NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
46# Kau dan Aku Berbeda


__ADS_3

Andreas yang baru saja bangun dari mimpinya langsung saja menuju dapur untuk mencari makanan yang bisa mengisi perutnya. Namun dia melihat meja makan yang kosong sedangkan Julia sedang bersantai di ruang tv.


"Julia! mana makanan untukku?" ucap Andreas kesal.


"Aku tidak masak, Mas. Perutku sakit karan terlalu lelah bekerja dan membersihkan rumah" ucap Julia memelas.


"Lelah? Itu semua tanggung jawabmu sebagai wanita. Jadi aku harus makan apa pagi ini?"


"Aku pesan Delivery saja ya, Mas" ucap Julia langsung saja memesan makanan untuk mereka.


"Akh! sudah sudah aku makan di tempat mama saja. Jadi wanita tidak ada gunanya sama sekali. Kau sangat berbeda dengan Ana"


Mendengar ucapan Andreas emosi Julia langsung saja meledak. Wanita mana yang terima jika dirinya di bandin bandingkan dengan wanita lain.


"Mas aku Julia bukan Ana. Jadi sampai kapanpun alu tidak bisa seperti Ana."


"Makanya kau belajar menjadi seperti Ana. Jika kau mau hidup bersamaku"


"Cukup, Mas! aku sudah melakukan apapun untukmu bahkan aku rela bekerja banting tulang untuk membiayaimu yang hanya seorang penganguran. Sekarang kau menyuruhku untuk menjadi seperti Ana maka lebih baik kau pergi saja dari sini"


"Baik! aku akan pergi dari sini. Lahirkan saja anakmu itu seorang diri" ucap Andreas langsung saja pergi meningalkan Julia.


"Mas! Mas Andreas!" teriak Julia berderai air mata. Namun Andreas sama sekali tidak memperdulikannya Andreas terus saja meninggalkan Julia yang terus meraung memanggilnya.


"Akh.." kaki Julia tiba tiba tergelincir ketika dia mencoba mengejar Andreas hingga mengakibatkan dia terjatuh dan darah segar langsung saja mengalir dari pahanya.


"Mas! tolong" teriak Julia lirih hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri. Mendengar Julia yang meminta tolong Andreas langsung saja menoleh kebelakang.


"Julia" ucap Andreas langsung saja membawa Julia ke rumah sakit.


******


Ana sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan bekal untuk Rangga di temani Bu Wira. Bu Wira sangat menyayangi Ana dan memperlakukannya sangat baik. Meskipun Ana hanya seorang janda beranak dua dan Rangga adalah seorang dokter muda ternama tapi tidak membuat kedua orang tua Rangga mengalagi cinta mereka.

__ADS_1


"Na, kamu antar bekal Rangga ya. Kasihan dia pasti sangat sibuk" ucap Bu Wira menberikan rantang berisi bekal makan siang untuk Rangga kepada Ana.


"Ia, Ma. Aku siap siapa dulu ya"


"Baiklah, dandanlah yang cantik agar mengobati lelah calon suamimu. Rayza biar bersama kami"


"Baik, Ma" ucap Ana menunduk patuh lalu pergi kamarnya untuk membersihkan diri.


Bu Wira menatap kepergian Ana sambil tersenyum. Dia bersyukur setelah kehadiran Ana kembali dia melihat kebahagiaan yang selalu terpancar di wajah putranya.


Setelah berpisah dengan Ana, Rangga selalu menjaga jarak kepada setiap wanita bahkan tidak ada satupun wanita yang bisa menghiasi hatinya. Hanya nama Analah yang selalu dia simpan di dalam lubuk hatinya walaupun tidak pernah mengungkapkannya.


Tak menunggu lama akhirnya Ana sudah rapi lalu berjalan menuruni anak tangga. Dia melihat putranya sedang bermain dengan Wira dengan begitu bahagianya.


"Sudah rapi saja, Na. Mau pemotretan ya?" ucap Wira menatap penampilan Ana yang sudah rapi.


"Tidak, Pa. Mama menyuruh Ana untuk mengantar bekal untuk Rangga. Pasti anak itu lupa makan karna terlalu sibuk" jelas Bu Wira.


"Oh, ya sudah. Kamu pergilah biar Rayza Papa yang jaga. Tidak usah pulang cepat cepat" ucap Wira tersenyum.


"Ia, Ma" ucap Rayza langsung saja tersenyum.


Setelah meminta izin dari kedua mertuanya Ana langsung saja berjalan keluar rumah. Dia langsung saja menaiki mobilnya lalu melajukannya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit tempat Rangga bekerja.


Setelah sampai di rumah sakit Ana langsung saja berjalan memasuki rumah sakit dengan senyuman yang selalu terpancar di wajah cantiknya. Cukup banyak rekan kerja Rangga yang menyambutnya dengan ramah.


Ana memang gampang berbaur dengan orang sekitar karna keramahan dan kebaikannya. Apa lagi dengan namanya yang sedang bersinar di dunia model membuatnya langsung di kenal semua orang.


Namun, senyuman Ana tiba tiba memudar ketika melihat seorang wanitabyang sedang meraung kesakitan yang di dorong oleh beberapa suster. Ana langsung saja menghampirinya namun wanita itu sudah masul ke ruang ICU.


Ana menatap pria yang menemani wanita itu. Andreas pria itu adalah Andreas. Melihat itu Ana langsung bisa menebak apa yang sudah terjadi. Karna dia sudah mengalaminya terlebih dulu.


Andreas terus saja menatap Ana dengan tatapan penuh penyesalan. Dia menyesal karna telah menyianyiakan wanita canti dan sebaik Ana. Namu, Ana tidak memperdulikan tatapan Andreas. Sama seperti rasa cintanya yang sudah mati kepada Andreas.

__ADS_1


"Sayang, ada apa? kenapa kamu berada di sini?" ucap Rangga tiba tiba datang dan melihat Ana berdiri di depan ruang ICU bersama Andreas.


"Tidak apa apa, Sayang. Aku hanya ingin mengantar makan siangmu" ucap Ana tersenyum tanpa memperdulika Andreas yang terus menatapnya.


"Aku sedang ada pasien. Kamu tunggu saja di ruanganku. Ingat jangan kemana mana" Rangga tersenyum lalu mengacak acak rambut Ana.


"Siap, Bos" ucap Ana patuh. Setelah melihat Rangga memasuki ruangan ICU Ana langsung saja melangkahkan kakinya menuju ruangan Rangga.


"Na" ucap Andreas tiba tiba hingga menghentikan langkah Ana.


"Ada apa?" ucap Ana singkat tanpa menoleh ke Andreas yang berada di belakangnya.


"Boleh aku bicara sebentar?"


"Aku rasa sudah tidak ada lagi yang mau di bicarakan"


"Aku mau bertemu anakku Rayza. Kenapa kau selalu menjauhkanku dengannya?"


"Anakmu? baru sekarang kau sadar jika dia anakmu? aku tidak pernah menjauhkanmu darinya tapi, aku hanya menjaganya dari trauma yang dia alami"


"Trauma? Razya trauma karna apa?"


"Dia trauma melihat papa kejam berhati iblis sepertimu" ucap Ana geram sambil melemparkan tatapan tajamnya kepada Andreas.


"Aku tau, Na. Aku minta maaf. Beri aku kesempatan untuk memperbaikinya" ucap Andreas langsung saja memasang wajah memelasnya.


"Maaf aku sedang sibuk. Jika tidak ada hal penting yang untuk di bicarakan maka aku pamit dulu" ucap Ana langsung saja melangkahkan kakinya meningalkan Andreas.


"Na, maafkan aku. Aku terlalu banyak berbuat salah kepadamu. Kamu pantas membenciku tapi aku mohon maafkan aku" ucap andreas langsung saja meraih tangan Ana.


"Aku sudah memaafkanmu. Tapi, untuk melupakan semua perbuatanmu kepadaku maaf aku tidak bisa" ucap Ana langsung sajabmenepis kasar tangan Andreas.


"Apa karna dokter itu? karna dokter itu kau membenciku seperti ini?"

__ADS_1


Mendengar ucapan Andreas, Ana langsung saja terkekeh kecil lalu tersenyum sinis ke arah Andreas "Jangan samakan aku denganmu, Karna kita sangat berbeda jauh. Jangan melihat kesalahan orang lain jika kau tidak bisa melihat kesalahanmu. Bercerminlah dan lihat dirimu terlebih dahulu sebelum kau melihat diri orang lain."


Bersambung.....


__ADS_2