NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
52# Karna Aku Mencintaimu


__ADS_3

Setelah semua tamu undangan mulai berpulangan, Rangga langsung saja menemui Ana yang telah berada di kamar mereka. Rangga langsung saja tersenyum ketika melihat Ana sedang duduk melamun di tepi ranjang masih dengan balutan gaun pengantin lengkap.


"Kamu kenapa, Na. Kok belum ganti baju?" ucap Rangga langsung saja duduk di samping Ana.


"A..aku tidak bisa membuka retseleting gaunku" ucap Ana gugup tak berani menatap wajah Rangga.


"Ya, sudah biar aku bantu" Rangga langsung saja menatap punggung Ana lalu mencoba membuka resleting gaun Ana.


Rangga langsung saja menelan ludahnya kasar ketika melihat punggung mulus Ana. Rangga mencoba untuk menyentuh pungung Ana yang kini terpangpang jelas di matanya.


"Sudah, Nga?" ucap Ana tiba tiba karna melihat Rangga hanya diam saja.


"Sudah. Sudah mandi sana" ucap Rangga langsung saja mengusap wajahnya kasar karna merasa panas dengan pemandangan indah tadi.


Mendengar ucapan Rangga, Ana langsung saja berlari kecil ke kamar mandi dengan malu malu. Melihat tingkah Ana yang malu malu Rangga langsung saja terkekeh kecil.


"Na, Na, ini bukan pertama kali untukmu. Tapi, kenapa kamu malu malu seperti itu?" gumam Rangga tersenyum mengingat tingkah Ana yang malu malu.


Sambil menunggu Ana yang sedang membersihkan diri Rangga memilih untuk bersantai di ranjang mereka sambil memainkan ponselnya.


Setelah beberapa menit Rangga mendengar suara pintu kamar mandi mulai terbuka. Rangga langsung saja membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Rangga langsung saja meletakkan ponselnya ke sembarang tempat lalu berjalan ke arah Ana yang kini telah berdiri di depan pintu kamar mandi dengan mengunakan baju lingrie berwana hitam yang sangat tipis hingga memperlihatkan seluruh keindahan lekuk tubuhnya.


"Apa ini kamu, Na?" ucap Rangga terus saja tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Ana langsung saja menganguk malu malu tak berani menatap wajah Rangga. Karna kesal Ana yang terus saja menunduk malu Rangga langsung saja menarik dagu Ana sehingga mereka berdua langsung saja bertatapan.

__ADS_1


"Apa kamu ragu denganku, Na?" ucap Rangga menatap lekat netra mata Ana.


"Ti...tidak. Aku tidak ragu kepadamu" ucap Ana gugup. Jujur saja walaupun terlihat tegar tapi Ana masih trauma dengan pernikahan pertamanya dengan Andreas yang begitu menyakitkan.


"Aku bisa melihat kesedihan di matamu, Na. Aku tau kau masih trauma dengan keadaan rumah tanggamu yang sebelumnya"


Mendengar ucapan Rangga, tak terasa air mata Ana yang telah lama di bendung kini mengalir kembali membasahi wajahnya. Rangga dengan sigap langsung saja menghapus air mata Ana mengunakan kedua ibu jarinya.


Rangga langsung saja menelungkupkan kedua tangannya di wajah Ana sambil menatap lekat wajah Ana yang berlinang air mata.


"Maafkan aku, Na. Karna aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Mulai sekarang aku berjanji akan selalu ada bersamamu dalam suka maupun duka. Aku berjanji tidak akan membiarkan air matamu kembali menetes kecuali air mata kebahagiaan"


"Kenapa? kenapa kau sangat peduli denganku, Nga?"


"Karna aku mencintaimu, Na. Aku sangat mencintaimu. Maafkan aku karna aku tidak pernah bisa mengungkapkan perasaanku kepadamu, Na."


Degh.... jantung Ana langsung saja berdetak kencang mendengar ucapan Rangga. Dia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun. Ana merasa jika mulutnya sekarang sedang terkunci dengan rapat.


Rangga langsung saja membawa tubuh langsing Ana kedalam gendongannya. Rangga terus saja menelan ludahnya kasar mencoba untuk menahan hasratnya yang kini sudah berada di ujung tanduk karna melihat penampilan Ana.


Rangga langsung saja meletakkan tubuh Ana di atas kasur lalu menutupi tubuh Ana dengan selimut tebal. "Selamat malam istriku" ucap Rangga lalu mencium lembut kening Ana.


Setelah itu Rangga langsung saja membaringkan tubuhnya di samping Ana. Rangga langsung saja membuka kemejanya karna merasa udara di ruangan itu sangat panas.


Entah udaranya yang panas atau tubuh Rangga yang sudah di selimuti gairah Rangga juga tidak tau. Tanpa sadar tubuh Rangga terus saja mengeluarkan keringat.


Ana terus saja menatap tubuh kekar Rangga yang kini terpangpang jelas di depannya. Dada sixpeck Rangga yang begitu mengoda membuat Ana tidak sangup berkedip walaupun hanya sedetik saja.

__ADS_1


Melihat Ana yang terus saja menatapnya membuat Rangga bingung. "Kenapa? kamu mau apa?" ucap Rangga menatap Ana bingung.


"Ti..tidak aku tidak mau apa apa" ucap Ana gugup lalu membelakangi Rangga.


Namun, tiba tiba Ana merasakan jika tangan kekar Rangga mulai menimpa perutnya. Jaraknya dengan Rangga cukup dekat hingga Ana merasakan hembusan napas Rangga yang kini berbaring di belakangnya.


Ana langsung saja merasakan gejolak yang berbeda dalam tubuhnya. Jujur saja Ana hanyalah wanita dewasa biasa yang merindukan belaian dari pasangannya. Karna tidak sangup lagi menahan hasratnya Ana langsung saja membalikkan tubuhnya sehingga kini dia berhadapan dengan Rangga.


"Nga. Aku mau mengatakan sesuatu kepadamu" ucap Ana menunduk tak berani menatap wajah Rangga.


"Ada apa?" ucap Rangga menarik dagu Ana sehingga wajah mereka kini saling behadapan.


"A..aku juga mencintaimu, Nga. Aku tidak tau kapan rasa ini mulai tumbuh. Tapi, yang aku tau tidak sanggup jauh darimu dan aku merasa sangat nyaman saat bersamamu"


Mendengar ucapan Ana, Rangga langsung saja tersenyum. Dia langsung saja menatap wajah Ana dengan lekat.


"Terima kasih karna sudah membalas cintaku, Sayang. Aku memang bukan pria pertama di dalam hidupmu tapi aku akan menjadi pria yang terakhir dalam hidupmu" ucap Rangga tersenyum lalu memeluk tubuh Ana dengan erat sambil menciumi puncak kepala Ana hingga membuat gejolak dalam tubuh Ana kembali meronta ronta.


Karna tidak sangup lagi menahan hasratnya Ana langsung saja memainkan jarinya di dada bidang Rangga. Melihat aksi Ana, Rangga langsung saja tersenyum kecil.


"Apa kamu ingin melakukannya malam ini, Sayang?" ucap Rangga kembali menarik dagu Ana.


Ana langsung saja menganguk kecil sambil tersenyum malu malu. Melihat persetujuan dari Ana Rangga langsung saja tersenyum. Rangga langsung saja mengecup bibir Ana, berlahan Rangga mulai menghisap bibir Ana hingga membuat Ana langsung saja terbuaia dalam permainannya.


Setelah puas bermain dengan bibir Ana, Rangga langsung saja mencumbu leher jenjang Ana sambil meraba seluruh tubuh Ana dengan sangat lembut.


Karna hasratnya sudah berada di puncak Rangga langsung saja melepas seluruh pakaiannya dan Ana sehingga mereka berdua tidak lagi mengunakan sehelai benangpun.

__ADS_1


Karna belum puas bermain main Rangga terus saja menjelajahi setiap inci tubuh Ana hingga membuat Ana langsung saja mengeluarkan suara yang begitu indah di telinga Rangga.


Bersambung....


__ADS_2