangan Andreas.
"Ini sate kambing dan juga jus untukku dan juga Putri" ucap Andreas lalu masuk kedalam mobilnya.
Setelah melihat Ana duduk di sampingnya Andreas langsung saja melajukan mobilnya. Setelah sampai di rumah Ana langsung saja melihat penampakan rumah yang sangat berantakan.
Tak mau bicara Ana langsung saja meletakkan makanannya lalu membereskan rumah yang berantakan karna tidak di bersihkan oleh Putri. "Na, ambil gelas dan sendok" ucap Andreas langsung saja duduk lalu memberikan makanan untuk Putri yang sedang bersantai menonton Tv.
Tak mau banyak bicara Ana langsung saja memberikan apa yang Andreas minta. " Kamu tidak makan makananmu?" ucap Andreas yang melihat Ana tidak membuka makanannya.
__ADS_1
"Tidak, Mas" ucap Ana kembali mengerjakan pekerjaannya. Mendengar ucapan Ana, Andreas langsung saja menganguk lalu kembali melaha makanannya tanpa memperdulikan Ana.
Bersambung.....