NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
44# Fhiting 2


__ADS_3

Ana terus saja berjalan mondar mandir di dalam toilet. Dia mencoba mengigit kukunya pelan merasa kesal akan kecerobohannya. Tapi yang lebih dia kesalkan ketika melihat para pengawai wanita yang melihat tubuh sixpack Rangga saat Rangga membuka kemejanya tadi.


"Na, kamu di dalam" ucap Rangha mencoba mengetul pintu.


"Ia" Ana langsung saja membuka pintu lalu Rangga langsung saja masuk kedalam.


"Ini pakaian ganti untukmu sama pembalutnya juga ada di dalam"


"Kamu yang beli?"


"Ia, jadi siapa lagi. Cepat ganti pakaianmu. Bau amis" ucap Rangga menutup hidungnya sambil menatap Ana.


"Itu ya kamu bawa?" ucap Ana gugup.


"Itu apa. Pembalutnya kan sudah ada jadi apa lagi?" ucap Rangga bingung.


"Itu, celana pendek" ucap Ana gugup.


"Oh, celana pendek sama celana dalammu sudah ada di dalam. Tapi untuk celana dalammu aku bawa bayak ukuran karna tidak tau ukurannya. Lagian bagaimana aku bisa tau kalau aku belum pernah lihat isinya" ucap Rangga tersenyum genit.


"Dasar mesum" ucap Ana langsung menjitak kepala Rangga pelan.


"Gak papa mesum sama calon istri sendiri"


"Apa kamu lupa jika kamu itu raja mesum ke setiap wanita" ucap Ana kesal mengingat kelakuan buruk Rangga yang raja mesum saat sekolah dulu.


Mendengar ucapan Ana, Rangga langsung saja mengaruk kepalanya pelan. Karna apa yang di ucapkan Ana benar apa adanya. Ketika Rangga hendak melangkahkan kakinya keluar Ana malah menarik tangan Rangga lalu mendekati Rangga lalu melingkarkan tangannya ke leher Rangga.


Melihat aksi Ana, Rangga langsung saja gugup lalu menatap wajah Ana yang semakin mendekat ke wajahnya.


"Kamu ini memakai kemeja saja tidak rapi" oceh Ana sambil merapikan kerah kemeja Rangga yang berantakan.


"Sial, ternyata Ana hanya ingin memperbaiki kerah bajuku. Aku kira dia mau menciumku. Padahal sudah lama aku ingin merasakan nikmatnya bibirmi yang seksi itu, Na" batin Rangga kesal.


"Kenapa kamu hanya diam. Ayo keluar aku mau bersih bersih" ucap Ana kesal lalu mencoba mendorong Rangga keluar dari toilet.

__ADS_1


"Biar aku bantuin, Na" ucap Rangga menahan pintu ketika Ana mencoba menutup pintu kembali.


"Beneran mau bantu?" ucap Ana kesal lalu mengankat highelsnya.


"Tidak. Aku tunggi di ruang tunggu saja" ucap Rangga langsung saja berlari keluar lalu mencoba memilih jas untuknya.


Karna bosan menunggu Rangga memilih untuk memainkan ponselnya di sofa tunggu yang sudah di siapkan. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Ana kembali dengan mengunakan gaun putih yang sangat indah.


"Bagaimana, Nga?" ucap Ana tersenyum.


Mendengar suara Ana, Rangga langsung saja menatapnya dengan penuh kekaguman. Cantik sangat cantik hanya itu yang bisa Rangga ucapkan dalam batinya.


"Rangga" ucap Ana melambaikan tangannya di depan wajah Rangga karna Rangga hanya terdiam membisu menatapnya.


"Oh, bagus. Kami ambil gaun yang ini saja" ucap Rangga mencoba menettralkan pikirannya.


"Hanya bagus? Apa tidak ada pujian lain" ucap Ana kesal karna tidak ada pujian dari Rangga.


"Jika yang memakainya cantik maka apapun yang di gunakannya akan terlihat sangat indah" ucap Rangga tersenyum.


"Kamu jika lagi PMS tidak ada berubahnya ya, Na. Masih sama seperti dulu. Suka gambek dan bahagia tidak karuan" batin Rangga tersenyum mengingat dia selalu menjadi bahan pelampiasan kekesalan Ana jika sedang mengalami PMS.


"Sudah ayo kita pulang. Sebentar lagi aku akan melakukan oprasi" ucap Rangga menatap jam tangannya.


"Baiklah, ayo" ucap Ana tersenyum lalu melingkarkan tangannya di pergrlangan tangan Rangga lalu berjalan keluar butik itu dengan perasaan sangat gembira.


Namun, tanpa Ana sadari Julia terus saja menatao Ana penuh kekesalan. Dia tidak terima Ana hidup bahagia sedangkan dia terus saja menjadi pelampiasan kekesalan Andreas karna tidak terima Ana pergi meninggalkannya.


"Sudah" ucap Andreas tiba tiba datang. Saat Julia sibuk memilih gaun tadi Andreas ijin pergi untuk ke kamar mandi. Tapi, bukannya ke kamar mandi dia malah memperhatikan kebahagiaan Ana bersama Rangga dengan penuh kekesalan.


"Belum, Ndre. Kamu ya ntah kemana. Ini bagaiman bagus kan?" ucap Julia memperlihatkan satu gaun putih ke Andreas.


"Apapun yang kau kenakan akan tetap sama saja. Kamu akan tetap gemuk dan tidak secantik Ana" ucap Andreas kesal melihat tubuh Julia yang mulai gemuk tidak beraturan.


"Aku gemuk seperti ini karnamu juga. Karna aku menganduk anakmu" ucap Julia kesal mendengar ucapan Andraes.

__ADS_1


"Sudahlah, kau pilih saja gaun yang kau inginkan. Aku mau pergi. Teman temanku pasti sudah menungguku" ucap Andreas langsung saja nelangkahkan kakinya meninggalka Julia.


"Mas, tunggu kau tidak bisa pergi sebelum aku menemukan gaunku. Jika kau pergi maka pernikahan kita batal" ucap Julia berusaha mengejar Andreas.


Mendengar ucapan Julia Andreas langsung saja menghentikan langkahnya lalu kembali menemui Julia.


"Aku tau kau akan kembali, Mas" batin Julia tersenyum.


"Minta uang" ucap Andreas tanpa dosa.


"Apa?"


"Apa kau tuli? aku minta uang. Uangku sudah habis jadi aku butuh uang untuk nongkrong bersama teman temanku"


"Mas, baru kemarin aku memberikanmu uang. Sekarang kau memintanya lagi. Aku gajian masih lama sedangkan uangku sudah menipis, Mas. Belum lagi tabungan yang selama ini aku kumpulkan terpalsa aku ambil untuk pernikahan kita"


"Siapa yang memintamu mengadakan pesta yang meriah? Lagian aku tidak setuju dengan itu karna hanya akan bikin malu dengan perut buncitmu itu. Sekarang terserahmu mau apa pokoknya aku butuh uang sekarang. Atau aku akan mencari wanita lain yang bisa memberiku uang dan lahirkan anakmu itu sendiri"


"Mas!" ucap Julia tidak percaya mendengar ucapan Andreas.


"Sudah jangan cengeng. Kau mau memberiku uang atau tidak?"


"Baik! ini" ucap Julia kesal lalu memberikan uang selembaran kepada Andreas.


"Gitu, dong. Kamu memang calon istriku yang terbaik. Papa pergi dulu ya sayang. Kamu jangan nak di perut mama" ucap Andreas terssnyum sambil menciumi perut Julia.


"Mas, aku sebentar lagi akan bekerja lagi"


"Baiklah. Nanti setelah kau selesai memilih gaunmu pergilah bekerja ya sayang. Aku pergi dulu" ucap Andreas tersenyum lalu mencium kening Julia dan pergi meninggalkan Julia dengan senang hati karna telah mendapatkan uang Julia.


"Ana. Kau lihat saja kau tidak bisa bahagia di atas penderitaanku. Kau yang telah mengutukku maka akan ku kirim kdmbali kutukanmu kepadamu" ucap Julia tersenyum licik karna mengira apa yang terjadi kepadanya akibat ucapan Ana yang dulu mendatanginya saat mengetahui jika dia ada hubungan dengan Andreas.


Julia langsung saja pergi meninggalkan butik itu dengan penuh kekesalan. Bahkan dia tidak jadi memilih gaun untuknya. Julia langsung saja pergi ke rumah Andreas untuk mengadu kepada Bu Andar calon mertuanya tentang Andreas yang selalu membanding bandingkannya dengan Ana.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2