NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
50# Semua Orang Berhak Untuk Bahagia


__ADS_3

Brakkk....


Rangga langsung saja membuka pintu ruangan Brian dengan begitu kasar. Dia langsung saja menghampiri Brian yang sedang membicarakan bisnis dengan sekertarisnya Julia yang kini telah sembuh dan kembali bekerja.


Bughhh....


Satu layangan tinju langsung saja mendarat di wajah Brian hingga membuat pria tampan yang sedang duduk di bangku kuasanya langsung saja jatuh tersungkur ke lantai.


"Apa belum puas kau menyakiti Ana? ha!" teriak Rangga sambil mencengkram kerah baju Brian.


"Maksudmu apa, Nga? aku tidak melakukan apapun" ucap Brian bingung karna dia tidak tau apa apa sama sekali.


"Apa kau tidak melihat sosial mediamu pagi ini?" ucap Rangga menatap Brian dengan tajam.


Mendengat ucapan Rangga, Brian langsung saja meraih ponselnya di saku celananya lalu mencoba memeriksa berita terbaru sosial media. Brian langsung saja membulatkan matanya terkejut melihat semua berita utama di sosial media.


Tidak hanya nama baik Ana yang tercemar tapi, nama baik Brian juga. Dia langsung saja mendapat komentar pedas dari netijen karna oernah menghabiskan malam bersama Ana. Bahkan banyak juga yang mengatakan jika Brian yang menjadikan Ana sebagai modelnya hanya untuk menutupi kedoknya dan bermain di belakang Rangga adik sepupunya sendiri.


"Kurang ajar! siapa yang berani melakukan ini? siapapun dalangnya akan ku pastikan dia akan mendapatkan pembalasan yang setimpal" ucap Brian langsung saja mengepalkan tangannya geram.


Melihat amarah Brian, Julia langsung saja salah tingkah. Namun, dia berusaha untuk menetralkan pikirannya agar Brian tidak juriga dengannya. Ya, Julialah dalang dari semua kelacauan ini. Saat mendengar percakapan Ana dan Brian waktu itu Julia langsung saja merekamnya.


Awalnya dia ingin langsung mengaplodnya ke dunia maya tapi, mendengar ancaman Rangga tempo hari membuatnya mengurungkan niatnya. Hingga akhirnya Julia tidal terima dengan nasibnya yang kini semakin menderita sedangkan Ana bisa bahagia bahkan sangat sukses seperti sekarang membuatnya langsung saja gelap mata dan ingin menjatuhkan nama baik Ana.


"Bagaimana keadaan Ana saat ini?" ucap Brian mulai menghawatirkan Ana. Ana pasti akan sangat terpukul jika mengetahui semua berita palsu yang ingin menjatuhkan namanya.


"Aku tidak apa apa. Justru aku ingin mengungkap siapa dalang di balik ini semua" ucap Ana tiba tiba datang mendekati Rangga dan Brian.

__ADS_1


Tidak ada raut kesedihan dan juga ketakutan di wajah Ana. Yang terlihat hanya wajah angkuh dan percaya dirinya. Melihat itu Julia langsung saja terkejut, Dia kira Ana akan terpukul dan tidak berani lagi menunjukkan wajahnya di depan semua orang setelah berita itu tersebar.


Tapi, dia salah total bahkan dia merasa bahwa setelah ini dirinya lah yang akan semakin menderita setelah ini. Walaupun sering kalah talak akan ucapan Ana yang begitu pedas,Julia kmteeus aaja mengangap Ana hanyalah wanita lemah yang bisa di tindas dan di hancurkan.


Tapi, ternyata dia salah besar Ana adalah singga betina yang sedang tidur tenang dan bersiap untuk menghancurkan setiap orang yang berani mengusiknya.


"Siapkan konferensi pres sekarang juga. Aku mau semua wartawan ternama hadir" ucap Ana begitu dingin sambil menatap tajam Julia.


"Tapi, Na" ucap Brian ragu.


"Besok adalah hari pernikahanku. Aku tidak mau dengan berita sampah ini pernikahanku berantakan. Aku mau namaku bersih sekarang juga" ucap Ana datar tanpa ekspresi hingga membuat Rangga dan Brian langsung saja menganguk patuh.


Brian langsung saja memerintahkan seluruh karyawannya untuk menyiapkan konferensi pres dadakan ini dengan sebaik mungkin. Setelah kepergian Brian, Rangga langsung saja mendekati Ana.


"Apa kamu yakin akan melakukan ini?"


"Baiklah, jika memang itu keputusanmu aku akan mendukungmu" ucap Rangga tersenyum lalu mencoba memeluk Ana.


Ana langsung saja membalas pelukan Rangga lalu menengelamkan wajahnya di dada bidang Rangga.Ana merasakan kehangatan dan juga kekuatan di dalam pelukan Rangga.


******


Ana dan Rangga langsung saja berjalan memasuki ruangan Konferensi pres yang di siapkan Brian dengan sangat baik. Bahkan begitu banyak wartawan yang hadir untuk meliputnya.


Ketika Ana dan Rangga duduk berdampingan bersama Brian semua orang yang ada di sana langsung saja berbisik bisik satu sama lain. Ana tau benar jika yang sedang mereka bisikkan adalag dirinya tapi, Ana langsung saja membuang napasnya kasar.


"Selamat siang, semuanya. Mungkin kalian semua berpikir yang tidak tidak tentang saya atas berita yang tersebar pagi ini. Di sini saya ingin menjelaskan kepada kalian semua apa ada seorang wanita yang terus saja disiksa secara fisik dan mental oleh suaminya akan selalu diam meratapi nasibnya? bukan cuman itu saja bahkan suaminya tega bermain di belakannya dengan wanita lain sampai wanita selingkuhannya itu hamil. Jika kalian semua mengatakan bersabarlah dan terus saja menutup mata dan berusaha menerima takdir adalah hal yang terbaik maka saya mengucapkan itu tidak benar. Karna kita wanita berhak untuk bahagia, kita juga berhak menentukan kehidupan kita"

__ADS_1


Ana langsung saja memperlihatkan hasil visumnya saat di pukuli Andreas dahulu ke seluruh wartawan. Bahkan Ana juga memperlihatkan foto hasil USG Julia kedepan umum tapi tetap menyembunyikan nama Julia di sana.


Di bantu oleh Rangga yang menjelaskannya secara ditail membuat semua orang langsung saja menatap Ana dengan penuh haru bahkan tidak sedikit yang meneteskan air matanya melihat penderitaan Ana selama ini.


Melihat itu Julia langsung saja menunduk ketakutan, Niatnya untuk membongkar masa lalu Ana malah membongkar aibnya sendiri.


"Jadi orang ketiga di rumah tangga Nuonya Ana adalah Julia. Saya sering melihat Julia di antar oleh mantan suami Nyonya Ana ke kantor" ucap salah satu karyawan kantor ketika melihat foto Andreas di depannya.


"Jadi, Julia adalah pelakor. Pantas saja dia hamil padahal belum menikah"


"Julia pelakor"


"Pecat saja dia. Dia sudah memberi nama buruk terhadap perusahaan ini"


"Jangan jangan dia yang memfitnah Nyonya Ana"


"Sial! kenapa jadi seperti ini. Aku harus pergi dari sini" ucap Julia langsung saja mencoba kabur.


Namun, saat ingin keluar dia langsung saja di hadang oleh beberapa polisi. "Saya tidak bersalah, Kalian tidak bisa menangkapku begitu saja" Julia terus saja mencoba memberontak.


"Semua bukti sudah jelas. Anda telah mencemarkan nama baik Nyonya Ana. Jadi jika Anda ingin memberi keterangan maka silahkan jelaskan di kantor"


Julia terus saja memberontak sambil berteriak histeris. Namun, polisi itu terus saja menyeretnya secara paksa.


Sedangkan di dalam semua orang langsung saja menyanjung Ana kembali. Mereka semua langsung saja bersorak untuk memberikan semangat kepada Ana.


Ana langsung sana membuang napasnya lega akhirnya semua orang kembali mempercayainya. Melihat itu Rangga langsung saja merangkul Ana dengan mesra lalu tersenyum menatap semua orang yang menyanjung calon istrinya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2